Tak semua orang i dunia ini memiliki rambut yang bagus dan lurus. ada beberapa orang memiliki rambut keriting dan terkadang itu membuat penampilan kurang menarik. Tak apa orang berambut keriting sih bisa membuat branding dirinya bahwa aku berambut keriting bisa di lihat orang dari jauh. Permasalahannya aku memiliki rambut Ikal dimana kalau orang lain melihat biasanya akan memberikan kesan kalau aku kusut.
Beberapa kali orang di sebelahku berteriak bahwa aku harus mandi padahal aku udah mandi cuman rambutku kalau sedikit gondrong akan seperti ini terlihat tidak teratur. Pada dasarnnya aku males aja nuggu lama-lama di tempat pangkas, rasanya nggak ada yang seru di tempat pangkas. Bahkkan ini sudah zamannya menggunakan smartphone juga nggak asik kalau mainnya sammbil nugguin tempat pangkas.
Tak jarang saat aku ke tempat pangkas aku menemui tukang pangkas yang awalnya bermuka datar setelah itu menjadi gembira. Bukan karena aku ngasi uang tips setelah pangkas, tapi dia puas lihat wajahku yang berubah setelah pangkas. Biasanya dia akan berkata "Gini lah jadi tukang pangkas mas, bisa buat orang lain terlihat lebih rapih. Tapi kami sendiri nggak bisa mangkas diri sendiri jadi saya sering kurang puas dengan pangkasan temen saya."
Kemudia dia mengumpamakan sama tukang bagnunan yang bisa buat bangun banyak rumah orang tapi buat rumah sendiri nggak sebagus rumah orang yang di bangunnya. Sebenernya aku agak kesel sih, toh yang buat dia puas itu beruntung aja dapat pelanggan kayak aku yang males pangkas sampai berantakan ni wajah, dan tiba-tiba menjadi keren. Ya itu juga pengaruh Muka sih sebenernya ada menurutku, kalau orang lain mungkin aja nggak bakalan berubah wajahnya kalau nggak punya basik muka kayak aku.
Perumpamaannya tentang tukan bangunan yang nggak bisa bangun rumahnya sendiri dengan baik itu bukan karena dia nggak bisa, tapi kebanyakan tukang bangunan itu punya penyakit males nabung dll. Kalau dia kerja jujur aja dan bener pasti bakalan jadi pemborong dan dipercaya banyak orang. Selain itu dia juga punya gaji yang pada dasarnya sama dengan orang kantoran kalu di hitung bener-bener.
Kalau dah jadi pemmborong tukang bangunan biasanya malah tajir-tajir. Bahhkan rumahnya bisa lebih bagus dari orang yang kerjanya kantoran. Mungkin ini adalah tulisan rasa kesel yang aneh.
Aku terkesan tidak mandi bukan karena nggak mandi tapi rambutku emang gini, mau mandi 10 kali pun gitu rambutku kering ya pastilah dikira belum mandi. Emang aku nggak bertemen sama yang namanya sisir, karena aku nggak pernah nemu cara nyisir yang bener dengan rambut yang kayak gini. Untuk selalu rajin pangkas ke tukang pangkas juga rasanya terlalu boros.
Ya bersukur aja punya rambut gini dan kesan gitu dari pandangan orang lain, toh kalau ada yang suka ke saya juga kebanyakan tulus nggak lihat fisik. Kemudian bakalan ada element surprise saat aku pangkas. Setelah itu bakalan ada tukang pangkas yang merasa puas dengan pangkassannya yang bagus.
