Penumpang Pesawat Terbang (Part2)

No Comments

Lanjutan Part 1

Entah mimpi apa kemarin malam kenapa perjalanan pulang pergi tempat duduk bangku pesawat selalu di ambil orang. kali ini bapak-bapak berbaju biru, barambut keriting di pangkas pendek. Dengan santainya seperti tidak merasa bersalah tu bapak-bapak main hape androidnya seperti tidak ada yang terjadi. Tapi yaudah lah ya toh ini tempat duduk di daerah pintu darurat, jadi jalan ke kursi selanjutnya aman. 

Selang beberapa menit berbalu pesawat pun mulai take off. Tepat beberapa detik mau take off bapak-bapak game android seleah mau pergi ke kamar kecil. Dia kuraang tau kalau lagi take off nggak boleh ke kamar kecil, atau ni orang pertama kali naik pesawat yah gitu aja nggak ngerti. Kemudian dia kembali sepertinya belom sempat buang air kecil sudah dilarang oleh pramugari. Mungkin ini namanya karma pak jangan main serobot-serobot aja tempat duduk orang. Akhirnya dia Buang air kecil setelah pesawat stabil. 

Sesaat sebelum terbang, pramugari menginstruksikan untuk membuka kartu keselamatan, terutama di bangku pintu darurat. Aku ambil kartu petunjuk keselamatan di depan bangku dan mulai membacanya. Makdekipe, kuntilanak bunting, kecoak beranak ni bapak-bapak malah ikut baca kartu yang aku baca. "Woiii itu punya elu ada di depan bangku baca sendiri" teriak dalam hati.

Setelah pesawat terbang dengan tenang, penumpang lain tertidur dengan pulasnya, aku muai merasakan ingin buang air kecil. Sepertinya aku punya ide supaya sedikit memijak, atau menyandungkan diri ke kaki ni orang. Tapi apa daya mungkin ni orang bisa baca pikiran kali yah, dia narik kakinya dalam-dalam sewaktu aku buka mulai sabuk pengaman. 

"Para penumpang diharap memakai sabuk pengaman , menaikkan sandaran meja, dan membuka jendela pesawat karena sebentar lagi pesawat akan mendarat." Suara mbak-mbak pramugari di sepeaker menandakan kami sudah mau mendarat. Si gorila bunting sebelahku ini kayak pertama naik pesawat heboh lihat jendela sehingga mukanya yang berminyak dan banyak lobang jerawat tepat di hadapanku. Kalau mau lihat pemandangan kenapa nggak dari tadi duduk deket jendela, kenapa bangku aku yang di serobot, ampu deh.

Akhirnya pun pesawat pudah mendarat, kalau naik pesawat maskalai ini sampai tujuan di Medan sudah bisa di pastikan pesawat belom berhenti penumpang udah heboh buka kabin pesawat. Dan si Gorila ini juga salah satunya. Selain heboh buka duluan dia juga serobot-serobot orang di depan biar cepat keluar. Kasihan juga lihat ibu-ibu di sikut sama dia.

Berhubung dekat pintu darurat, dan banyak bawa tas koper, aku dan si Baim santai-santai aja turunnya toh juga nuggu bagasi lagi. Sembari jalan turun dan nunggu  bagasi, aku certita kejadian selama di pesawat tadi dengan dia. Dia pun hanya ketawa ringan dengar certa ini.

Kami pulang naik damri yang menuju Plaza Medan Fair. Sepertinya kami penumpang terkahir di dampri tersebut, kami naik dan damri langsung jalan. Sebelum jalan si supir mengisyaratkan kalau tas di bawa  ke atas bus saja, ada tempat khusus koper dan tas besar ada di dalam. Enaknya penumpang terakhir damri, tas terletak paling atas tumpukan, dan nggak nunggu penumpang-penumpang lain lagi, alias langsung jalan. Aku dan Baim duduk terpisah lagi, si Baim lebih milih duduk di sebelah mbak-mbak india ketimbang duduk di sebelahku di bangku paling belakang. Dari kejauhan tampak orang yang sepertinya aku kenal. Ternyata si gorila bunting naik damri yang sama dengan kami. Mau cepat-cepat juga turun dari pesawat toh akhirnya pulangnya sama juga, dasar-dasar. Kebeneran dia turun duluan, ternyata tas dia di bagian paling bawah tumpukan tas yang membuat dia terpaksa membongkar tumpukan tas di atasnya. Mungkin ini karma part 2 dia gara-gara sikut-skut orang sembarangan di pesawat.

Banyak yang bisa renungkan dari kejadian ini, semakin kita berusaha semau kita, tapi dengan cara merugikan orang lain sama semuanya akan terasa sia-sia karena Tuhan Maha Adil.
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments

Post a Comment

Powered by Blogger.