Showing posts with label Humor. Show all posts
Showing posts with label Humor. Show all posts
Fakri adalah salah satu temanku yang paling aneh di sekolah, hari ini kami sedang melaksanakan buka puasa bersama. Raja dan Fakri adalah teman dekat, mereka berdua selalu jalan bersama-sama, NgeBand bareng, Nongkrong bareng, bahkan boker malem mereka juga bareng.

Seperti biasa setelah makan kebiasaan mereka adala merokok bareng. Mereka keluar ruangan dan duduk di pinggir jalan memproduksi asap rokok bersama.
"Ri, tadi kau lihat nggak acara Tv mater limbat berdiri di atas ketinggian 20 meter selama 20 jam? seram juga yah?" Raja bertanya dengan sanga antusias.

"Iya lah wak, capek juga ah itu kalau puasa-puasa berdiri 20 jam" jawabnya Fakri.

"iya ya wak, kayak mana lah dia buka puasanya di atas sana?"

"Gampang lah, kan buka puasa harus di segerakan, Cakap kotor aja dia di atas sana" Fakri tertawa terkekeh.

"Eh ko****, ambilin minum gw cepat, aus ni" gaya fakri menirukan Limbat berbicara kotor.

"iya ya wak" Pada akhirnya mereka berdua tertawa bersama-sama.

----

Nb : Kata "wak" di ambil dari kata uwak (paman) , namun entah kenapa kelama-lamaan sering anak medan pasaran menjadikanya kata untuk temen dekat.

Medan, 24-06-20016
Read More
Sebelahku duduk seorang om-om tua memiliki jengot dan kumis yang tebal. Inikah yang namanya wawancara kerja, membuat orang menunggu begitu lama. Aku pun mulai merasa sendirian, kenapa di perusahaan ini banyak yang melamar lebiyh dari umurku. aku merasa sendiri tidak punya teman tidak punya kenalan. lamakelamaan rasa bosan pun datang menyelimuti pikiranku. Seandainya om-om disebelahku ini menjadi siwon, pasti akan ku ajak ngobrol, kubelikan minum, dan ku jadiksan pacar.

Handphone yang biasa dapat menghiburku kini sudah tidak bisa memberikan jawaban atas hiburan ku siang hari ini. Semua aplikasi sudah dibuka dan tidak ada yang membuatku merasa tidak sendirian. 

Teringat seseorang yang kalau aku chatting denganya selalu membuatku tertawa. Adi namanya, entah darimana pemikirannya yang aneh banget selalu membuatku tertawa terbahak-bahak. Hanphone yang tadinya ssudah masuk ke dalam tas kini kembali aku bongkar-bongkar demi chatting dengan adi.

"Adiiiii"

"Adooooo"

"Adaaa"

"Ad"

"Di"
"Didi"

Banyak pesan spam terketuk agar adi cepat membalas chat.

"aku lagi wawancara kerja, lagi nunggu di panggil tapi aku sendirian, temenin aku cerita"

Adi membalas "Males, BAYAR!!!"

"Ish kau jahat di, ayok lah cerita apa aja"

"Kau dari planet mana sih, yang wawancara kerjakan biasanya nggak sendiri nunggu, pasti ada orang lain, cerita sana sama orang sebelah mu!!"

"Ada sih sebelah ku om-om"

"Yaudah ajak lah cerita"
"Nggak ah, nanti aku di kira tukang Hipnotis"

"Kebanyakan makam micin kau git, ngomong sama orang sebelah aja nggak berani"

Aku menahan tawa yang akan keluar, darimana hubungannya micin sama nggak berani ngomong. Adi adalah anak paling absurd yang penah aku kenal.
Read More
"Bayangkan saat sampai  di rumah kedua orang tua kalian sudah meninggal!" Teriak seorang pemateri Muhasabah.

"Huaaaahhh!" Suara tangisan pun semakin keras di telinga.

Adi yang ikut dalam ruangan tersebut pun ikut menangis. Terbayangkan olehnya kejadian yang di ucapkan pemateri itu benar-benar terjadi, air matanya jatuh tiada terhenti. Muhasabah itu benar-benar curang, selalu memaksa seseorang untuk menangis dengan membawa-bawa orang tua. Nenek-nenek pemakan lolipop juga nangis kalau ingat orang tuanya.

"Kau tadi nangis paling keras yah 'di?" Gabe bertanya dengan logat bataknya.

"Ah enggak kok, aku tadi cuman pilek banyak debu di karpet situ." Alasan Adi.

"Jadi ini kok basah karpet tempat ko duduk tadi ? emh bauk pesing lagi!" Sambil mencium karpet tempat duduk Adi.

"Ah masa ?" Adi pun pergi , dan tidak selalu pura-pura tidak kenal Gabe lagi seumur hidupnya.

Beberapa tahun setelah itu, Adi sudah cukup terkenal di organisasi kampusnya. Adi juga sudah cukup sering menjadi pemateri di acara kampus. Kemudian Fakultas Suka Maju (FSM) membuat sebuah training buat anggota baru di organisasi fakultasnya. Karena Adi sudah sering mengisi materi di sana-sini maka adi yang dari Fakultas Salah Urus (FSU) di tunjuk jadi salah satu pemateri. selain ada ada juga Rudi dari FSU di tunjuk menjadi emateri Muhasabah. Muahasabah itu hampir sama dengan ESQ, ya buat anak orang mewek, dengan cara baca-bawa orang tua. Saat hari H training ternyata Rudi nggak bisa datang. Kebetulan Gabe adalah salah satu panitia yang bertanggung jawab atas kehadiran Rudi di acara tersebut.

"Aduh gimana nih? si Rudi nggak bisa datang lagi ?" Ucap Gabe.

" Udah ganti si Adi aja gak papa tuh!" Jawab Yuyun si Ketua Panitia.

"Apa pulak, Dulu dia aja ikut muhasabah nangis sampai kencing di celana," Gabe ngomong dengan logat batak.

"Di coba aja dulu deh siapa tau dia bisa, kalau nggak ada yang nangis yaudah kita ikhlasin aja!" jawabnya santai. Tiba-tiba tanduk juga keluar dari kepala Yuyun. 

Ketika Adi sampai di lokasi Yuyun pun menghampirinya dengan wajah senyum-senyum.

"Di kau jadi pemateri muhasabah juga yah ? si Rudi nggak bisa dateng nih," suara memelas Yuyun sampai di telinga Adi.

"Cakap kotor ni ketua panitia. nggak !" tolak Adi.

"Plis dii, kau harapan ku, yang lain nggak bisa, nanti jatah makan acara ini ku kasih double. hehe," Yuyun cengengesan manja.

"Yaudah deh!" berat bagi Adi menolak tatah makan lebih.

Acara mahasabah Adi mulai setelah Sholat Subuh. Malamnya adi berfikir keras bagai mana muhasaba besok pagi.  Adi mulai membuka HP nya dan mengotak atik lagu sedih untuk muhasabah. "Aduh nggak ada lagi lagu sedih!" sambil menggaruk kepala Adi terus berfikir. Dengan cepat dia melihat sisa kuota internet dan berfikir lagi. "Asssikk cukup!" Teiak Adi Membuat orang sekitarnya terbangun dan memberikan tatapan kesal. adi mendownload sebuah lagu sedih dengan kuota internel seadanya. Pagi pun tiba adi mulai mempersiapkan diri dan HP nya untuk memulai acara itu.

Lagu sedih pun di putar Adi, senyap sepi seketika di sekitar ruangan acara. Adi menyuruh peserta acara untuk memejamkan mata, dengan persiapan minim malam harinya adi memulai muhasabah. Adi mulai mengarang cerita dengan imajinasinya.

"Bayangkan saat sampai ke rumah kedua orang tua kalian sudah meninggal!" Teriak Adi.

Hanya ada satu orang perempuan yang menangis. Seharusnya itu bagian kelimaks dimana semua eserta nangis.

"Di, nggak ada yang nagis di." Bisik Yuyun.

"Masa Yun? ada tuh satu." Balas Adi dengan berbisik juga.

"owh yaudah lanjut deh sampai kelar Di!" perintah Yuyun.

Acara pun selesai, adi melihat hasilnya. 80 % dari peserta ternyata ketiduran, 1 orang nangis, dan sisinya cekikikan setelah acara.

"Thanks ya Di, udah mau bantu kita-kita~" Yuyun berterimakasih.

"Ya nggak masalah Yun!"

"Walaupun gagal ya lumayan lah buat ngisis acara. Btw di lo kok ikut nangis?" Yuyun melihat mata Adi sembab abis nangis.

"Nggak ah, ini tadi kelilipan!"
"Eh, ini kok celana mu basah ? kau kok bau pesing?" Yuyun tak sengaja mencium sesuatu.

"Eh Yun aku pulang duluan yah!" Samber Adi langsung buru-buru pergi.

Kemudian dari kejauhan Adi teriak " Ini semua mungkin karena hatiku terlalu lembut Yun!"

http://nyunyu.com

Read More
Seperti yang saya ceritakan di tulisan saya sebelum-sebelumnya, saya ini termasuk seorang siswa yang tidak pernah terlambat ke sekolah selama sekolah menengah atas (SMA). Awalnya bermula dari sekolah dasar (SD) dimana saya selalu terlambat sampai ke sekolah dari kelas 2 sampai kelas 4 SD. Bagaimana tidak terlambat, jarak rmah saya ke sekolah saya sekitar 8 kilometer, dan melewati daerah macet di kota medan yaitu mongonsidi. Selain itu saya juga selalu di antar menggunakan Mobil atau di antar menggunakan angkot. Sudah pasti kendaraan itu kalau sudah terkena macet pasti paling lama sampainya ketibang naik sepeda motor. 

SD saya dulu meiliki jadwal masuk jam 7.30 dan pulang setelah sholat Asar, sekitar jam 4 sore. Sehingga sekolah menyediakan makan siang untuk semua murid dan guru. Karena sekolah saya sekolah baru muridnya masih sangat sedikit per kelasnya. Kelas saya juga muridnya hanya sekitar 27 siswa. yang jadi masalahnya adalah hukuman untuk yang terlambat itu cuci piring makan siang murid lain. Kalau ada 3 orang siswa yang terlambat maka 3 orang siswa itu yang cuci piring satu kelas 27 orang dan biasanya saya wajib cuci piring karena rajin terlambat.

Jam istirahat setelah sholat Zuhur saya sudah pasti nongkrong cuci piring di kamar mandi sekolah. Berhubung masih SD nyuci piring itu kegiatan yang menyenangkan main-main air bersama teman-teman. Sampai suatu ketika saya beberapa hari terlambat sendirian terus. Ibu walikelas pun akhirnya ikut bantuin nyuci piring. 

"loh kok ibu bantuin saya nyuci piring?" anak polos ini nanya.
"iyah, ibu bosan lihat kamu terus yang terlambat!" dia menjawab sambil sedikit tersenyum. 
"owh ok bu". kemudian saya melanjutkan berkhayal nyeir mobil pakai piring-piring kotar ini.

Setelah dewasa saya baru sadar kalau ibu walikelasnya kasihan lihat saya nyuci piring mulu. Padahal sebenarnya saya nggak pernah cuci piring sendiri di rumah makanya saya senang-senang aja. setelah kelas 4 sd rumah saya pindah dekat dengan sd saya. Sekitar 2 km jarak dar rumah ke sekolah. muali hari itu saya nggak pernah terlambat lagi sampai ke sekolah.

Semasa SMA jarak sekolah ke rumah saya juga 8 kilometer, tapi bedanya sma saya pergi tidak di anter lagi. Jadi pas kelas 1 saya naik angkot dari rumah, saya bangun sebelum subuh sholat subuh di mesjid, abistu langsung mandi dan sarapan dan paling lama keluar rumah setengah 7 pagi. Sampai kelas 2 orang tua saya membelikan sepeda motoruntuk saya naiki dan kebiasaan pergi pagi itu nggak bsia hilang. sangking seringnya datang pagi saya serng lebih cepat datang dari si pade, cleaning service sekolah. bahkan kadang-kadang saya yang buka gerbang tangga untuk naik kelantai 2 sekolah. seharusnya itu kerjaan satpam tapi sepertinya satpam sekolah males bka gerbang dia cman buka gemboknya doank. 

Seaktu kelas 3 sma adki saya si ojan ikut masuk sekolah yang sama. Awalnya dia sempat ngeluh," ish bang ngapain cepat-cepat kali kesekolah?". "Nggak apa-apa jan lebih bagus kecepatan kesekolah ketimbang terlambat!" dan akhirnya dia ikut aja apa mau saya. Kalau ada award untuk jadi siswa paling cepat hadir pasti saya dapat.

Suatu ketika saya sadar saya udah di ujung masa sekolah, setelah sma nggak ada lagi sekolah. nggak tau entah pemikiran dari mana kok saya kayaknya belom pernah bandel sewaktu sma. Sampai pada suatu pagi saya berfikir kayaknya enak lari keliling lapangan sepakbola sekolah. Biasanya itu hukuman untuk siswa yang terlambat. Tapi sialnya saya kesekolah bonceng adek, kasihan dia di hukum gara-gara saya, toh dulu yang buat dia rajin bangun pagi saya juga, masa harus makan omongan sendiri? Namun, mungkin ini namanya kebetulan, tiba-tiba ban sepeda motor saya bocor di perjalanan. Akhirnya saya teraksa menghentikan kendaraan saya.
"Ah bisa terlambat lah ini sekolah kita bang!" Ojan Berkata.
"Itu ada tambal ban jan, ojan ke sekolah aja dulu naik angkot itu, abang nambal ban aja dulu, gpp kokabang belom pernah terlambat." saya melihat sebuah tambal ban.

Sewaktu saya dorong terlihat Wakil Kepala Sekolah lewat dan nggak negur. yaelah ni guru paling enggak negur kek atau bawa si ojan kek ke sekolah, toh dia nggak bonceng siapa-siapa dan nggak bakal terlambat sampai sekloah kalau bonceng si ojan. Tidak lama angkot pun lewat dan si ojan naik.
"Ojan duluan ya bang."
"ya jan" u jawab. 

Yessssss, dalam hati yang terdalam, bsia kena hukum sama guru terlambat dan lari kelililng lapangan sepak bola di akhir masa sekolah ini. Prosesi penambalan ban sepeda motor saya pun berlangsung selama 1 jam. Saat ini pukul 8 pagi dan suah pasti saya akan terlambat. Tebayang olah saya rasanya segar abis lari di lapangan hijau di kelilingi pohon besar. Saya pun melaju sepeda motor saya dengan sangat lambat biar makin afdol terlambatnya. Saya parkirkan kendaraan saya itu, namun sayang saya tidak dapat tempat parkir saya yang biasa karena tempat parkr udah penuh. saya nauk ke lantai 3 dan di bu guru BP udah mengunggu.
"Loh tumben terlamabat?" Guru BP bertanya.
"Ban sepeda motor saya bocor 'bu." Jawab ku.
Dan ia langsung percaya. Mungkin kalau siswalain dia akan langsung jawab lagi "Alesan klasik." tapi kenapa saya nggak di tanya gitu. Keadilan tidak merata di bumi ini. Kemudian saya di suruh baris dengan beberapa teman-teman saya yang emang sudah langganan baris pagi-pagi di temapat terlambat. 

Kemudian bu guru BP itu bertanya kepada siswa lainya alasan terlambatnya kenapa. sambil menunggu mungkin ada siswa lain yang terlambat biar di hukum bareng-bareng. setelah jam setengah sembilan sepertinya udah nggak ada lagi yang mau datang hukuman pun di mulai. Akhirnya saya bisajuga bandel sewaktu sma. Tiba-tiba wakil kepala sekolah lewat dan berkata " ini salim nggak usah di hukum tadi saya lihat dia bannya bocor, udah masuk kelas sana" sang guru BP pun angguk-angguk dan menyuruh saya kembali ke kelas.
"Damn udah hampir di hukum untuk pertama dan terakhir  selama sam malah di batalin."Gumamku dalam hati. Setelah itu pun saya berjalan ke arah kelas saya, kemudian melihat kebelakang. Ternyata hukumannya bukan lari tapi merentangkan tangan sambil angkat kaki.
"Eh sukur deh, kalau hukuman itu sih nggak asik cman pegal-pegalin badan aja" gumam ku.
Pada akhirnya saya beneran nggak pernah kena hukum terlambat selama masa SMA. Ada perasaan sedikit menyesal sih kenapa nggak pernah bandel. 
Read More

Suatu hari, ada sebuah hari di mana hari tersebut adalah hari penggumuman nilai semester pertama ku. Di hari tersebut aku berdoa terus menerus agar mendapatkan nilai tertinggi di jurusanku. Seketika aku hendak mandi teringan sebuah hadis tentang muliakan lah rambut mu. Sepertinya rambutku sudah lama tidak di sampo. Sehingga aku bertekat mana tau aku menyampo rambutku nilaiku bisa menjadi nilai tertinggi di jurusanku. Masuk lah aku ke kamar mandi dengan menggunakan handuk dan baju masih terpakai lengkap. Mulai kulepas semua baju yang melekat. Kemudian aku langsungmembersihkan tubuhku dengan sabun, menyikat gigi, dan lain-lain. Saat mau keluar kamar mandi dan menggantungkan hadukku untuk menutup aurat. Aku baru teringat belom shampoan, kemudian aku kembali dan menaruh handuk kembali pada tempatnya.

Aku mulai mengambil shampoo, terlihat ku ada shampoo bayi adek ku.
“Shampoo bayi gak ada diterjennya jadi rambut gak rontok bang !“ Alasan adek ku memakai sampoo bayi.
Langsung lah aku mengambil shampoo tersebut, selagi busa sampo memenuhin rambut ku aku teringat iklan shampoo ini yang gak pedih di mata. Kemudian ku coba taruh dimata, ku tuang langsing ke mata, pedis enggak yah ? ehhh ternyata enggak, setelah sadar, Betapa bodohnya diriku. Lama-lama aku pikir, halah gak papa lah itu sekalian nyampoin bulu mata, orang kan gak pernah nyompoin bulu mata.
Read More
Ketika kecil sewaktu umurku masi 2-3 tahun, di malam ketiga ku tidur di tempat tidur sendiri karena si Ojan sudah lahir. jadi aku dapat tempat tidur sendiri. tempat tidurnya hanya sejengkal dari semen. di malam itu turun hujan sepanjang malam, kemudian terdengar suara kodok "mwoook mwoook," terdengar sangat keras.
kemudia daya imajinasi umur 3 tahun ku pun keluar. aku membayangkan semua kodok yang bersuara itu memiliki ukuran setinggi perut manusia dewasa. tak lama berselang suara kodok itu semakin besar dan dalam hayalan ku para kodok itu mau memasuki kamar ku. tersentak aku berlari ke tempat tidur umi dan buya(ibu dan ayah).
"kenapa alem ?"
Dengan sedikit menangis aku berkata, "tadi alem dengar kodok besar mau masuk ke kamar alem." Pada saat itu rasatakut ku mulai hilang. kemudian kata-kata umi yang menenangkan terdengar di telingaku
"Mana ada kodok besar, lagian kodoknya di luar, kan kodok makhluk ciptaa tuhan juga jadi gak usah takut."
"Ya udah kalo masih takut tidur sama umi dan buya aja di sini!".
Setelah itu aku terlelap tidur dala pelukan hangat umi sampai pagi.
I love you mom never forget you

Read More
Pada hari itu hari rabu di bulan juni di 2011. Biasa semester dua pada, jam-jam 11 an waktunya pelajaran Ilmu Ukur Tanah, yah pelajaran yang menarik dan tidak begitu sulit, cuman tentang sudut-sudut dan prinsip beda tinggi anatar titik di suatu lapangan. Seperti biasa pada hari itu sebelum pelajar ilmu ukur tanah, kami masuk Lab terlebih dahulu, yaitu lab uji bahan. Biasa kalau udah masuk lab pasti lah capek setelah itu, badan ini dah lemas rasanya, pada hari itu entah kenapa pak bin lama keluar dari kelas kami, maklumlah biasanya anak D1 biasa pakai kelas kami dengan dosen pak bin kalau kami masuk lab uji bahan.
Ternyata mereka lagi ujian, kalau di pikir-pikir enak juga D1 ini. Saya masih baru masuk semester 2, ehh mereka dah mau wisuda aja, selamat yah buat wisudanya bentar lagi. Terpaksa lah kami mengalah mencari lokal lain di sebelah, yaitu di kelas 2B,  yaah walau kelas tersebut sudah pernah jadi kelas kami di semester 1 kemarin tetep aja terasa berbeda kalu dah lama gak masuk ke situ,  sewaktu aku mau masuk bangku depan sudah terisi penuh, tinggal bangku paling kanan di belakang yang kosong, yasudah lah, ehh teringat hari pertama masuk, saya juga memilih bangku tersebut.
Tepat di depan bangku ku tersebut lurus ke depan ada kaca, kadang-kadang bisa berkaca sikit. Lanjut, masuk lah dosen ilmu ukur tanah kami Mulai lah bapak tersebut menjelaskan berbagai macam hal, dari sudut-sudut, pemakaian alat, cara mengkoreksi perhitungan di lapangan yang salah , dan lain-lain. Lama kelamaan kok tumben tiba-tiba rasanya ngantuk yang sayngat dahsyat, mata mau terpejaam saya rasa saya, terkadang sedikit melamun, dan terkadang sambil sedikit-sedikit melihat jam, ngantukk sekali, tepat di sebelah ku duduk Bana.
Biasa kawan akrab kalau udah melakukan sesuatu kami lebih sering bersama. Karena suntuk dan ngantuk, si Bana bongkar-bongkar laci meja, Kemudian di menemukan rokok satu bungkus dan mancis nya. Timbul di otakku ahhh bisa di maenin ini mancis. Lalu aku meminjam mancis tersebut, masuk lah setan, mulai ku bakar-bakar tuh laci meja, tapi kok kantuk ini gak ilang-ilang, terkair nya jalan terampuh menghilangkan kantuk sewaktu kuliah adalah membakar jari. Mulai ku bakar tangan ku, wahhh jelas terang langsung apa-apa di sekitarku, nampak dunia itu. Bertambahlah pengalaman hidup ku, kalau ada mancis bisa tuh bakar tangan kalau ngantuk sekali. Tetep semangt kuliah teman-teman jangan kalah dengan keadaan.
Read More
Previous PostOlder Posts Home
Powered by Blogger.