Kakek Part 2

No Comments
"Assalamualaikum..." Ayah pulang dari kantor membawa bungkusan plastik.

"Waalaikumsalam, eh ayah pulang bawa apa nih?"
Dari dapur mamak jalan perlahan kedepan, melewati ruang keluarga dan ruang tamu yang berkeramik orange. Tiga langkah di depan ayah ibu sudah menjulurkan tangannya untuk salim kepada ayah.


"Ini ayah bawakan mentega dan tepung buat kamu masak." 

Ayah memberikan bungkusan plastik hitam itu kepada mamak. Ayah adalah seorang suami yang selalu pengertian, beliau sering membelikan tepung dan mentega sembari jalan oulang kerumah. Walau bukan membawa bunga atau cicin seperti orang masa kini kebanyakan, tapi cinta ayah kepada keluarganya melebihi apapun di dunia ini.


Sepasang sepatu dan kaus kaki aya telah dicopotnya, ayah masuk ke ruang keluarga meletakkan tasnya di tempat biasanya kemudian masuk kamar. Ayah melepaskan bajunya dan di gantung di samping pintu kemudian menggambil sarung berwarna coklat bermotif kota-kotak dan memakainya. Dari dalam pintu kamar coklat ayah keluar dan beranjak ke arah rak buku. Ayah memilih buku agama kesayangannya untuk di baca. Ayah keluar rumah dan duduk di teras sambil membaca bukunya tersebut. Seperti biasa setiap sore aku dan saudara-saudara ku bermain-main di teras rumah dekat ayah membaca bukunya.

----
NB : ayah adalah Kakek saya, dan aku adalah ibu saya
Lanjut Part 3
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments

Post a Comment

Powered by Blogger.