Penumpang Pesawat Terbang (part 1)

No Comments

"Bang aliiim, ini tante nong mau ngomong!"
sebuah telepon dari salah satu tante favoritku.


"Ya ada apa tante?"
"Tanggal 3 nanti sampai tanggal 5 alem nggak ada acarakan? Ikut sama tente yuk ke Pekanbaru"
"Nggak ada tante, ok salim ikut"
"Nanti kita pergi sama Baim juga"
"Siap Tante"
...

Pagi ini aku akan naik pesawatke kota yang nggak pernah jadi lama yaitu Pekanbaru, karena namanya selalu baru. Seperti kebanyakan orang kami memilih pesawat denga budget terrendah hari itu. Ya, tentu saja dengan maskapai yang udah pasti delay dan akan aneh jika tidak dilay. Tidak usah di jelaskan maskapai apa, setiap orang Indonesia pasti kenal maskapai ini. 

Sudah menjadi hal yang di maklumi untuk fasilitas maskapai ini, tapi kali ini bukan hanya maskapainya yang menyebalkan penumpangnya juga. Jam terbang yang tinggi oleh tante nong membuat kami di letakan di tengah atau di depan. Jam terbang maksudnya benar-benar jam terbang di pesawat udara. Saat check in tante nong sudah memastikan kami tidak duduk di belakang, namun kami dapat bangku yang sedikit terpisah oleh jalan orang di dalam kabin pesawat. Saat itu bangku pesawa dalam satu baris ada 6 dan di tandai oleh huruf A,B, C, D, E, F. Kami mendapatkan bangku C, D, E, dan naasnya aku dapet bangku C. 

Siang hari yang cukup terik untuk naik ke kabin pesawat setelah turun dari bus yang juga pendnginya tidak terasa. kami menaiki pesawat dan mulai mencari nomor bangku. sam[ai lah ke bangku nomor 23, nomor bangku kami. Aku melihat ke sebalah kanan dua bangku kosong pada posisi D dan E. Kemudaian Hal yang terjadi di bangku C sudah ada orang. Mungkin orang yang duduk di bangku C ini nggak pandai baca. Aku danteante terdiam beberapa saat, sembari di dalam hati semoga tante menegur orang tersebut agar pindah. Namun yang di harapkan tidak terjadi.

Untuk penumpang pesawat baru duduk dekat Jendela adalah hal yang menyenangkan, tapi tidak kalau sudah tau kalau duduk dekat jendela dengan pesawat ekomomi susah untuk ke kamar kecil. Dan anehnya penumpang yang sudah salah duduk ini sepertinya sedikit ketakutan untuk di tegur. Beberapa saat aku menunggu dia sadar dan malu tapi dia tetap bersikeras mau duduk di situ. Akhirnya aku pun menaruh tasku ke atas kemudian siap menerobos kaki-kaki penumpang pencuri tempat duduk ini.

Dengan kecewa aku mulai menghadap depan pesawat dan menerobos kaki-kaki besar ini. Aku menerobos kaki-kaki mereka tidak dengan menghadap mereka, melainkan membelakangi mereka. Smebari berjuang sempit-sempitan tanpa sengaja ternyata aku sudah membelakangi mereka dengan bagian pant*t pas di depan muka mereka. Terasa sedikit lega di dalam hati bisa membalas walau tak sempurna. Awalnya ingin cepat-cepat masuk melewati mereka dan duduk dengan tenang, namun karena Kebaikanku aku perlamat masuk agar mereka merasakan pemandangan indah lebih lama, Opsss.



Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments

Post a Comment

Powered by Blogger.