Showing posts with label Cerita. Show all posts
Showing posts with label Cerita. Show all posts

Selama bulan puasa kita selalu menahan amarah, hawa nafsu dan juga rasa lapar, namun begitu lebaran datang kita kebanjiran makanan untuk di habiskan. Mulai dari ketupat, lontong, rendang, roti jala dan masih banyak lainnya. Semua makanan tersebut sengaja atau tidak sengaja bisa masuk ke dalam perut yang sangan kecil ini. Kebanyakan dari kita sebenarnya hanya lapar mata dan juga penasaran dengan rasa makanan-makanan tersebut. Belum lagi disaat bertamu banyak di suguhi beraneka ragam kue kering dan yang paling sering terjadi saat sudah makan 5 kue kering si tuan rumah belum lihat dan berkata "dimakan lah kuenya". 

Efek kebanyakan makan selama lebaran adalah sepanjang hari merasa perut tidak enak dan yang paling parah adalah di mana berat badan yang tadinya sudah turun malah semakin meningkat. Belum lagi efek jangka panjang seperi sakit gula (terlalu banyak minum sirup) , kangker (kantung kering, terlalu banyak ngasih THR) dan lainnya.

Ada sebuah cara sederhanya mengatasi sementara rasa kekenyangan sepanjang hari saat sudah sampai di rumah. Cara ini sering saya peraktikkan saat lebaran dan lumanyan membantu. Begini lah caranya :
1. Siapkan air panas, dan juga teh bubuk atau teh celup.Apabila tidak ada yang penting teh yang bisa di seduh.

2. Masukan air panas ke dalam gelas yang bersih dari bakteri dan streil.

3. Lalu seduh teh yang sudah di siapkan tadi ke dalam air panas tanpa gula.

4. Duduk santai di bangku yang paling nyaman ada di sekitar kita.

5. Ambil teh tersebut dan minum.


Mudah mudahan dengan tips tersebut kita bisa mengurangi rasa kekenyangan yang telah di alami selama seharian penuh.

NB : Intinya minum teh pait hangat.
Read More
Badanku sudah mulai dekil berhari-hari lalu, baju ini juga sudah sangat lusuh. Beda sekali perlakuan mereka dengan salah satu temanku yang berbaju merah itu. Dia selalu mendapatkan tempat spesial di bandingkan denganku.

Kemarin aku dengar si baju merah bejalan-jalan ke mall, caffe, toko baju dan rumah makan mewah. Kemana-mana si baju merah bersama orang yang wangi dan selalu menjadi pusat perhatian orang banyak. Kalaupun si merah ditinggalkan di pinggir jalan, akan ada orang lain yang membawanya.

Sedangkan aku hanya bisa berjalan-jalan ke tempat parkir, warung dan pasar tradisional. Kemana pun aku lebih sering dengan orang yang bau dan selalu di abaikan oleh orang sekitar. Seandainya aku tertinggal di pinggir jalan maka akan ada 10 orang yang mengabaikan.

Walaupun begitu aku lebih sering singgah ke Mesjid, panti asuhan dan orang tidak mampu. Kebanggaan merah hanya saat dia bisa bersama orang hebat namun sedikit bermanfaat untuk orang lain.


Medan, 03 Juli 2016
Read More
Sebuah pagi di kejutkan dengan serba Rp . 13.330 harga buku di playstore. Belakangan saya sering beli ebook di playstore, karena selain lebih murah dari pada beli ditoko buku, juga kita menghemat kertas untuk program Go-Green. Tapi kan sulit membaca di layar hape android ? Memang bener sih, tapi beberapa hari lalu saya nggak sengaja buka-buka toko online, dan nemu sebuah tablet seharga sekitaran 700 ribu merk Evercross. Karena penasaran dan isi tabungan sedikit berlebih akhirnya saya coba beli. Alhasil sampailah tablet baru berukuran 7 Inci di rumah. Barangnya sangat memuaskan dengan budget mini. Bahkan sekarang saya nulis blog ini via tab baru ini. 

Dengan adanya tablet baru, saya coba beli buku gratis dulu di playstore. Selain buku gratis, saya juga coba baca contoh buku. Ternyata tidak seperti yang di bayangkan, baca buku di ebook juga sama menyenangkannya dengan buku asli. 

Beberapa hari setelah itu, saya coba beli pulsa Telkomset sebesar 100 ribu, dan saya beli buku yang saya sudah lihat contohnnya tempo hari. Jujur aja kecepatan saya membaca lebih dari biasanya ketika saya membaca di tablet ini, mungkin berasa orang kaya kali ya.  Kemudian saya mulai mencari-cari buku yang saya mau, pada akhirnya saya beli 4 buku dengan tambahan pulsa lagi.

Sampai tiba pagi ini, pulsa telkomsel sudah terisi 100 ribu. Ada berapa buku yang ingin saya beli, namun dengan budget segitu, paling hanya satu atau dua buku yang bisa saya beli. Jari mulai melihat lihat kembali buku yang kemarin sudah saya targetkan beli. Dan tidak sengaja ada tulisan serba Rp 13.330. 

Isi promosi buku tersebut bukan sembangan, mungkin kemarin saya sering buka-buka dan sempat baca contoh buku tersebut, karena mahal saya urungkan niat membeli. Saya lebih mencari buku yang saya perlu dulu. Dan ternyata buku tersebut masuk ke dalam diskon, kemungkinan diskon berdasarkan sistem. Pada akhirnya saya beli 5 buku dengan harga sekitar 14 ribuan per buku. Sekedar bagi info,mungkin ada yang gemar membaca namn lowbudget seperti saya.  Semoga tulisan ini bermanfaaat.

Ahmad Salim, Medan 23 Juni 2016.
Read More
Aku Pernah mengenal seorang dokter yang sangat baik hati. Kebanyakan dokter di Indonesia memiliki harta yang berlimpah, begitujuga dokter ini. Beliau memiliki banyak rumah di berbagai kota. bahkan hartanya banyak juga di luar negeri hanya untuk di tabung. 

Suatu saat beliau ingin memberikan adik kesayangannya sebuag kursi, karena adiknya tersebut belum memiliki kursi ruang tamu yang indah. Namun ia tidak ingin di ketahui oleh istrinya bahkan anaknya. Kemudian timbul lah ide untuk membuat seolah olah itu adalah jual beli. Sang dokter memberikan uang sebesar 2 juta rupiah kepada adiknya, kemudian uang tersebut seperti di tukarkan dengan kursi yang mau di berikannya tadi. Begitulah cara sangkin ingin menyembunyikan tangan kiri saat memberi tangan kanan.

Sang dokter memiliki Ibu yang sakit-sakitan, namun dikarenakan  dokter ini bekerja di luarkota sebagai direktur rumah sakit, ia jadi jarang berjumpa dengan ibunya tersebut. Namun kedua adik perempuannya merawat sang ibu. Suatu hari karena ingin menebus rasa bersalahnya sang dokter akhirnya memberangkatkan Haji kedua adiknya terebut. Lagi-lagi tanpa embel-embel di beritahukan kepada siapapun. 

Sang dokter selalu saja membantu seluruh keluarganya. Anak dari abang kandungnya yang sudah lama meninggal pernah mengalami masalah. Kemudian dengan cekatan beliau langsung membantunya. seringkali kejadian ia membantu tanpa ada cerita dari orang lain.

Sampai pada akhirnya di hari wafatnya dokter tersebut, seluruh keluarga yang ada di luar kota pun ikut memaksakan hadir ke pemakammannya. Kekayaan yang sebenarnya bukanlah seberapa banyak yang kita miliki melainkan seberapa banyak yang kita berikan.




Read More

"Bang aliiim, ini tante nong mau ngomong!"
sebuah telepon dari salah satu tante favoritku.


"Ya ada apa tante?"
"Tanggal 3 nanti sampai tanggal 5 alem nggak ada acarakan? Ikut sama tente yuk ke Pekanbaru"
"Nggak ada tante, ok salim ikut"
"Nanti kita pergi sama Baim juga"
"Siap Tante"
...

Pagi ini aku akan naik pesawatke kota yang nggak pernah jadi lama yaitu Pekanbaru, karena namanya selalu baru. Seperti kebanyakan orang kami memilih pesawat denga budget terrendah hari itu. Ya, tentu saja dengan maskapai yang udah pasti delay dan akan aneh jika tidak dilay. Tidak usah di jelaskan maskapai apa, setiap orang Indonesia pasti kenal maskapai ini. 

Sudah menjadi hal yang di maklumi untuk fasilitas maskapai ini, tapi kali ini bukan hanya maskapainya yang menyebalkan penumpangnya juga. Jam terbang yang tinggi oleh tante nong membuat kami di letakan di tengah atau di depan. Jam terbang maksudnya benar-benar jam terbang di pesawat udara. Saat check in tante nong sudah memastikan kami tidak duduk di belakang, namun kami dapat bangku yang sedikit terpisah oleh jalan orang di dalam kabin pesawat. Saat itu bangku pesawa dalam satu baris ada 6 dan di tandai oleh huruf A,B, C, D, E, F. Kami mendapatkan bangku C, D, E, dan naasnya aku dapet bangku C. 

Siang hari yang cukup terik untuk naik ke kabin pesawat setelah turun dari bus yang juga pendnginya tidak terasa. kami menaiki pesawat dan mulai mencari nomor bangku. sam[ai lah ke bangku nomor 23, nomor bangku kami. Aku melihat ke sebalah kanan dua bangku kosong pada posisi D dan E. Kemudaian Hal yang terjadi di bangku C sudah ada orang. Mungkin orang yang duduk di bangku C ini nggak pandai baca. Aku danteante terdiam beberapa saat, sembari di dalam hati semoga tante menegur orang tersebut agar pindah. Namun yang di harapkan tidak terjadi.

Untuk penumpang pesawat baru duduk dekat Jendela adalah hal yang menyenangkan, tapi tidak kalau sudah tau kalau duduk dekat jendela dengan pesawat ekomomi susah untuk ke kamar kecil. Dan anehnya penumpang yang sudah salah duduk ini sepertinya sedikit ketakutan untuk di tegur. Beberapa saat aku menunggu dia sadar dan malu tapi dia tetap bersikeras mau duduk di situ. Akhirnya aku pun menaruh tasku ke atas kemudian siap menerobos kaki-kaki penumpang pencuri tempat duduk ini.

Dengan kecewa aku mulai menghadap depan pesawat dan menerobos kaki-kaki besar ini. Aku menerobos kaki-kaki mereka tidak dengan menghadap mereka, melainkan membelakangi mereka. Smebari berjuang sempit-sempitan tanpa sengaja ternyata aku sudah membelakangi mereka dengan bagian pant*t pas di depan muka mereka. Terasa sedikit lega di dalam hati bisa membalas walau tak sempurna. Awalnya ingin cepat-cepat masuk melewati mereka dan duduk dengan tenang, namun karena Kebaikanku aku perlamat masuk agar mereka merasakan pemandangan indah lebih lama, Opsss.



Read More
Cipratan air membasahi seluruh mukaku. Didalam sebuah bak plastik kecil berwarna merah jambu, aku sering di mandikan ummi (panggilan untuk ibuku). Kalaitu kami masih tinggal di rumah nyak (sebutan nenek untuk orang aceh). di sebuah kamarmandi berkeramik warna biru muda dengan atap seng dan ada bagian seng terdapat sebuah plastik membentuk seperti seng namun dapat menembuskan cahaya matahari. ehingga apabila di siang hari kamar mandi ini tidak perlu menghabiskan listrik yang terpakai untuk pencahayaan sebuah bola lampu.

Di dalam bak tersebut aku bermain air, ummi bisa memandikanku dengan adik ku si ojan. Kami sering bermain kapal-kapalan, bom air dan banyak lagi hayalan anak kecil lainya. Ada satu hal yang aku bingungkan dari zaman itu sampai saat ini, di dalam bak tersebut terdapat gambar sebuah rusa kecil yang sangat misterius. Gambar rusa itu layknya seperti gambar karton yang terkenal pada waktu itu contohnya lion king, cinderela dan kawan-kawannya. Namun tidak sama sekali aku pernah melihat film karton rusa kecil seperti pada bak itu. Apakah ilm kartun rusa ini kurang laku di Indonesia, ataukah memang aku saja yang tidak pernah melihatnya. Begitulah yang ada dipikiranku saat itu sampai beberpahari lalu.

Di siang hari yang terik, di dalam kamar ku yang sejuk aku sedang tidak punya kegiatan. bukan tidak punya tepatnya tapi tidak tahu harus melakukan apa. akhirnya kuputuskan untuk membuka laptopku dan mencari film untuk di download dan di tonton. Kebiasaan ku aku kalau mau menonton film harus sambil mendownload, sehingga saat filmnya habis aku bisa melanjutkan nonton film baru. Aku menonton film mermaid saat itu. sebuah ilm cina tentang ikan laut yang kalau tidak salah Directornya Steven Chow. Seorang aktor komedi cina terkenal, pasti filmnya juga lucu pikirku. Sebelum memutar film aku sudah mulai mencari film apa yang akan ku download.

Tanpa sengaja aku melihat sebuah film disney jaman dulu. Film yang gambar covernya tidak asing dalam ingatanku. Film disney tersebut ternyata di buat tahun 1942, bahkan Indonesia belum merdeka. Filme yang membuat aku terus selama ini. Bambi adalah film rusa kecil yang ada di bak plastik ku mandi sewaktu aku kecil.

Untuk menjawab sebuah pertanyaan film apakah itu aku hasrus memaksakan diri mendownloadnya, walaupun aku sedang tidak ingin nonto kartun jadul seperti itu. dan terjawab sudah ternyata ini adalah idola masa kecilku yang aku tidak tahu bagaimana ceritanya. Gambar yang membuat aku trus tertarik mandi di bak Itu dengan rasa gembira.
Read More
Lemak pada perut semakin melebar. sudah banyak cara aku lakukan untuk menghilangkan lemak-lemak ini. Tapi kebanyakan aku kalah dan berhenti di tengah jalan. Lemah mungkin kata-kata yang cocok untuk ku yang berusaha menghilangkan zat pembuat gemuk dalam tubuh ini. Tapi apa daya setiap makanan Lezat sering mundar mandir di hadapanku. Setiap waktu untuk berolahraga yang aku siapkan selalu terlewati dengan adanya kegiatan lain atau hanya sekedar malas kecapikan setelah melakukan kegiatan lain. Ada alasanku untuk tidak berolahraga.

Tiga kilometer adalah jarak yang aku ingin tempuh setiap hari dengan berlari. Tidak jauh dari rumahku, ada sebuah taman di dalam daerah kampus untuk berlari. Disana terdapat pepohonan rindang, rerumputan, cornblok untuk berlari dan bunga-bunya beraneka ragam. Tempat itu sangat cocok untuk melakukan olahraga lari. bahkan jika hujan turun tiba-tiba ada kanopi yang di buat khusus di tengah taman agar orang bisa berteduh.

Aku Memulai melakukan peregangan, dengan cara menarik kaki ku ke atas selama delapan hitungan. Menarik kaki ku ke belakang dan samping juga selama delapan hitungan. peregangan adalah hal yang wajib dilakukan sebelum berolahraga. Aku mengambil sebuah Mp3 dari kantong ku dan mulai menyetelnya agar dapat menemani dan menghiburku selama aku berolahraga. headset yang biasaku pagai sudah tercantol di dalam MP3 tersebut.

Aku memulai lari dengan mengucapkan Bissmilah. Di antara taman-taman aku memulai langkah pertamaku untuk berlari. Samping kiri dan kanan terdapat rerumputan dan pepohonan yang seolah memberikan nafas baru agar aku tetap semangat berlari. Sepatu yang aku gunakan pun melakukan kewajibanya untuk melakukan gaya elastis yang mempermudah langkahku berlari. Udara terik sore hari merupakan tantanganku hari ini. Keringatpun menetes tanpa henti bersamaan dengan hentakan langkah kaki ku.

3 kilometer adalah jarak yang aku targetkan hari ini. Tidak begitu jauh untuk seorang petualang yang melakukan perjalanan ribuan kilometer. dan sangat jauh jika dibandingkan dengan seekor semut untuk melakukan perjalanan dengan kaki-kaki mungilnya. 3 kilometer jarak yang cukup mudah untuk pelari profesional yang sehat melewatinya. dan akan sangat sulit untuk orang yang bahkan tidak bisa berjalan karena kelumpuhannya. 3 kilometer adalah cita-citaku hari ini. 3 kilometer akan ku lakukan setiap hari sepanjang Hidupku untuk kesehatanku. #kilometer minimal target selamanya. Pelari 3 kilometer adalah aku
Read More
Aku di tolak lagi untuk kesekian kalinya. Bagaikan Tukang Obat pinggir jalan yang menjajakan jualannya kepada orang yang lewat, namun tidak ada yang membeli. Rasanya rontok seluruh badanku ternyata Rani juga menolakku. Ini sudah kesekian kalinya aku di tolak wanita untuk menikah.

Alasan Rani Karena ragu jika kami membangun rumah tangga bersama hanya akan berakhir pertengkaran saja. Rani cukup lama bersamaku sewaktu masih di organisasi kampusku dulu. Saat rapat kami memang sering cekcok masalah teknis pelaksanaan sebuah kegiatan. Namun kami tidak pernah bertengkar di luar rapat. Atau memang diriku yang kurang menarik dimatanya. Sudahlah aku mulai putus asa di batas waktu ini.

Almarhum Ayahku Menikah pada umur 25 tahun, aku ingin sekali mencontoh beliau. Rasa penasaran yang tinggi terhadap apa yang dirasakan Ayahku sewaktu muda dulu yang membuatku bertindak seperti ini. Hampir semua teman wanita aku ajak menikah. Namun sampai saat ini aku masih belum menikah.

Kebanyakan dari wanita-wanita itu terkejut karena aku menanyakan kepada mereka secara tiba-tiba. Mereka kebanyakan beralasan kenapa aku terlalu terburu-buru. Jelas saja umurku saat ini sudah 24 tahun, kalau aku belum menemukan calon ibu dari anak-anakku maka menikah umur 25 tahun sepertinya sulit bagiku.

Aku memang tidak tampan seperti Vino G bastia, Nicholas Syahputra, dan lainnya, Tapi aku juga tidak jelek. Walaupun kulit hitam manis, dan tidak telalu tinggi, aku cukup tampan dari pada Narji, Mandra dan Budi Anduk. Aku juga sudah berpenghasilan tetap sebagai kariawan di Ibu Kota. Apakah aku memang orang yang buruk?

---

Aku membuka handphoneku lagi, sambil mencari-cari nama teman wanita yang aku miliki, sampai aku tertuju pada satu nama yaitu Putri. Putri adalah teman baru saja aku kenal di Ibu Kota ini. Belum terlalu lama aku mengenalnya. Putri juga memiliki satu kampung halaman yang sama denganku. Seingatku dia juga belum punya pacar. Harapanku kali ini tertuju sepenuhnya kepada Putri.

Malam itu kuberanikan diri dan kumantapkan hati untuk kesekian kalinya berbicara kepada wanita untuk mengajaknya menjalin hubungan sampai akhir hayat. Aku mulai menekan tombol Handphoneku untuk menelepon Putri.

"Assalamualaikum Putri apa kabar ?"

"waalaikumsalam, baik Yono. ada apa nih tumben nelepon?"

"Ahh, gak papa Put, aku lagi galau nih."

"Owh, hahaha. mau curhat Yon?  gak papah curhat aja, aku juga lagi nggak sibuk nih."

"Hahaha, tau aja. Gini Put dulu Almarhum Ayahku menikah umur 25 tahun"

"Terus, terus!" Putri penasaran

"Aku kepingin kali ngerasain apa yang dulu Ayahku rasain,  aku udah ngajak banyak cewek buat nikah, tapi nggak ada yang mau."

"Hahaha kamu ngajaknya tiba-tiba yah ?"

"Iya Put, aku kepaksa ngajak tiba-tiba, kamu kan tau aku tuh nggak pernah mau pacaran, dan sekarang Umurku udah hampir 25"

"Iya juga sih, jarang ada cewek mau di ajakin nikah tiba-tiba gitu."

"Jadi aku harus gimana sih Put?"

"coba aja lagi hahaha"

"Oke deh aku coba lagi" Tiba-tiba jantungku Mulai berdebar lagi. Inilah waktunya aku bertanya kepada Putri. Maukah dia menjadi teman berjuang di sisa umurku ini.

"Put mau nggak nikah sama aku?"

"Loh kok aku ? hahaha. Gimana ya yon, jadi galau aku nih"

"Owh kamu udah punya pacar Put ?"

"Belom sih, tapi kayaknya aku mikir dulu deh. Besok pagi aku kasih jawaban yah yon ?"

"Owh oke lah put"

"Assalamualaikum yono"

"Waalaikumsalam"

Pembicaraan kami pun terhenti di ujung Telepon. Setidaknya kali ini aku tidak langsung di tolak seperti biasanya.  Aku berharap ada Bidadari yang menjawab kegelisahanku besok pagi.

---

Sepulangku dari melaksanakan sholat subuh di Mesjid, aku melihat hape ku yang msih terbaring di meja coklat di samping tempat tidurku. terlihat gambar sepucuk surat kecil di layar monitor Handphone ku. Kubuka kunci layar hp ku dan dengan cepat ku tekan tombol untuk membaca pesan singkat itu. Pesan yang menentukan apakah aku masih harus berjuang atau ini akhir dari perjalanan cintaku.

Aku membaca dengan perlahan isi pesan singkat tersebut dengan seksama. Kutatap layar hape dengan serius dan penuh perhatian. isi pesan singkat tersebut tiba-tiba membuatku pindah ke sebuah tempat. Tempat yang amat indah yang belum pernah aku jumpai sebelumnya. Disana terdapat taman bunga yang cantik, yang memiliki beragam warna. Di ujung taman terdapat air terjun yang percikan airnya membentuk pelangi kecil.

"assalamualaikum yono, sebenernya aku tadi malam udah mau langsung jawab di telepon, tetapi rasa ragu masih menghinggapiku sampai mata terpejam. Kuputuskan untuk Sholat Istiqoroh terlebih dahulu. Di sepertiga malam seletah Sholat Tahajud aku lanjutkan Sholat Istiqoroh. Kali ini aku dengan yakin dan percaya kamu lah Imamku di masa depan, minggu depan ajak orang tuamu ke rumahku ya Putri"
Read More
"Assalamualaikum..." Ayah pulang dari kantor membawa bungkusan plastik.

"Waalaikumsalam, eh ayah pulang bawa apa nih?"
Dari dapur mamak jalan perlahan kedepan, melewati ruang keluarga dan ruang tamu yang berkeramik orange. Tiga langkah di depan ayah ibu sudah menjulurkan tangannya untuk salim kepada ayah.


"Ini ayah bawakan mentega dan tepung buat kamu masak." 

Ayah memberikan bungkusan plastik hitam itu kepada mamak. Ayah adalah seorang suami yang selalu pengertian, beliau sering membelikan tepung dan mentega sembari jalan oulang kerumah. Walau bukan membawa bunga atau cicin seperti orang masa kini kebanyakan, tapi cinta ayah kepada keluarganya melebihi apapun di dunia ini.


Sepasang sepatu dan kaus kaki aya telah dicopotnya, ayah masuk ke ruang keluarga meletakkan tasnya di tempat biasanya kemudian masuk kamar. Ayah melepaskan bajunya dan di gantung di samping pintu kemudian menggambil sarung berwarna coklat bermotif kota-kotak dan memakainya. Dari dalam pintu kamar coklat ayah keluar dan beranjak ke arah rak buku. Ayah memilih buku agama kesayangannya untuk di baca. Ayah keluar rumah dan duduk di teras sambil membaca bukunya tersebut. Seperti biasa setiap sore aku dan saudara-saudara ku bermain-main di teras rumah dekat ayah membaca bukunya.

----
NB : ayah adalah Kakek saya, dan aku adalah ibu saya
Lanjut Part 3
Read More
"Woi melamun aja !" Tegur Ari teman sebangkuku. Kuliah hari ini seperti kuliah biasanya, dengan dosen yang lebih banyak cerita ngelantur ketimbang pelajarannya. Dari 2 jam waktu yang di gunakan untuk kuliah, 15 menit di gunakan untuk mengajar dan sisanya ceramah di kelas yang tidak jelas arah pembicaraaanya. Pak Tomy adalah dosen Matakuliah Bangunan Air, yang notabene seharusnya pelajaran yang banyak hitungannya. Di tanagan Pak Tomy mata kuliah ini full ceramah. Pak Tomy Ini beragama Kristen dan saya Muslim, wajar saja agak males mendengarkan ceramah dari beliau.
Kampus ku adalah salah satu kampus Negeri di kotaku. Sering orang-orang mengatakan kalau masuk kampus ini kalian melanjutkan SMA kelas 4. Sistem murid maksimal 1 kelas 30 orang, teman sekelas tetap sama dari awal sampai tamat, rangking per semester adalah yang menyebabkan kampus ini di juluki SMA 4. Fulan adalah langganan ranking terakhir di kelasku. Masuk kampus jam 8 pagi pulang jam 1 siang persisi seperti anak SMA.
Di saat hayalanku semakin jauh ke negeri antah berantah tiba-tiba Pak Tomy teriak kepada Fulan.

"Fulan, coba Jelaskan apa perbedaan Bendung dengan bendungan?"

"Hmmm,,, anu pak." Fulan kaget dan terdiam.

"Makanya kamu belajar yang benar!"

Kemudian karena ketidak tahuan Fulan Pak Tomy berceramah lagi panjang lebar kesana kemari, aku pun melanjutkan hayalanku. Sampai pada satu kalimat yang tidak sengaja aku mendengarnya samar-samar di balik hayalanku.

"Makanya Fulan, kamu harus rajin Sholat! Biasanya orang rajin Sholat itu berfikir lebih banyak untuk kepentingan umum, bukan untuk diri sendiri!"

Bagaikan guntur menyambar, tiba-tiba aku berhenti menghayal. Pak Tomy adalah seorang Kristen bisa berbicara seperti itu. Aku sudah masuk Islam dari lahir hampir tidak pernah berfikir seperti itu. Aku pun berfikir keras dengan kata-kata yang di sampai kan Pak Tomy tadi. Ada benarnya juga pemikiran Pak Dosen ini, terkadang aku harus medengarkan kata orang lain juga. Walaupun yang di sampaikan belum tentu semuanya benar, tetapi tetap saja ada beberapa hal yang harus aku jadikan pelajaran dalam hidup ini.
---
NB : ini kisah nyata dengan bumbu-bumbu karangan, dan nama yang di samarkan
Semoga tidak sara
Read More
Aku dilahirkan ke dunia ini tanpa memiliki kakek kandung. Maksudnya sewaktu aku lahir kedua kakek ku sudah meninggal. Namun aku masih memiliki dua nenek kandung utuh pada saat  di lahirkan, walaupun sekrang ini mereka berdua juga sudah menyusul san kekasih hati mereka. 

Semua kisah tentang kakek Ishaq kudapat dari buya (ayah). Walaupun sosoknya tidak pernah langsung berjumpa tapi cerita beliau sungguh banyak manfaatnya. Kakek adalah sorang pemain bola Persatuan Sepak Bola Deli Serdang, beliau juga merupakan seorang perawat di salah satu rumah sakit negeri di kota Tebing Tinggi. 

Karena tinggkat loyalitas yang tinggi, totalitas dalam bekerja kakek di angkat menjadi seorang kepala perawat di rumah sakit tersebut. Sebagai kepala perawat kakek mendapat faisilitas ruah dinas di area rumah sakit. Kakek selalu dengan tangkas membantu semua pasien dengan sepenuh hati. Sering kali kakek berpapasan dengan orang lain mendapatkan senyuman, padahal kakek tidak ingat siapa orang tersebut. Mungkin orang yang memberikan senyuman tersebut adalah salah satu pasien rumah sakit yang dulu pernah di rawatnya. 

Suatu ketika soreang keturunan tionghoa datang ebrobat kerumah sakit. Ketika itu adalah jadwal kakek untuk jaga. Kakek tidak pandang bulu, namanya orang sakit harus dirawat dengan sepenuh hati. Dan pasien keturunan Tionghoa itu pun merasa puas dengan perawatan yang di berikan kakek tersebut. 
Beberapa bulan setelah itu orang tionghoa ini mampir ke rumah kakek. Kakek mempersilahkan tamunya tersebut dan masuk dalam rumah.


"Silahkan duduk pak, Maaf rumah saya sedikit berantakan, Mau minum apa pak?" kakek menjamu tamu 


"Ah , tidak  papa pak, tidak usah repot-repot. Begini pak saya berterimakasih sudah merawat saya beberapa bulan lalu di rumah sakit" dia mengeluarkan bungkus plastik berisikan kue

"Ya , sama-sama pak, aduh nggak usah repot-repot bawa kue pak" kakek mengambil bungkusan tersebut.

"Gimana sekarang sudah sehat kan ?" Tanya kekak.

"Sudah  pak, tapi ini anak saya lagi demam sedikit demam dan pilek."

"loh kenapa nggak di bawa ke rumah sakit ?"

"Ah tidak usah pak palng besok juga sudah sembuh minum obat" 

"Coba saya periksa sedikit ya pak ?" kakek mencoba melihat anak bapak tersebut dan mengananlisi dengan pengalamannya selama di rumah sakit.

"Ah anak bapak emang terkena demam biasa' saya anjurin minum obat ini aja pak." Anjuran kakek

"Owh, begitu ya pak Ishaq, kalau obat yang biasa saya berikan itu kenapa pak "

"Itu bagus juga cuman itu lebih cocok buat orang dewasa" 

"Owh begitu pak, baiklah pak terimakasih banyak sebelumnya, Kami izin pulang dulu ya pak Ishaq"
"ya pak silahkan. Terimakasih lagi loh pak kue nya"

Kemudian tamu keturunan tionghoa itu pulang. Setelah hari itu, setiap ada keluarga atau teman orang tionghoa tersebut terkena penyakit demam atau pilek, Dia hanya membawanya ke rumah kakek. Setiap kali kakek ditanya biaya berobat, kekek bilang dia nggak mengutip biaya. Walaupun begitu sering kali orang yang berobat memaksa memberikan uang. Sampai-sampai orang datang ke rumah kepala perawat rumah sakit untuk berobat, bukan datang ke rumah sakitnya.

Beberapa Dokter pun mengeluhkan pasien yang datang Berobat ke rumah kakeku ku itu. Pada akhirnya kekek kena tegur pihak rumah sakit agar tidak menerima pasien. Pada dasarnya kakek memang tidak menerima pasien, Namun Ketidak sengajaanya menyembuhkan orang tadi membuat pasien datang ke rumanya. Pada akhirnya kakek sama sekali tidak menerima kehadiran pasien ke rumahnya, walaupun dalam hatinya menolong orang itu tidak salah.

Semoga tulisan ini jadi amal zariah Almarhum kakek Ishaq 



Read More
Dari zaman sd sampai sma saya terus di sekolahkan Swasta Islam oleh orang tua saya. Menurut mereka menuntut agama itu lebih baik ketimbang ilmu apapun, sama seperti pemandangan saya saat ini saya saat ini. ketika sekolah dulu kita diberikan kebebesan untuk meilih extra kulikuler, atau pelajaran lain diluar peljaran sekolah yang mengajarkan hal yang menurut saya lebih menyenangkan ketimbang pelajaran sekolah itu sendiri. Ketika saya masih sd saya memilik exkul berenang, ketika smp saya pilih exkul musik, ketika sma saya memilih exkul basket. berbeda dengan sekolah negeri pada umummnya, biasanya sekolah negeri atau swasta umum memiliki exkul rohis. 

Saya belajar agama murni dari pelajaran sekolah saja. Diluar jam sekolah saya sibuk dengan exkul-exkul tadi dan bermain main saja. namun ketika saya mau masuk kuliah dari awal saya sudah meniatkan agar menjadi anak yang berbeda. anak yang lebih pendiam dari biasanya. dan leih banyak ikut exkul keagamaan. Dan doa saya terkabul, saat saya OSPEK saya memiliki seorang kakak pembimbing yang di tugaskan mengawasi adik-adiknya selama ospek berlangsung yang berasal dari UKM Islam. selama ospek saya bertanya tentang organissasi beliau dan lain lain. dan pada akhirnya saya bisa masuk UKMI di kampus saya itu.

Pada awalnya saya ikut seperti anak-anak lain hanya mengikut-ikut saja. Saya melihat UKMI hampir sama dengan organissasi lainnya. Hanya saja UKMI ya khusus untuk agama Islam. Di UKMI saya mulai bertanya apa yang sebenarnya saya lakukan ini benar atau tidak, apakah ini hanya organisasi biasa saja yang berselimutkan islam. banyak kebingungan awalnya, bahkan pernah terfikir kalau ikut organisasi hanya untuk nambah teman saja. Sampai pada suatu saaat di Kegiatan UKMI yang di sebuat Jejak UKMI mengubah pandangan saya.

Jejak UKMI pada dasarnya hanya kegiaan perkenalan UKMI saja, dan jalan-jalan. bukan jejak UKMI nya yang membuat saya mengubah pandangan saya. dalam kegiatan tersebut ada satu kegiatan yang memberikan motivasi kepada mahasiswa baru untuk ikut UKMI, namun saya lupa isinya apa. Kemudian di sebuah sesi di kegiatan itu, terdapat sesi sharing dan tanya jawab. Pada saat kegiatan ada salah satu mahasiswa baru yang sangat aktiv, jelas saja saya sudah tahhu dia memiliki latar belakang exkul rohis. Pemateri saat itu bertanya kepada salah seorang mahasiswa yang aktiv itu "apa cita-cita kamu?" si mahasiswa baru yang aktif ini duduk di tengah tengah semua mahasiswa baru lainnya, kemudian ia menjawab "Saya Ingin Menjadi Sekjen PBB!saya ingin membuat PBB berada di tangan Muslim". Seketika suasana ruangan hening. "Sekjen PBB ? belum pernah terfikir olehku menjadi orang yang sehebat itu, biasanya seorang anak-anak paling tinggi jadi President" fikirku dalam hati. 

Sekjen PBB adalah orang yang mengendalikan PBB, sedangakan PBB adalah organisasi kumpulan bangsa-bangsa yang mengatur seluruh dunia. Jadi kesimpulannya Ia ingin menguasai dunia dalam genggaman Islam. sungguh bergetar hati ini ada seoarang anak Mahasiswa baru yang mempunyai pemikiran seperti itu.  Sungguh pemikiran mahasiswa bar itu menyentuh saya sampai saat ini, jika di ingat terkadang seperti ingin meneteskan air mata. dan muncul pertanyaan di kepala saya mau jadi apa saya sekarang ? sanggupkah saya hanya menjadi seorang teman seorang sekjen PBB kedepannya ? atau saya harus menjadi seseorang tokoh lain dunia untuk pantas berteman dengan dia? 
Read More
Aku adalah anak yang aneh menurut teman-teman ku. bahakan ada teman yang mengakatakan kalau aku ini seperti memiliki keperibadian ganda. tapi sayarasa tidak, saya hanya unik berbeda dari orang lain. orang lain ada yang serius dan fokus pada tujuannya, sedangakan saya tidak. banyak sekali ilmu yang saya pelajari, namun sampai saat ini saya tidak tahu apa yan benar-benar saya inginkan. kegalauan ini benar-benar sangat menyiksa. kalau dipikir-pikir, saya sering aggal fokus karena saya tidak bisa melakukan sebuah hal sampai akhir yang semurna. walaupun banyak orang berkata sempurna itu tidak ada, terkadang saya merasa puas hanya sampai tahap bisa. contohnya main gitar, buat band, dan selalu gagal di festival. Kemudian contoh lain saya belajar coreldraw, sejenis software untuk desaign grafis, saya mencoba menggambar grafity, mencoba menggambar muka orang, mencoba mendesain sebuah logo,mencoba membuat anime semua sudah saya coba, sampai tahap bisa saya berheneti. entah kenapa kepuasan itu muncul hanya sampai tahap bisa, mngkin itu semua hanya sekedar keinginan sesaaat.

Contoh lain saya ikut parkour. Parkour adalah olahraga yang mungkin kalau orang pada umumnya melihat itu adalah olahraga extream,padasaat awal latihan sangat berat. krena latihan yang berat makanya menghasilkan fisik yang bagus dan membuat semua gerakan parkour mudah di laksanakan. tapi seperti biasa saya cuma sampai tahap bisa, ya bisa backflip, bisa precision, bisa kong, dan lain-lain kegiatan setandart pakour. saya heran dengan diri ini, apa yang salah dari diri saya. saya ingin sekali fokus pada satu bidang. saat ini saya mencoba menjadi seorang penulis, itu pun juga saya tidak tahu apakah pada akhirnya saya menjadi orang yang benar-benar fokus mennulis. seama saya fun, happy saya akan melanjutkannya.
kembali lagi di aneh mungkin orang lain melihat saya aneh itu karena saya bisa banyak hal, namun jarang fokus, saya ingin sekali fokus pada satu hal yang benar-benar saya inginkan. mungkin kalau ada yang punya ide boleh comment di bawah.
Read More
Saya bersekolah dasar di salah satu SD swasta yang berada di medan yang sekarang sudah sangat terkenal. di mana di sana dulu selagi saya masih bersekolah sekolah ini belum cukup terkenal namun memang dah anak-anak orang berlebih uangnya di dalam nya. kalau tidak salah pada jaman itu angkatan saya adalah di mana pertama kali di buat Ujian Nasional untuk sekolah dasar lagi. jadi berbeda dari tahun tahun sebelumnya di mana kalau mau lanjut SMP tinggal baik-baik sama guru dan rajin datang ajah. Tapi tiba-tiba di tahun di mana saya mau tamat SD.

Kami harus melewati ujian nasional yang kalau tidak salah nilai minimumnya pada saat itu 4,0 dan nilai rata-ratannya mesti di atas 6,0 dari sekala 10 yah. pada waktu itu setiap kali kepasa sekolah berbicara di depan, mau itu kat sambutan, pidato upacara senin, atau apa lah yang penting beliau ngomong di depan selalu menakut-nakuti kami akan ngerinya UN, padahal kalau pemikiran saya anak kelas 6 sd waktu itu nilai 4 mah gampang rata-rata 6 pun gampang. tapi selalu aja tuh bapak-bapak ibu guru nakutin orangtua siswa. memang sih waktu Try Out nilai saya hampir-hampir nggak lulus terus hehe. setiap try out yang di adain sekolah pasti setelahnya kami di kumpulkan dan agak di marahin kenapa yang dapat nilai tertinggi di try out itu bukan dari sekolah kami, maklum suasta, dan juga kenapa masih banyak teman-teman saya yang hasil try out nya nggak lulus, itu cukup memberikan tekanan kepada anak SD seperti kami. waktu itu pun saya sudah mulai kecanduan game online, di mana orang lain sebayaku bahkan belum tau yang namanya microsoft. setiap minggu saya ke warnet dekat sekolah, bahkan dulu main game online selain harus bayar warnet Rp4000,- per jam (internet masih mahal dulu) kita harus beli voucher game nya untuk main game tersebut. kalau nggak salah 7 rbu untuk 12 jam, masih ingat nggak game raknarock online iyah, mahal banget tuh main game ajah.

Semua itu membuat orang tua saya semakin depresi. hal ini buak terjadi kepada saya tetapi terjadi juga pada teman sekelas saya yang lain, terutama yang sama kecanduannya main game online ituh. salah satu teman saya bercerita sangkingpasrahnya orang tuanya dan bisar dia nggak malu kalau dia nggak lulus UN nanti, dia bakalan di sekolahin di malasya (kalau nggak salah antara malasya dan singapura). di tambahlagi dia nggak pernah lulus try out kalau nggak salah (maaf bagi yang merasa hehe). dia cerita dengan antusias "aku kalau nggak lulus malah lebih enak keluar negeri". iya pulak lah saya  pikir, enak banget hidup nih anak. Sedangkan orang tua saya sangat pesimis sekali waktu ituh. samapi-sampai ragunnya terhadapa saya yang paling dalam cman waktu itulah selama hidup saya. "Yaudah lem nanti kalau nggak lulus UN satu tahun lagi lah SD di sini ajah" umi bilang waktu itu. sepertinyya ibunda saya yang kali ini benar-benar pasrahnya luar biasa. Saya tak kebayang kalau mestu nambah SD satu tahun lagi hehe. pada waktu itu saya masih kecil banget bagi saya yang penting saya bisa tetep main game SD mau nambah satu tahun atau naik SMP sama ajah, toh hidup tetep jalan. bahkan waktu ujian pun saya masih mikirin tentang game hahaha :D . UN pun berjalan lancar, dan saya rasa itu bukan soal anak kelas 6 SD lebih masih ke soal anak kelas 4 sd kami.

Detik-detik pengumuman pun tiba. Waktu itu ada bnyak orang yang jualan mainan jadi saya mikir kyak mana caranya supaya bisa di beliin mainan sama Umi, nggak mikir UN bakalan lulus atau enggak. umi pun berkata kembali dengan perkataan yang sama "yaudah lem nanti kalau nggak lulus UN satu tahun lagi lah SD, nggak papa kok". baru tersentak dalam hati "oh iyayah kalau nggak lulus bakalan malu dengan teman seangkatan". kemudian pak kepsek yang selama ini sering nakut0nakutin pun nakut-nakutin untuk terakhirkalinya, dia bilang ada 2 orang nggak lulus, dalam hati "alhamdulullah berarti saya yang temasuk lulus, kalau di lihat dari rangking di kelas saya termasuk separuh besar di kelas yang rangking, walau nggak 10 besar paling tidak kemungkinan nggak lulus nya kecil banget, yakan ?" dan ternyata kami tidak ada yang tidak lulus. kemudian nilai-nilai di beritahukan dan rata- nilai ku pun  9 dan 8. yaelah bapak ini nipunya dalem kali pun. bahkan ada kawan nilai 10 nya ada 3 bijik, dalam hati mikir "kyaknya kalau dari beberapa soal di benar semua hampir nggak mungkin lah bahkan kalau guru yang ngisi guru aja sering berantam sama saya kalau dia sering silap".

Tapi yang penting saya dah lulus Yeeyyyyyyyyy. tapi yang paling nggak terlupakan ibu saya pernah meragukan kemampuan saya sampai segitunya, sedih banget kalau di ingat-ingat. semoga cerita ini memberikan sedikit inspirasi buat orang-orang yang kurang percaya pada diri senidiri. selamat mencoba sesuatu yang baru dan menjadi sukses.
Read More

Pada awal nya kita berasa asing dengan kata-kata Parkour, sama seperti saya. pada hari itu saya sedang mengantri pengumuman UMPN Polmed, saya menunggu bersama Reyhan, setiap siswa berebut dengan berdesak-desakan, karena saya tidak suka berdesak2 desakan saya menunggu nya sampai sepi, eh malah gak sepi-sepi, tak lama saya dan Reyhan bercerita panjang lebar, sampai pada suat saat ada seseorang menelepon Reyhan, yaitu bang Bambang(saya kenal setelah masok Parkour), kemudian Reyhan mengajak saya bergabung , "Parkour itu apa han ?" saya bertanya, "itu loh lem iklan (merek rokok di sensor)." jawab Reyhan. sayang nya saya gak pernah lihat Iklan tersebut, kemudian Reyhan menyebutkan beberapa judul filem (Yamakashi, B-13, B1-3 ultimatum) dan baru lah saya tahu parkour itu yang mana,, baru langsung sontak saya bertanya "bayar berapa han?",, ia menjawab " gak bayar lem yang penting niat dan kemauan." dalam hati saya berfikir "gak bayar??? apa jelas nih pelatih nya ??? gak papa lah di coba dulu, apa salanya sih nyobak, toh gak bayar, dan lagian reyhan kan tetangga ku yang dah dari kecil kami maen-maen sama, sekalin ngurus-ngurusin badan, maklumlah sewaktu mau UMB dan SNMPTN kemarin saya gak ada berolah raga, dan sambil belajar ngemil gak berhenti-henti.

"Sampai lah pada hari pertama saya latihan, pada awalnya saya taku ngeliat orang-orang parkour medan kok kyak nya pada tua-tua semua, saya datang bersama Reyhan dengan mobil pada hari itu, si Reyhan di ejekin sama seluruh anak-anak PK waktu itu, saya pun sedikit malu-malu dan degdekan, karena kami terlambat kami langsung lari keliling halaman Auditorium USU, bersama Reyhan dan Onad (yah mungkin dia orang pertama yang ku kenal di parkour medan), kemudian kami langsung bergabung ikut pemanasan, dan langsung saya di Ospek(ospek parkour cuma di tanya nama, T tinggal, motifasi ikot parkour)pada saat itu yang bertanya bang Utha, bang Aziz, sama Rey(sekarang dah hampir gak pernah datang lagi), setelah itu langsung masuk sesi latihan yang baru pertama kali di coba di medan pus up dengan kaki di pundak kawan kita yang di belakang dan kaki kawan kita di depan di pundak kita(dah gak pernah lagi di buat),wiss berat kali dapet 2 aja dah paten kali, baru kemudian langung masok pada pelajaran intinya, precision ada lah gerakan pertama yang saya depat dari Pk, yaitu lompat ke depan, pada saat itu yang menjelaskan saya tengtang precision adalah bang Aziz dan bang ook (pangilan akrab), walau pun mereka berdua pada tarek2 an celana sewaktu aku latihan, cuman mengerti lah apa itu precision. Tak lama lompat2 eh ni perut terasa dah mulai sakit, rasanya malas sekali untuk lompat lagi sangking sakit nya, di lanjut kan latihan landing, dan rolling, pada saat rolling saya di ajarin bang Bmabang (yang nelpon Reyhan tadi), di kasih teorynya, kemudain di contohkan bang bambang, sekali, duakali, mau yang ketiga dia kesakitan kaki rusak katanya, langsung saja saya latihan sendiri lagi, dan sebelom rolling tadi kelupaan climb up (sampe sekarang gak bisa2 gara2 pass pertama nyobak berasa gemuk kali ni bandan dan sedikit terjatuh).

Kami latihan terus sampai magrib(walau gak sepenuh nya latihan karena maklum hari pertama pasti perut sakit paha ngilu sampai 2 minggu baru sembuh), yah walau pun saya anak baru, di sana pada hari pertama di sambut sangat ramah, sangking ramah nya hari pertama dah bisa ngekick2 orang hahaha,latihan pun usai pada saat magrib, kemudian karena saya nebeng pulang sama Reyhan jadi saya nunggu dia cerita-cerita, eh siap magrib bukannya pada pulang lanjut lagi latihan muaithai sama bang utha, yah saya nunggu dang ngeliatin aja deh, kemudian ada abang2 lagi yang baru masuk namuk kelihatannya paling tua(maap bang) nama nya bang Didit, Ia mengajak saya berbicara ngobrol-ngobrol tentang parkour,dan tau dari mana parkour, pada saat itu bang Didit belom bisa precision, sama dengan ku bang Ali juga belom bisa, namun bang Ali memang pemanasan paling lama dari awal saya kenal dia ini,sampai sampai ada kata-kata anekdot, kalau nanya sama bang Ali kayak mana melakukan suatu gerakan pasti jawabannya "banyak-banyak pemanasan",hahaha begitulah hari pertama saya latihan di parkour medan, saya membuat notes ini hanya untuk memotivasi yang baru masuk supaya jangan cepat kena seleksi alam (istilah buat anak PK yang dah gak latihan lagi), karena semua ada proses sampai kita bisa melakukan semuagerakan parkour, dan juga untuk memberi tahu yang ingin latihan parkour gak usah ragu-ragu kami senang menyambut anda-anda semau, terutama perempuan hehe, dan yakin lah kalau kita rajin latiahan maka kita bisa, keep spirit PK Medan


we are live..
we are breath..
we are thingking..
we are searching..
we are free..
we are parkour treacure.


Bendahara Parkour Medan
Salim
Read More
Bagi anak muda seperti saya jaman sekarang ini kalau nggak punya jejaring sosial nggak berasa anak muda. Mulai dari facebook, twitter, Friendster (walau udah nggak jaman), Kaskus, Koprol, Yahoo Messenger, hallo, from spring me, dan lain-lain. hmmm, mungkin di sini saya akan mebahas sedikt dengan jejaring sosial yang nggak begitu ngetrend. cman jejaring sosial ini ada iklannya di tv loh hahaha :D, yaap KOPROL.

Di sini saya sering ikut kopi darat, atau sering di sebut kopdar. Awalnya sih ikut-ikut anak-anak parkour, karena pada waktu itu koprol masih baru jadi isinya masih sepi banget, dan orangnya itu itu aja dan kawan-kawan saya semua hehe. sangking seringnya kopdar, jadi teman satu geng lama-lama anak koprol ini. ohh iya lupa kumpulan orang-orang yang main koprol di kawansan medan dan sekitarnya di sebut KOMIC yah kira-kira kepanjangan koproler of medan comunity, yah begitu lah kadang-kadang kalau udah jumpa ada aja ide-ide baru dan kreatif yang muncul dari mereka.

KOMIC , gue yang mana ?
Bahakan sebagian cerita-cerita saya terinspirasi dari mereka. nah cukup perkenalannya tentang koprol dan jejaring sosial atau yang lainnya. saya akan mulai cerita. pada suatu saat saya menghadiri sebuat training gratis kemudian seperti biasa kalau udah training nggak mau duduk di belakang, langsung saya nyari bangku terdepan dan bisanya walau udah ada separoh terisi ruangan training selalu ada bangku kosong yang di sediakan sama yang di atas untuk saya di depan dalam acara training apapun. dan seperti biasanya lagi demi menambah relasi dan teman saya selalu berkenalan dengan orang yang ada di sebelah saya. kemudan saya mulai bertanya-tanya tentang bioadata orang yang saya baru kenal tersebut, dan ternyata dia kuliah semester 2 di IAIN dan jurusan tafsir hadist.

Seketika saya teringat dengan teman saya yang ada di KOMIC yaitu Rasta Mulu, itu nama panggilannya kalau di Koprol. kemudian tanpa sadar saya hampir bertanya kenal muluk eh, cebong (namalainnya si muluk), eh siapa yah nama aslinya. seketika saya terdiam dan bertanya dalam hati "berapa tahun awak kenal dia tapi nggak tau nama aslinya". sama kejadiannya kyak bang abe dah lama kenal di Parkour di Koprol, di mana-mana ada dia lah pokoknya. pass nikahan baru tau nama aslinya itu SABAR hahaha :D. sampai sekarang masih lucu kalau ingat kejadian ini, ternyata namanya Ibnu Hajar. yah itu lah nama asli si Muluk, ini lah cerita sharing jangan sampai kalian kenal seseorang yang dah bisa ketawa-ketawa bareng ehh nggak tau nama aslinya. kan kejadian ini pasti buakn terjadi dengan diri saya saja. semoga menghibur pembaca ^_^Keep Going
Read More
Mungkin ini sedikit certa kalau saya selalu mengusahakan datang duluan di setiap kesempatan dan di setiap acara yang akan saya datangi, mungkin ini bias di sebut trauma di waktu jaman SD, wah kenapa ? bagaimana? Siapa? Apakah SD ku itu menggunakan kekerasan? hmm mungkin bukan kekerasan, tapi ketegasan. Mungkin sebagian dari kalian yang membaca tulisan saya ini sudah tahu saya bersekolah dimana?, mungkin saya  akan menjelaskan sedikit kembali tentang sekolah saya. Sekolah saya mungkin adalah sekulah yang ke 2 di medan yang membuat muridnya datang pagi dan pulang sore. Yah karena pulang sore, pastilah ada acramakan siang di sekolah setiap hari nya. Di acara makan siang tersebut setiap murid diwajibkan membawa peralatan makan sendiri dari rumah, seperti piring, sendok, garpu, gelas , dan lain-lain.

Setiap sehabis makan siang biasanya setiap murid diwajibkan untuk mencucinya kembali, agar murid tidak perlu membawa pulang setiap harinya piring yang sudah di cuci tersebut, pihak sekolah menyediakan sebuh lemari piring di setiap kelas, dan tempatnya di belakang. Nah ayok kita mulai inti dari cerita saya, karena kalian sudah tahu dan sudah dapat membayang kan bagaimana SD saya tersebut. Dahulu, rumah saya terletak sekitar 10 Km dari sekolah saya, wahh jauh yah, biasanya anak SD cuman berjalan ke sekolah nya kan ? saya tidak setiap hari saya pergi ke sekolah dengan ayah saya menggunakan kendaraan pribadi, dan jika kendaraan rusak maka saya naek kendaraan umum bersama ibu saya, nah masalah nya disini bermulai, karena jauhnya rumah saya dank arena ayah saya dan ibu saya sekalian mau bekerja sewaktu mau mengantar saya, hamper setiap hari saya terlambat ke sekolah. Masok keluar kantor dah biasa bagi saya kerena hal terlambat ini, wah gawat masih SD sering kenak marah saya. Sampai suatu ketika, waktu itu kelas 3 SD dan baru pergantian wali kelas setiap awal caturwulan, kalau gak salah masih pakai caturwulan dulu, ada sebuah perjanjian yang akan menguras tenaga saya setiap harinya, yaitu barang siapa yang terlambat maka ia akan mencuci piring teman-temannya satu kelas.

Kalau berdua yang terlambat jumlah piringnya di bagi dua dan di cuci, dan seterusnya, wal hasil setiap hari saya mencuci piring hahaha, setiap pagi saya hanya berdoa agar yang dating terlambat banyak, dan cucian piring ku makin sedikit hehehe, wah wah efek cuci piring ini sungguh luar biasa dalam hidup saya looh, walaupun terkadang walikelas tersebut membantu saya mencuci karena setiap hari saya terus yang mencuci, cerita ini membuat saya semenjak dating sendiri ke sekolah atau kampus selanjutnya dating paling duluan, apakah kalian berfikir itu kesalahan orang tua saya karena mengantar terlambat? Toh malahan gara-gara itu saya kalau ke ke sebuah acara atau sekolah atau ketempat-tempat lain dating paling duluan, saya  sangat berterima kasih pada semua orang yang sudan membantu pendidikan disiplin saya tersebut.. kalian tidak perlu mencontoh untuk mencuci piring kalau mau disiplin, tapi cuci aja piring di rumah ku banyak yang kotor kok. Mungkin ini sepenggal kisah yang membuat saya dulu jaman SMA aku buka gerbang tangga hamper setiap pagi. Dan jaman kuliah ini terkadang menunggu gedung B Teknik Sipil Polmed di buka.
Read More
Musholla polmed yang kecil berlantaikan keramik merah, beratap hijau, setiap banyak hari mahasiswa sholat zuhur dah asar di sana, di halaman muholla tersebut ada anak kecil yang kira-kira seumuran anak SMP, namanya Adi, dia berjualan bakso, minuman mineral dan roti, setiap hari mahasiswa yang sedikit kelaparan setelah sholat zuhur membeli yang di jualnya. Adi sering sekali bertanya-tanya pada abang-abang mahasiswa yang sedang makan dengan pertanyaan-pertanyaan yang ia tidak ketahui, maklum lah iya cuman sekolah sampai kelas lima SD, dan setiap hari saya dan teman-teman membujuknya untuk sekolah.
Suatu ketika dia bertanya kepada teman saya, setalah di jawab pertanyaan tersebut ia bertanya lagi yang di terangkan tadi, terus setelah di terangkan lagi, iya bertanya lagi sampai teman saya merasa kesal, contoh pertanyaannya "bang Allah itu di mana ?"
"Allah ada di mana-mana dek."
"Loh, kok bisa gitu bang?"
"Bisa lah, kan Allah yang menciptakan kita semua."
"Jadi Allah tu kyak mana bang?"
Terus berkelanjutan tanya jawab itu sampai teman-teman ku kesal menjawapinya, pada suatu ketika seperti biasa sehabis sholat zuhur kami duduk di sebelah jualan nya, mulai sedikit berdiskusi tentang apa saja, sampai muholla sepi, kemudian tak berapa lama si Adi datang dan mulai bergabung dengan kami, biasanya kalau udah seperti ini akan mulai bertanya lagi panjang lebar tentang ini dan tentang itu sampai kami kesal, sebelom Adi duluan bertanya temanku langsung memberikan pertanyaan kepadanya,
"Di ,abang mau nanya? bentuk bumi itu kyak mana ?"
"Bulat"
"Loh, kalo bulat kok kita gak jatuh, contoh nya bola, kalo kita taruh sesuatu di atasnya pasti jatuh dan bola itu berputar! kau tau dari siapa bumi itu bulat?" adi mulai binggung menjawab pertanyaan teman ku tersebut.
"Nih lagi, kalo bumi ini bulat, kok bisa tanah ini atau lantai musholla ini lurus, kok gak cembung?"
"Bingung awak" Jawab Adi,
"Makanya sekolah, itu pelajaran kelas 6 SD"
Dengan sindiran dalam aku berkata karena dia sekolah cuman sampai kelas 5 SD, dia pun terdiam lalu mulai menjawab pertanyaan teman ku yang pertama tadi "Kita sewa roket yok bang, biar tau bumi itu bulat atau enggak,"
"Sewa lah, dati atas bumi aja kita tau kalau bumi itu gak bulat, kalau bulat air laut tumpah semua lah?" Adi pun semakin binggung, dalam hati aku tertawa terbahak-bahak si tukang tanya Adi, bisa juga kesal denga pertanyaan kami, bianya dia yang sering membuat kami bingung. Hikmah dari cerita ini adalah agar kita tidak pantang menyerah untuk sekolah, kalau kita bodoh kita bisa di tipu oleh orang lain dengan mudah, gak ada alasan kalau sekolah itu sulit, banhkan nantinya akan lebih sulit jika kita tidak sekolah. Jadi tetap semangat untuk Kuliah ataupun sekolah teman-teman 


Read More

Di malam terakhir puasa ini saya teringat puasa tiga tahun lalu. teringat seorang kakek-kakek tetangga yang sering gangguin saya. Kakek tersebut sering saya sebut kakeknya pasya (pasya tu cucunya yang umurnya jauh lebih kecil dari saya). Setiap saya datang untuk shalat ke mesjid dan ayah saya tidak datang iya selalu berkata "gantikan ayah mu ya" saya pun tesenyum. Karena biasanya buya (ayah) selalu rajin dan entah kenapa puasa tahun itu sedikit malas-malasan, jadi saya lebih rajin waktu itu. Suatu ketika kakek tersebut mengolokku lagi padahal saya dan buya sudah datang berdua, beliau berkata pada buya dan seperti menunjukan perkataan nya ke saya "pak ananknya kok tinggi kali, nanti susah cari jodoh nya, perempuan jaman sekarang pendek-pendek" sambil tersenyum beliau mengejekku.
Mungkin pada waktu itu saya masih dalam masa pertumbuhan dan tinggi badan saya melebihi buya seketika sehingga iya berkata begitu, dan badan kakek itu jelas lebih pendek dari buya. Dan porcaya atau tidak minggkin aku berjodoh dengan orang pendek nantinya. sekarang kakek tersebut sudah meninggal kira-kira dua tahun yang lalu. kalo udah puasa gini teringat ajah sama kakek tu. Soalnya kakek tersebut rajinnya bukan main ke mesjid. Sampai kadang-kadang bilal mesjid gak ada di panggilnya anak-anak kecil untuk azan lalu iya jadi imamnya. Subahannallah!!! dan kalau di lihat-lihat kakek tersebut berciri-ciri pendek di dahinya ada tanda menghitam karena rajin shalat. Ya Allah mudah-mudahan kakek tersebut masuk surga lah ya Allah. Itu hanya sekedar teringat dengan suasana ramadhan ada yang berbeda tahun ke tahun.
(note ini di poasting di FB 8 sept 2010 pertama di tulis di Facebook )
Read More

hari ini cukup menarik, pagi2 bangun tidur, langsung cepat2 tahajud 8 rakaat. langsung buka e mail,, alhamdulillah rezeki besar datang, sholat subuh ke mesjid abis tuh ngartikan email yang buat galau tersebuut,, sampe di kampus kelas kosong, ehhh dapat info dari bana hari ini persentasi PMW,, beeeeeghhhh belum siapin power point. cepat2 awak buka laptop, kawan pada nanya " ngerjai laporan yah ?" baru ingat laporan di kumpul minggu ini, ada lagi yang ngomong laen " lem  ada filem baru?" bisa saya boxofice kelas kalau dah bawa laptop pasti pada minta nonton filem2 baru ckckckck,, ku kerjakan sampai selesai 15 slide. alhamdulillah selesai,, terus nunggui si irwan rais di musholla mau konsultasi masalah email,, lama amat dia datang, kemudian zuhri minta tolong print macet,, lama ku bongkar2 eh gak bisa (maklum sok paten) terus pas lagi bongka2 eh lupa awak ngeprint pengumiman "nasyid acapella" maklum pantia porseni,, yaudah lama2 terpikir ahh ke kantor DPM aja lah ngeprint pengumumannya,, sekalian si reza juga mau ngeprint pengumuman basket, lagi nungguin prinan,, si abdul masuk di bilang nya" woooiii aku pinjam print lah dah gak sempat lagi ini ngeprint di luar untuk urutan pertandingan tenis meja!!" aku " yaudah kalau printernya jalan yah !" dah siap reza ngeprint saya ikut ngeprint. dah selesai ngeprin si abdul lama kali  aku ngeprin lah tugas si zuhri satu lembar aja nanti di kopi perbanyak setelah ngeprint,, si irwan nanya saya di mana ku bilang di kantor DPM, baru dia datang,, ehh gak sengaja ku campak2 prinanku tadi di atas meja karena mau langsung nempel prinan di bawah, balik lagi ke atas si irwan dah datang, si abdul masiawh serius dengan koordinatornya ngomong di tempat tenis meja (di Darma Wanita) ku panggil2 gak dengar,, jadi kubiarin printernya sambil konsultasi sama si irwan, bang ian datang ( dalam hati tumben biasanya jarang banget ke kantor) agak gak kuperhatikan abang itu,, karena masalah email lebih penting jadi aku konsen sama irwan rais,, tau tau dah ada pengumuman " tolong gunakan fasilitas kantor untuk keperluan kantor" dalem awak terlihatnya mungkin tugas si zuhri tadi di atas meja,, yaudah lah memang awak salah,, niat baek bantuin kawan malah kenak tegor hehehe ,,, yowess,,, nasib ,, dah lanjut, karena ujan dingin banget hari ini,, kepala mulai agak pening,, awak paksa pulang untuk makan siang,,(uang jajan abis buat beli pulsa bnyak kali keperluan pulsa belakangan ini dengan organisasi, kerjaan, dan tugas bertumpuk) di sms sama tiga orang " jadi gak suroq ?", kujawab " jadi kalau rame, jam 2" langsung ngebut awak dari rumah ke kampus lagi  suroq pun di mulai seperti biasa,, ada lagi yang buat hari ini menarik dari akhwat ukmi
XXX :"antum departemen apa?"
saya:"KADRI"
XXX :"ana departemen apa?"saya :"KADRI"
XXX :"kenapa antum gak punya nomor hape ana ?"
jleb dalem lagi,,, yaudah salah lagi awak,,, ana nggak ngumpulin nomor-nomor hape akhwat ukmi,, ehhh salah nomor2 panitia PPI,, hehhe jangan di buat,, gunakan nomor2 hape itu seperlunya,, dah selesai suroq,, mau lanjut lagi ke UNIMED,, pulang dulu ngambil helm Plus naruh laptop,, (duakali bolak balik rumah kampus dong berarti) sampe lah di rumah,, nih kepala kok pening kali,,, weeewwwww dahsyat banget deh,,di bawa goleh dulu deh beberapa menit supaya sembuh sikit,,, ehhhh makin parah,,, ckckckckck mmm jadi gak jadi ke unimed,, issss afwan kali lah,,, sampe magrib setelah sholat asar cman bisa terkapar di kamar,,, ehhh pass azan magrib ada sms dari said,, "lem kita llus PMW...." kujawab "gak tau" wkwkwk,, sangking oon nya awak sait balas " kita llus kawan aku bilang " oalah kukira nanya hehehe,,, untung lah lulus padahal tuh proposal banyak banget kurang nya wkwkwkwkwkwkwk,,,,, kyak mana lah ngerjain cman satu hari dan itu pun sambil sambilan,, minggu semalam ujian Mid,, tapi syukurlah hari ini berakhir dengan baik,, konsultasi dengan umi masalah ini,, malah kayak dah kenak di suruh persentasi untuk besok nya hahaha,, jadi kira2 dah tau lah pertanyaan2 nya hehehekalau saya ada salah di tulisan iniini kejadian hari ini bener dehgak tau beruntung atau enggak namanya iitu hehe^_^ jaga semangat yah
Read More
Previous PostOlder Posts Home
Powered by Blogger.