Setiap orang di dunia pasti memiiki amanah dalam hidupnya. Mulai dari amanah orang tua untuk menyelesaikan kuliah, amanah dari dosen untuk menyelesaikan tugas dan mendapat nilai bagus bahkan terkadang amanah dari teman-teman satu organisasi atau komunitas. Dari seseorang di lahirkan ke muka bumi keidupan di penuhi amanah.
Sering kali kita merasa Jenuh, bosan, kesal dan tidak sanggup menghadapi amanah yang di berikan oleh orang-orang sekitar kita. Sering kali kita ingin berlari jauh-jauh dari tanggung jawab yang muncul setelah amanah diberikan. Tetapi lari bukan lah hal yang terbaik yang harus kita hadapi. Saat kita lari akan ada hal lain yang akan mengejar kita jauh lebih dari sebelumnya.
Kalau lelah dalam sebuah amanah kita boleh istirahat, Bukan lari. Istirahat adalah dimana fase kita berhenti beberapa saat untuk melompat lebih tinggi. Dalam fase ini jangan terlalu terlarut di dalamnya. Yakinkan diri setelah fase ini kita mendapatkan inspirasi baru untuk menyelesaikan semua masalah yang datang dari amanah tersebut.
Kalau lelah dalam sebuah amanah kita boleh istirahat, Bukan lari. Istirahat adalah dimana fase kita berhenti beberapa saat untuk melompat lebih tinggi. Dalam fase ini jangan terlalu terlarut di dalamnya. Yakinkan diri setelah fase ini kita mendapatkan inspirasi baru untuk menyelesaikan semua masalah yang datang dari amanah tersebut.
Lari adalah pilihan pengecut yang merusak segalanya. Kepercayaan orang akan mudah memudar jika kita lari, akan ada masalah baru dengan kesulitan yang sama, dan masih banyak hal yang tidak terduga lainya yang menanti dari pelarian itu. Masalah yang sebenarnya adalah sering kali orang yang tepat dan benar dalam sebuah amanah yang hanya cocok untuk dia lari, sehingga menyebabkan yang mengisi posisinya kurang maksimal. Banyak pihak yang di rugikan kalau sudah seperti ini.
Merasa diri tidak mampu merupakan hal yang sangat manusiawi, tapi lari bukanlah solusi. Cobalah untuk menghadapi semua hal yang perlu hadapi, kesampingkan rasa takut, yakinlah Tuhan tahu kita mampu menghadapinya. Cobalah berhenti menjadi pecundang yang hanya bisa lari, lari dan lari.
Tulisan ini juga tamaran untuk diri sendiri untuk menyelesaikan kuliah :D
Medan, 28 Juni 2016
Merasa diri tidak mampu merupakan hal yang sangat manusiawi, tapi lari bukanlah solusi. Cobalah untuk menghadapi semua hal yang perlu hadapi, kesampingkan rasa takut, yakinlah Tuhan tahu kita mampu menghadapinya. Cobalah berhenti menjadi pecundang yang hanya bisa lari, lari dan lari.
Tulisan ini juga tamaran untuk diri sendiri untuk menyelesaikan kuliah :D
Medan, 28 Juni 2016

0 comments
Post a Comment