Aktivitas yang padat kita hari ini menyebabkan banyak hal yang terjadi dalam diri kita . mulai dari sering kelelahan, pulang sering kemalaman, makan nggak teratur dan cara berfikir kita yang semakin dewasa.tapi di antara aktivitas kita tersebut banyak membuka pertemuan antara lawan jenis kita sengaja ataupun nggak sengaja, hali ini tidak bisa di elak kan dan nggak boleh di elakkan juga. namun ada fenomenal yang lumayan mengganggu aktivitas kita yang padat itu. yang mengganggu tersebut kita sebut saja "virus merah jambu". nah namanya juga virus pasti menjangkit dan menular dong !! yang virus ini gejalanya di awalin sedikit rasa kagum terhadap lawan jenis, kemudian tak lama entah mengapa membesar sendirinya, tak lama ada bisikan "wah sepertinya dia cocok jadi pendamping kita nihhh !!" . tak lama kemudian atas bisikan tersebut mulai lah kita mencari tahu tentang seseorang yang kita kagumi tersebut. mulai dari mencari nmr hape, baca status di fbnya, stalking twitternya, sampai nyari tahu apa aja yang dia lakukan. setelah mendapatkan semua info tersebut datang bisikan yang memastikan "kan bener dia cocok banget sama saya, kalau saja dia jadi pasangan saya". sebelum tidur tanpa sengaja memikirkan apa yang lawan jenis yg kita kagumin tersebut lakukan dan terus menambah bisikan2 yang terdengar tadi "seandainyaaa... seandainyaaaa... seandarinyaaa....". maaf kalau pass banget sama kejadian nyata hehe.

Tak lama berselang ada sebuah panggilan lagi "coba tes sms dia!!!". dalam sekejap hape entah kenapa muncul di tangan dan ngetes sms dia. tak lama berselang tanpa jawaban sms. kita terus menunggu dan menunggu balasan sms tersebut. dan lama kelamaan kita pun tertidur menunggunya (kalau nungguinnya sebelum tidur malam). besok paginya sms pun masuk dan yang sering berbisik tadi "yesssssssss,,, lanjutkan". namun sang lawan jenis idaman tak begitu memperdulikan, tapi dengan penuh semangat dan dorongan yang lain "ayookkkk kamu bisa menaklukkan hatinya". maka diri ini terus dan terus sms sang lawan jenis. sampai pada akhirnya sang lawan jenis juga mendapatkan bisikan "kasihan kali ini orang,, ladenin sikitlah".

Sms pun berlanjut sampai pada saat sang lawan jenis pun mendapat bisikan "sepertinya orang ini baik kali dan bla bla bla" semua yang memperindah diri kita ini di munculkan dalam pikiran lawan jenis kita itu. sms berlanjuttttt,,, nambah malah jadi teleponan. di tambah lagi sang lawan jenis sharing dengan temen yang mensupport "iya kamu cocok kok dengan dia" dan terkadang sang lawan jenis menanyakannya lagi dan lagi, dan selalu jawaban dari teman tersebut "iya kamu cocok". tak lama berselang bisikan hati melanjutkan apa yang harus di lakukan "aja dia jalan2 yook, nonton, datanging rumahnya dan lain lain, tapi ramai2 aja, biar nggak malu kali" atas bisikan tersenut mulai lah mencari jalan untuk bisa jalan2 rame2 dengan lawan jenis kita tersebut. setelah sering jalan2 bersama beramai ramai bisikan berlanjut "kita ajak jalan2 berdua aja yoookkk kan asik,, pasti romantis" bisikan mempengaruhi pikiran kita bagai mana caranya yah agar bisa jalan2 berdua. dan kemudian menemukan cara agar kita dapat berpergian berdua bersama dia. awalnya pergi berdua kemudian mulai berpeganggan tangan, kemudian semakin sering pertemuan semakin tinggi intensitas berpegangan tanggan dan makin lama makin parah.


Begitu lah cara sesuatu yang membisikkan kita untuk meneruskan kita sampai pada suatu titik di mana kita akan menyesal. dan percaya atau tidak semulai dari sms an dan membayangkannya, kualitas kita dalam menyerap pelajaran berkurang, produktifitas kita dalam melakukan kegiatan kita di organisasi kita semakin berkurang, dan lama kelamaan IP turun, organisasi kacau, dan seperti ada suatu hal yang membuat kita kehilangan semangat melakukan sesuatu selain memikirkan sang lawan jenis, memang awalnya indah, setiap sms membangkitak kita semangat makan, sholat, tahajud, bahkan aktivitas lain.

Tapi tanpa di sadari semua yang kita lakukan itu sudah salah niat dan lama kelamaan kita semakin malas melakukannya jika tanpa di dorong oleh nya. atau bahkan langung menurun kegiatan keagamaan kita tersebut karena nungguin balesan sms dia. kalau ada seseorang yang berkata "hijab sebenarnya ada di hati" saya rasa itu salah, Hijab sebenarnya ada di Hape dan laptop kita,, sebelum membalas sms, fb, twitter, ingat2 lagi note ini. apakah kita mau meneruskan ajakan bisikan yang mungkin kalian tahu siapa yang membisikkannya. ataukan kita menghentikannya sekarang juga. JIKA MEMANG KITA MENGAGUMINYA DAN MENGINGINKANNYA DALAM HIDUP KITA. MAKA KITA MINTA DIRINYA DALAM DOA KITA PADA PENCIPTANYA. BUKAN MEMULAI MERUSAKNYA DAN MENGAJAKNYA DALAM BISIKAN-BISIKAN yang mungkin membawa dan menyesatkan dirinya dan diri kita.mungkin itu aja kalau ada kurang2 atau ada salah2 mohon di maafkan, saya juga masih belajar. kalau ada yang salah saya nggak marah untuk di comment.
semoga note ini dapat mengingatkan yang membaca dan yang menulis kembali ^_^
Read More
Hari ini tepat hari terakhir saya menyelesaikan Praktik Kerja Lapangan ini. Di antara baju2 kotor yang sudah siap untuk di packing kembali. Saya terduduk di atas kursi plastik hijau di sebelah pintu kamar saya, sembari beristirahat dan menunggu masakan ade siap saya sempatkan merenung dan menulis blog ini.
Teringat hari pertama PKL 8 agustus 2012, hari itu saya berangkat ke Nagori Dolok untuk melaksanakan PKL jam 11 siang. Cuaca lumayan terik yang menemani perjalanan kami ini. Sepanjang perjalanan si ade banyak bercerita tentang berbagai hal primitif kampungnya sewaktu ia kecil, ya dia sewaktu kecil saja sering pulang kampung sekarang sudah banyak amanah di kampus, mesjid rumah, dan lain lain.
Tiga jam dalam perjalanan dengan jalan yang sebagian besar berbatu dan kurang bagus sampai lah kami ke rumah tantenya si ade, atau kalau orang batak bou. Bou itu artinya adik dari ayah. Bou tersebut sudah menunggu kami di depan rumahnya dan bergegas masuk ke dalam rumah untuk sedikit membereskan rumah dan mau membuka semua kursi hijau plastik khusus buat tamu. "Assalamualaikum" seru ade sewaktu memasuki rumah, memang di kampung ade ini orang Muslimnya sangat Sedikit. "waalaikumsalam" sang bou menjawab sambil melepas kursi tadi," kami duduk di bawah aja bou" sanggah ade agar tak membuka semua kursinya.
Bergegas lah sang bou membentangkan tikar yang berukuran kecil. Sewaktu kami masuk sang keila dari bou si ade yang lain juga masuk, keila adalah suaminya bou dalam adat batak. Kursi yang sudah terlanjur terbuka tadi langsung di duduki oleh keila tersebut, kemudian kami bercerita tentang PKL kali ini, sang keila pun mengerti dan langsung bergegas keluar rumah mencari seseorang. Sang Bou pun menawarkan "kalian dah makan? Makan dulu kelen yah bou dah masak itu". Kebetulan dari medan kami sudah membawa bekal yang di ambil sendiri di kedai nasi milik ibunya ade, si ade pun menjawab" belum bou, tapi kami dah bawa makanan bekal dari rumah". Belum selesai ade ngomong sang bou udah kebelakang mengambil makanan, memang rumah bou tersebut nggak terlalu lebar, jadi dari belakang ke depan tetep bisa kedengeran. Saya pun menggambil tas saya dan mengeluarkan dua buah bungkusan nasi dan bungkus plastik ikan tongkol dan sayurnya. Seketika sekeluarga bou tersebut seperti membentuk lingkaran dan di tengah2 nya makanan sudah tersaji oleh bou tersebut, si ade menggambil nasi, bou mengambil nasi, saya mengambil nasi, seketika saat saya sudah selesai mengambil nasi sang bou berkata dengan suara yang agak nyaring " ambil lagi nasi mu itu sikit kali kau makan". Mungkin karena daerah dengan adat batak kental makanya saya sedikit merasa suara itu terlalu kencang, dan kata2 bou tersebut terus berulang seketika saya makan "Ambil lagi nasi mu itu lem" sampai hari terakhir kami di sana.
Setelah menikmati makanan yang halal dan lezat yang di sediakan, kami beristirahat sejenak, bou mengeluarkan tikar lain dan bantal kepala untuk kami sedikit ber istirahat. Tak lama kemudian keila yang tadinya keluar mencari informasi sudah mendapat info tentang tempat kamip PKL di sini,"itu ada si lombu kerja di situ, tadi kudatangin rumahnya cuman dia lagi pergi ke siantar, tadi dah ku bilang sama mamaknya kalau di pulang suruh ke rumah ini" tersentak dalam hati wah luar biasa penyambutan di sini sampai2 kami hanya harus berdiam di rumah saja. Kami menunggu abang2 yang di panggil lombu itu sampai malam hari, dan ternyata dia pupang larut malam. Dalam kesunyian menunggu saya mencoba mencari hiburan namun sepertinya tidak dapat. Kemudian teringat sebuah bingkisan dari adik kelas karena mengisi sebuah acara sebelumnya, "Alhamdulillah ada bacaan sikit" bingkisan tersebut isinya buku yang berjudul "sandiwara langi" memecah kebosanan yang merayap di kepala. Di rumah bou ini juga sangat terasa kehangatannya, seperti melepas rindu sama ummi yang sedang naik haji. Kita bisa menemukan kebahagiaan di manapun berada meski jauh dari rumah.
Read More
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home
Powered by Blogger.