Selama bulan puasa kita selalu menahan amarah, hawa nafsu dan juga rasa lapar, namun begitu lebaran datang kita kebanjiran makanan untuk di habiskan. Mulai dari ketupat, lontong, rendang, roti jala dan masih banyak lainnya. Semua makanan tersebut sengaja atau tidak sengaja bisa masuk ke dalam perut yang sangan kecil ini. Kebanyakan dari kita sebenarnya hanya lapar mata dan juga penasaran dengan rasa makanan-makanan tersebut. Belum lagi disaat bertamu banyak di suguhi beraneka ragam kue kering dan yang paling sering terjadi saat sudah makan 5 kue kering si tuan rumah belum lihat dan berkata "dimakan lah kuenya". 

Efek kebanyakan makan selama lebaran adalah sepanjang hari merasa perut tidak enak dan yang paling parah adalah di mana berat badan yang tadinya sudah turun malah semakin meningkat. Belum lagi efek jangka panjang seperi sakit gula (terlalu banyak minum sirup) , kangker (kantung kering, terlalu banyak ngasih THR) dan lainnya.

Ada sebuah cara sederhanya mengatasi sementara rasa kekenyangan sepanjang hari saat sudah sampai di rumah. Cara ini sering saya peraktikkan saat lebaran dan lumanyan membantu. Begini lah caranya :
1. Siapkan air panas, dan juga teh bubuk atau teh celup.Apabila tidak ada yang penting teh yang bisa di seduh.

2. Masukan air panas ke dalam gelas yang bersih dari bakteri dan streil.

3. Lalu seduh teh yang sudah di siapkan tadi ke dalam air panas tanpa gula.

4. Duduk santai di bangku yang paling nyaman ada di sekitar kita.

5. Ambil teh tersebut dan minum.


Mudah mudahan dengan tips tersebut kita bisa mengurangi rasa kekenyangan yang telah di alami selama seharian penuh.

NB : Intinya minum teh pait hangat.
Read More
Badanku sudah mulai dekil berhari-hari lalu, baju ini juga sudah sangat lusuh. Beda sekali perlakuan mereka dengan salah satu temanku yang berbaju merah itu. Dia selalu mendapatkan tempat spesial di bandingkan denganku.

Kemarin aku dengar si baju merah bejalan-jalan ke mall, caffe, toko baju dan rumah makan mewah. Kemana-mana si baju merah bersama orang yang wangi dan selalu menjadi pusat perhatian orang banyak. Kalaupun si merah ditinggalkan di pinggir jalan, akan ada orang lain yang membawanya.

Sedangkan aku hanya bisa berjalan-jalan ke tempat parkir, warung dan pasar tradisional. Kemana pun aku lebih sering dengan orang yang bau dan selalu di abaikan oleh orang sekitar. Seandainya aku tertinggal di pinggir jalan maka akan ada 10 orang yang mengabaikan.

Walaupun begitu aku lebih sering singgah ke Mesjid, panti asuhan dan orang tidak mampu. Kebanggaan merah hanya saat dia bisa bersama orang hebat namun sedikit bermanfaat untuk orang lain.


Medan, 03 Juli 2016
Read More
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home
Powered by Blogger.