Setiap orang di dunia pasti memiiki amanah dalam hidupnya. Mulai dari amanah orang tua untuk menyelesaikan kuliah, amanah dari dosen untuk menyelesaikan tugas dan mendapat nilai bagus bahkan terkadang amanah dari teman-teman satu organisasi atau komunitas. Dari seseorang di lahirkan ke muka bumi keidupan di penuhi amanah. 

Sering kali kita merasa Jenuh, bosan, kesal dan tidak sanggup menghadapi amanah yang di berikan oleh orang-orang sekitar kita. Sering kali kita ingin berlari jauh-jauh dari tanggung jawab yang muncul setelah amanah diberikan. Tetapi lari bukan lah hal yang terbaik yang harus kita hadapi. Saat kita lari akan ada hal lain yang akan mengejar kita jauh lebih dari sebelumnya.

Kalau lelah dalam sebuah amanah kita boleh istirahat, Bukan lari. Istirahat adalah dimana fase kita berhenti beberapa saat untuk melompat lebih tinggi. Dalam fase ini jangan terlalu terlarut di dalamnya. Yakinkan diri setelah fase ini kita mendapatkan inspirasi baru untuk menyelesaikan semua masalah yang datang dari amanah tersebut.

Lari adalah pilihan pengecut yang merusak segalanya. Kepercayaan orang akan mudah memudar jika kita lari, akan ada masalah baru dengan kesulitan yang sama, dan masih banyak hal yang tidak terduga lainya yang menanti dari pelarian itu. Masalah yang sebenarnya adalah sering kali orang yang tepat dan benar dalam sebuah amanah yang hanya cocok untuk dia lari, sehingga menyebabkan yang mengisi posisinya kurang maksimal. Banyak pihak yang di rugikan kalau sudah seperti ini.

Merasa diri tidak mampu merupakan hal yang sangat manusiawi, tapi lari bukanlah solusi. Cobalah untuk menghadapi semua hal yang perlu hadapi, kesampingkan rasa takut, yakinlah Tuhan tahu kita mampu menghadapinya. Cobalah berhenti menjadi pecundang yang hanya bisa lari, lari dan lari.

Tulisan ini juga tamaran untuk diri sendiri untuk menyelesaikan kuliah :D



Medan, 28 Juni 2016
Read More

Lanjutan Part 1

Entah mimpi apa kemarin malam kenapa perjalanan pulang pergi tempat duduk bangku pesawat selalu di ambil orang. kali ini bapak-bapak berbaju biru, barambut keriting di pangkas pendek. Dengan santainya seperti tidak merasa bersalah tu bapak-bapak main hape androidnya seperti tidak ada yang terjadi. Tapi yaudah lah ya toh ini tempat duduk di daerah pintu darurat, jadi jalan ke kursi selanjutnya aman. 

Selang beberapa menit berbalu pesawat pun mulai take off. Tepat beberapa detik mau take off bapak-bapak game android seleah mau pergi ke kamar kecil. Dia kuraang tau kalau lagi take off nggak boleh ke kamar kecil, atau ni orang pertama kali naik pesawat yah gitu aja nggak ngerti. Kemudian dia kembali sepertinya belom sempat buang air kecil sudah dilarang oleh pramugari. Mungkin ini namanya karma pak jangan main serobot-serobot aja tempat duduk orang. Akhirnya dia Buang air kecil setelah pesawat stabil. 

Sesaat sebelum terbang, pramugari menginstruksikan untuk membuka kartu keselamatan, terutama di bangku pintu darurat. Aku ambil kartu petunjuk keselamatan di depan bangku dan mulai membacanya. Makdekipe, kuntilanak bunting, kecoak beranak ni bapak-bapak malah ikut baca kartu yang aku baca. "Woiii itu punya elu ada di depan bangku baca sendiri" teriak dalam hati.

Setelah pesawat terbang dengan tenang, penumpang lain tertidur dengan pulasnya, aku muai merasakan ingin buang air kecil. Sepertinya aku punya ide supaya sedikit memijak, atau menyandungkan diri ke kaki ni orang. Tapi apa daya mungkin ni orang bisa baca pikiran kali yah, dia narik kakinya dalam-dalam sewaktu aku buka mulai sabuk pengaman. 

"Para penumpang diharap memakai sabuk pengaman , menaikkan sandaran meja, dan membuka jendela pesawat karena sebentar lagi pesawat akan mendarat." Suara mbak-mbak pramugari di sepeaker menandakan kami sudah mau mendarat. Si gorila bunting sebelahku ini kayak pertama naik pesawat heboh lihat jendela sehingga mukanya yang berminyak dan banyak lobang jerawat tepat di hadapanku. Kalau mau lihat pemandangan kenapa nggak dari tadi duduk deket jendela, kenapa bangku aku yang di serobot, ampu deh.

Akhirnya pun pesawat pudah mendarat, kalau naik pesawat maskalai ini sampai tujuan di Medan sudah bisa di pastikan pesawat belom berhenti penumpang udah heboh buka kabin pesawat. Dan si Gorila ini juga salah satunya. Selain heboh buka duluan dia juga serobot-serobot orang di depan biar cepat keluar. Kasihan juga lihat ibu-ibu di sikut sama dia.

Berhubung dekat pintu darurat, dan banyak bawa tas koper, aku dan si Baim santai-santai aja turunnya toh juga nuggu bagasi lagi. Sembari jalan turun dan nunggu  bagasi, aku certita kejadian selama di pesawat tadi dengan dia. Dia pun hanya ketawa ringan dengar certa ini.

Kami pulang naik damri yang menuju Plaza Medan Fair. Sepertinya kami penumpang terkahir di dampri tersebut, kami naik dan damri langsung jalan. Sebelum jalan si supir mengisyaratkan kalau tas di bawa  ke atas bus saja, ada tempat khusus koper dan tas besar ada di dalam. Enaknya penumpang terakhir damri, tas terletak paling atas tumpukan, dan nggak nunggu penumpang-penumpang lain lagi, alias langsung jalan. Aku dan Baim duduk terpisah lagi, si Baim lebih milih duduk di sebelah mbak-mbak india ketimbang duduk di sebelahku di bangku paling belakang. Dari kejauhan tampak orang yang sepertinya aku kenal. Ternyata si gorila bunting naik damri yang sama dengan kami. Mau cepat-cepat juga turun dari pesawat toh akhirnya pulangnya sama juga, dasar-dasar. Kebeneran dia turun duluan, ternyata tas dia di bagian paling bawah tumpukan tas yang membuat dia terpaksa membongkar tumpukan tas di atasnya. Mungkin ini karma part 2 dia gara-gara sikut-skut orang sembarangan di pesawat.

Banyak yang bisa renungkan dari kejadian ini, semakin kita berusaha semau kita, tapi dengan cara merugikan orang lain sama semuanya akan terasa sia-sia karena Tuhan Maha Adil.
Read More
"Ini Bintang kecil, warna orange" Celoteh lila.

"Ini warna merah" lanjutnya sambil menunjuk bagian bantal berwarna merah.

"Kalau ini lila?" aku menggambil boneka dan menunjuk ke arah bagian boneka tersebut.

"Hidung"

"Kalau ini ?" Menunjuk ke arah mata boneka.

"Mata!"

"Kalau ini? " menunjuk ke arah kuping.

Lila terdiam, munkin dia berfikir apa yah kemarin yang umi bilang, lila lupa deh.

---

Tiga puluh detik berlalu lila masih berfikir apa nama bagian tubuh tersebut. Muncul sebuah ide, karena uminya lila sering heran kenapa lila terkadang ngomong bahasa minang, padahal lila tinggal di Jakarta akhirnya pale'nya memberikan kosa kata minang baru buat lila.

"Talingo!" memberikan contoh.

"Talingo!" kemudian umi lila lewat depan kamar.

"Apa nak? talingo ?!!" sambil masuk kamar umi lila ngmong dengan nanda histeris.

"Kok bisalah nak ngomong bahasa minang?"

lila terdiam, pakle'nya ketawa sampai sakit perut. Maafkan pakle' ya lila dan uminya :D  




Medan, 25 Juni 2016
Read More
Fakri adalah salah satu temanku yang paling aneh di sekolah, hari ini kami sedang melaksanakan buka puasa bersama. Raja dan Fakri adalah teman dekat, mereka berdua selalu jalan bersama-sama, NgeBand bareng, Nongkrong bareng, bahkan boker malem mereka juga bareng.

Seperti biasa setelah makan kebiasaan mereka adala merokok bareng. Mereka keluar ruangan dan duduk di pinggir jalan memproduksi asap rokok bersama.
"Ri, tadi kau lihat nggak acara Tv mater limbat berdiri di atas ketinggian 20 meter selama 20 jam? seram juga yah?" Raja bertanya dengan sanga antusias.

"Iya lah wak, capek juga ah itu kalau puasa-puasa berdiri 20 jam" jawabnya Fakri.

"iya ya wak, kayak mana lah dia buka puasanya di atas sana?"

"Gampang lah, kan buka puasa harus di segerakan, Cakap kotor aja dia di atas sana" Fakri tertawa terkekeh.

"Eh ko****, ambilin minum gw cepat, aus ni" gaya fakri menirukan Limbat berbicara kotor.

"iya ya wak" Pada akhirnya mereka berdua tertawa bersama-sama.

----

Nb : Kata "wak" di ambil dari kata uwak (paman) , namun entah kenapa kelama-lamaan sering anak medan pasaran menjadikanya kata untuk temen dekat.

Medan, 24-06-20016
Read More
Sebuah pagi di kejutkan dengan serba Rp . 13.330 harga buku di playstore. Belakangan saya sering beli ebook di playstore, karena selain lebih murah dari pada beli ditoko buku, juga kita menghemat kertas untuk program Go-Green. Tapi kan sulit membaca di layar hape android ? Memang bener sih, tapi beberapa hari lalu saya nggak sengaja buka-buka toko online, dan nemu sebuah tablet seharga sekitaran 700 ribu merk Evercross. Karena penasaran dan isi tabungan sedikit berlebih akhirnya saya coba beli. Alhasil sampailah tablet baru berukuran 7 Inci di rumah. Barangnya sangat memuaskan dengan budget mini. Bahkan sekarang saya nulis blog ini via tab baru ini. 

Dengan adanya tablet baru, saya coba beli buku gratis dulu di playstore. Selain buku gratis, saya juga coba baca contoh buku. Ternyata tidak seperti yang di bayangkan, baca buku di ebook juga sama menyenangkannya dengan buku asli. 

Beberapa hari setelah itu, saya coba beli pulsa Telkomset sebesar 100 ribu, dan saya beli buku yang saya sudah lihat contohnnya tempo hari. Jujur aja kecepatan saya membaca lebih dari biasanya ketika saya membaca di tablet ini, mungkin berasa orang kaya kali ya.  Kemudian saya mulai mencari-cari buku yang saya mau, pada akhirnya saya beli 4 buku dengan tambahan pulsa lagi.

Sampai tiba pagi ini, pulsa telkomsel sudah terisi 100 ribu. Ada berapa buku yang ingin saya beli, namun dengan budget segitu, paling hanya satu atau dua buku yang bisa saya beli. Jari mulai melihat lihat kembali buku yang kemarin sudah saya targetkan beli. Dan tidak sengaja ada tulisan serba Rp 13.330. 

Isi promosi buku tersebut bukan sembangan, mungkin kemarin saya sering buka-buka dan sempat baca contoh buku tersebut, karena mahal saya urungkan niat membeli. Saya lebih mencari buku yang saya perlu dulu. Dan ternyata buku tersebut masuk ke dalam diskon, kemungkinan diskon berdasarkan sistem. Pada akhirnya saya beli 5 buku dengan harga sekitar 14 ribuan per buku. Sekedar bagi info,mungkin ada yang gemar membaca namn lowbudget seperti saya.  Semoga tulisan ini bermanfaaat.

Ahmad Salim, Medan 23 Juni 2016.
Read More
Aku Pernah mengenal seorang dokter yang sangat baik hati. Kebanyakan dokter di Indonesia memiliki harta yang berlimpah, begitujuga dokter ini. Beliau memiliki banyak rumah di berbagai kota. bahkan hartanya banyak juga di luar negeri hanya untuk di tabung. 

Suatu saat beliau ingin memberikan adik kesayangannya sebuag kursi, karena adiknya tersebut belum memiliki kursi ruang tamu yang indah. Namun ia tidak ingin di ketahui oleh istrinya bahkan anaknya. Kemudian timbul lah ide untuk membuat seolah olah itu adalah jual beli. Sang dokter memberikan uang sebesar 2 juta rupiah kepada adiknya, kemudian uang tersebut seperti di tukarkan dengan kursi yang mau di berikannya tadi. Begitulah cara sangkin ingin menyembunyikan tangan kiri saat memberi tangan kanan.

Sang dokter memiliki Ibu yang sakit-sakitan, namun dikarenakan  dokter ini bekerja di luarkota sebagai direktur rumah sakit, ia jadi jarang berjumpa dengan ibunya tersebut. Namun kedua adik perempuannya merawat sang ibu. Suatu hari karena ingin menebus rasa bersalahnya sang dokter akhirnya memberangkatkan Haji kedua adiknya terebut. Lagi-lagi tanpa embel-embel di beritahukan kepada siapapun. 

Sang dokter selalu saja membantu seluruh keluarganya. Anak dari abang kandungnya yang sudah lama meninggal pernah mengalami masalah. Kemudian dengan cekatan beliau langsung membantunya. seringkali kejadian ia membantu tanpa ada cerita dari orang lain.

Sampai pada akhirnya di hari wafatnya dokter tersebut, seluruh keluarga yang ada di luar kota pun ikut memaksakan hadir ke pemakammannya. Kekayaan yang sebenarnya bukanlah seberapa banyak yang kita miliki melainkan seberapa banyak yang kita berikan.




Read More

"Yasudah lah di, kalau kamu tidak lulus UN nanti kita pindah sekolah lain saja, ngulang lagi satu tahun!" Kata-kata seorang ibu yang pesimis dengan anaknya. UN atau kepanjangan dari Ujian Nasional adalah syarat kelulusan siswa seklah dasar pada tahun ini. Sialnya kenapa mesti aku dan anggkatanku yang pertama merasakan ini. 

Tahun ini adalah tahun di mana pertamakali UN dilaksanakan di tingkat SD, walau pun standar UN pertama sekali waktu itu adalah nilai rata-rata 4,0 jelas saja itu cukup meresahkan hati. Ditambah lagi nilai try out yang menunjukan nilai rata-rataku tidak sampai 4. Kepala sekolah yang terus menakut-nakuti semua siswa dan orang tua membuat Ummy juga stress. Sebagai anak SD yang selalu ranking 10-15, sering terfikir masa iya aku tidak bisa lulus UN. Jika angka siswa SD yang tidak lulus UN adalah 50% jelas aku masih aman. 

Owh iya perkenalkan namaku Adi anak pertama dari 3 bersaudara. Aku bersekolah di sebuah SD swasta Islam yang baru buka. Aku angkatan pertama di SD tersebut. Karena angkatan pertama jelas tidak ada yang namanya abang kelas, yang ada hanya adik kelas. Namun angkatan pertama dengan UN yang pertama juga merupakan dilema yang sangat dalam. 

---


Sehari setelah selesai try out untuk pertama kalinya, kami anggkatan pertama yang kece ini di kumpulkan di ruang guru oleh kepala sekolah. ruangan yang biasanya hidup lampu dan penuh penerangan saat itu di buat tanpa cahaya listrik. Hanya cahaya matahari yang masuk dari sela-sela jendela yang tertutup gorden transparan. Sontak tiba-tiba sang bapak kepala sekolah  pak sadar yang terkadang kami juluki bang sad, marah yang sangat hebat. Beliau marah karen nilai Try Out kami hampir semua tidak lulus, hanya ranking satu dan dua kelas saja yang lulus.

Kemudian kami diberikan masing-masing sebuah bungkusan daun pisang yang di tusuk oleh lidi kecil sebagai pengikatnya. Bungkusan tersebut persis seperti bungkusan tape pulut hitam. Sembari menasihati dengan nanda yang perlahan mulai melemah dan cenderung semakin sedih, kami di suruh membuka bingkisan tersebut. Ternyata isinya sebuah tanah, sambil marah-marah pak sadar mengatakan "Kalau hasil Try Out ini menunjukan hasil nilai UN kalian, maka saya telah gagal menjadi kepala sekolah, dan kalian juga gagal menjadi murid, Lebih baik kita makan saja tanah yang ada di hadapan kita masing-masing"

Sontak semua teman terdiam dan mulai mengeluarkan air mata, terutama anaknya pak sadar yang juga satu angkatan denganku. beberapa saat kemudian pak sadar berkata kembali "Kalau kalian tidak mau makan, biar saya saja yang makan." 
Husni anaknya pak sadar dan Rana berlari menuju pak sadar untuk mengehntikan kegiatan aneh pak sadar hari ini. Semua teman seangkatan menangis kecuali diriku. Sebenarnya aku penasaran gimana jadinya kalau husni dan Rana tidak menghentikan pak sadar. Mungkinkah pak sadar melanjutkan aksinya makan tanah, lebih bagus seeprtinya makan beling sekalian di depan umum untuk di tonton, sambil ngutip sumbangan, lumayan hasilnya bisa buat beli jajan.

---

Tiga minggu kemudian, Try Out (TO)pun kembali diadakan. Kali ini sepertinya semua teman-teman tampak serius belajar sebelum memulai TO tersebut. aku masih penasaran kalau saja kepala sekolah makan tanah. eh ?

Satu hari setelah pengumuman nilai TO kami kembali di panggil ke kantor guru. bungkusan yang sama seperti waktu itu kembali di berikan masing-masing kepada kami. Kali ini bungkusannya sedikit lebih gembung dari yang lalu. Mungkin saja volume tanahnya lebih banyak karena sebagian besar dari kami masih tidak lulus UN versi TO. Pak sadar pun memulai kembali ceramahnya degan nada sedih. 
"Kali ini kita akan benar-benar makan di dalam bungkusan itu, ini semua gara-gara kalian!!!" 

"Buka bungkusan itu sekarang!" Perintah pak kepala sekolah. Pelan-pelan kami semua membuka bungkusan tersebut. Ternyata kali ini isnya adalah apel. 

"Terima kasih, buat kalian persentase peningkatan jumlah yang lulus pada TO terakhir meningkat, masih ada 6 bulan lagi sebelum UN mudah mudahan dengan penigkatan terus menerus maka kalian semua lulus 100 %" Pak Sadar ceramah sambil tersenyum.

"Silahkan di makan apelnya ini adalah hadiah dari saya!"

---

Saatnya Pengumuman UN yang sebenarnya, seluruh siswa dan orang tua siswa di dudukan di bawah tenda di lapangan basket sekolah kami. Pengumuman resmi akan di umumkan jam 3 siang ini. Namun nilai sudah sampai kepada kepala sekolah dari jam 9 pagi. dengan cemah pak kepalasekolah kali ini berkata "Siswa kita sekitar 30% tidak lulus"

Jantung berdebar kencang mendengar kata-kata pembunuh semangat itu. Kemudian pak sadar membacakan satu persatu nilai kami. Ternyata nilai-nilai itu sungguh mengejutkan, sangking mengejutkannya jangkrik juga diam mendengarkannya. Semua nilai kami lulus jauh di atas rata-rata, bahkan nilai terrendah teman kami hanya nilai 7. Ada juga teman yang nilainya 10 semua kecuali satu matapelajaran dengan nilai 9 di mata pelakaran matematika. Nilai matematika, IPA, dan bahasa Indonesiaku juga 10. Memang sewaktu mengerjakan UN jauh lebih mudah ketimbang TO, Namun Nilai ini bagaikan iklan tv yang sampai tumpeh-tumpeh.

Nilai Ujan Nasionalku saat itu mampu untuk masuk SMP favorit di kota medan ini. Namun ada keputusan lain di rumah sehingga aku masuk ke sekolah swasta lainnya.  
Read More

"Bang aliiim, ini tante nong mau ngomong!"
sebuah telepon dari salah satu tante favoritku.


"Ya ada apa tante?"
"Tanggal 3 nanti sampai tanggal 5 alem nggak ada acarakan? Ikut sama tente yuk ke Pekanbaru"
"Nggak ada tante, ok salim ikut"
"Nanti kita pergi sama Baim juga"
"Siap Tante"
...

Pagi ini aku akan naik pesawatke kota yang nggak pernah jadi lama yaitu Pekanbaru, karena namanya selalu baru. Seperti kebanyakan orang kami memilih pesawat denga budget terrendah hari itu. Ya, tentu saja dengan maskapai yang udah pasti delay dan akan aneh jika tidak dilay. Tidak usah di jelaskan maskapai apa, setiap orang Indonesia pasti kenal maskapai ini. 

Sudah menjadi hal yang di maklumi untuk fasilitas maskapai ini, tapi kali ini bukan hanya maskapainya yang menyebalkan penumpangnya juga. Jam terbang yang tinggi oleh tante nong membuat kami di letakan di tengah atau di depan. Jam terbang maksudnya benar-benar jam terbang di pesawat udara. Saat check in tante nong sudah memastikan kami tidak duduk di belakang, namun kami dapat bangku yang sedikit terpisah oleh jalan orang di dalam kabin pesawat. Saat itu bangku pesawa dalam satu baris ada 6 dan di tandai oleh huruf A,B, C, D, E, F. Kami mendapatkan bangku C, D, E, dan naasnya aku dapet bangku C. 

Siang hari yang cukup terik untuk naik ke kabin pesawat setelah turun dari bus yang juga pendnginya tidak terasa. kami menaiki pesawat dan mulai mencari nomor bangku. sam[ai lah ke bangku nomor 23, nomor bangku kami. Aku melihat ke sebalah kanan dua bangku kosong pada posisi D dan E. Kemudaian Hal yang terjadi di bangku C sudah ada orang. Mungkin orang yang duduk di bangku C ini nggak pandai baca. Aku danteante terdiam beberapa saat, sembari di dalam hati semoga tante menegur orang tersebut agar pindah. Namun yang di harapkan tidak terjadi.

Untuk penumpang pesawat baru duduk dekat Jendela adalah hal yang menyenangkan, tapi tidak kalau sudah tau kalau duduk dekat jendela dengan pesawat ekomomi susah untuk ke kamar kecil. Dan anehnya penumpang yang sudah salah duduk ini sepertinya sedikit ketakutan untuk di tegur. Beberapa saat aku menunggu dia sadar dan malu tapi dia tetap bersikeras mau duduk di situ. Akhirnya aku pun menaruh tasku ke atas kemudian siap menerobos kaki-kaki penumpang pencuri tempat duduk ini.

Dengan kecewa aku mulai menghadap depan pesawat dan menerobos kaki-kaki besar ini. Aku menerobos kaki-kaki mereka tidak dengan menghadap mereka, melainkan membelakangi mereka. Smebari berjuang sempit-sempitan tanpa sengaja ternyata aku sudah membelakangi mereka dengan bagian pant*t pas di depan muka mereka. Terasa sedikit lega di dalam hati bisa membalas walau tak sempurna. Awalnya ingin cepat-cepat masuk melewati mereka dan duduk dengan tenang, namun karena Kebaikanku aku perlamat masuk agar mereka merasakan pemandangan indah lebih lama, Opsss.



Read More

Entah memang benar aku bisa memimpin orang lain dengan baik atau tidak, tapi sering kali setiap organisasi yang diikuti aku di minta jadi ketua, wakil ketua, atau sekertaris. Tempat tempat dimana keutusan besar harus di ambil. Kebanyakan oragnisasi yang terikuti adalah organisasi nonprofit alias tidak memikirkan keuntungan. jadi bekerja di organisasi nonprofit adalah kegiatan yang bergerak dari idiologi diri yang benar-benar tidak mengharapkan imbalan uang. Dari pengalaman banyak organisasi yang diikuti, banyak ilmu memanagement orang agar dari tidak berguna dalam organisasi menjadi berguna. 

Tadi siang aku mendengar ada sebuah kabar berita tentang keputusan pemerinta untuk memangkas satu juta PNS. Dengan alasan Jika orang kalah dengan teknolog mama lebih baik di rumahkan, alasan yang cukup masuk akal. Jika memang tidak berguna lebih baik rumahkan saja. cara ini juga merupakan cara yang paling cepat untuk memangkas anggaran negara. Miliyaran uang negara terselamatkan dari keputusan ini.

Efek sampingnya paling tidak hanya satu juta orang yang tidak berguna menjadi pengganguran. Hanya satu juta orang yang mungkin akan menambah jumlah kemiskinan di Indonesia. Mungkin saja orang yang tidak berguna di Negara tadi bisa lebih berguna di perusahaan lain atau membuka usaha sendiri. Banyak hal yang mungkin terjadi pada orang-orang yang di anggap pemerintah tidak bergna ini bisa terjadi.

Kalau dari pandangan seorang mahasiswa yang sering terpaksa menjadi petinggi sebuah organisasi, keputusan pemerintahan ini bukanlah keputusan yang baik. kalau kita gagal mengendalikan sampai begitu banyak orang, apakah begitu banyak orang itu yang salah. Misalakan ada seorang guru memberikan semua nilai muridnya antara nilai 10 sampai 20 dari 100 poin, itu berarti semua murid guru tersebut sudah gagal di pelajaran tersebut, maka semua murid itu harus tinggal kelas. Itu berarti sebenarnya yang terjadi adalah kegagalan pada menangemen sumberdaya manusianya, yang paling penting untuk sumber daya manusia adalah pimpinannya. Kalau sampai satu kelas gagal semua berarti guru tersebut sudah gagal menjadi guru karena tugas guru membuat murid jadi pintar. Sedangkan pemimpin tugasnya membuat mengatur agar bawahannya menjadi berguna.

Keputusan memecat juga adalah terakhir bisanya seorang pemimpin jika sama sekali tidak dapat mencari solusi untuk bawahannya. Tapi jika sampai banyak yang harus di pecat berarti kesalahan bukan dari bawahanya melainkan pimpinannya. Jika pimpinannya tidak berguna maka seluruh bawahannya juga tidak berguna. Jika pernah lihat film "Charlie and the Chocolate Factory", ayah charlie adalah serorang yang di PHK di pabrik pasta gigi karena kalah dengan teknologi robot pada awal film. Ayah Charlie memiliki tanggunagn banyak di rumahnya, bahkan Ayah dan Ibu kandungnya juga menjadi tanggungan di rumahnya. Namun di akhir film Ayah Charlie pun akhirnya bekerja kembali di pabrik tersebut menjadi mekanik robot tersebut. Contoh tersebut adalah contoh bagaimana management Sumber Daya Manusia. 

Seandainya setiap kegagalan dari manusia berujung pemecatan, maka perusahaan atau organisasi, atau pemerintahan saat ini akan kosong oleh manusia. Manusia adalah makhluk yang pasti ceroboh dan tidak sempurna. Robot dan teknologi lebih sempurna, namun mereka tidak bisa mengoperasionalkan diri mereka sendiri. Bagi diriku yang memiliki pengalam organisasi nonprofit, sumber daya manusia adalah sumber yang sangat berharga. Kehilangan satu sumber daya manusia kehilangan sebuah potensi menghidupkan organisasi.

Read More
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home
Powered by Blogger.