Keptusan Rumahkan 1 Juta PNS

No Comments

Entah memang benar aku bisa memimpin orang lain dengan baik atau tidak, tapi sering kali setiap organisasi yang diikuti aku di minta jadi ketua, wakil ketua, atau sekertaris. Tempat tempat dimana keutusan besar harus di ambil. Kebanyakan oragnisasi yang terikuti adalah organisasi nonprofit alias tidak memikirkan keuntungan. jadi bekerja di organisasi nonprofit adalah kegiatan yang bergerak dari idiologi diri yang benar-benar tidak mengharapkan imbalan uang. Dari pengalaman banyak organisasi yang diikuti, banyak ilmu memanagement orang agar dari tidak berguna dalam organisasi menjadi berguna. 

Tadi siang aku mendengar ada sebuah kabar berita tentang keputusan pemerinta untuk memangkas satu juta PNS. Dengan alasan Jika orang kalah dengan teknolog mama lebih baik di rumahkan, alasan yang cukup masuk akal. Jika memang tidak berguna lebih baik rumahkan saja. cara ini juga merupakan cara yang paling cepat untuk memangkas anggaran negara. Miliyaran uang negara terselamatkan dari keputusan ini.

Efek sampingnya paling tidak hanya satu juta orang yang tidak berguna menjadi pengganguran. Hanya satu juta orang yang mungkin akan menambah jumlah kemiskinan di Indonesia. Mungkin saja orang yang tidak berguna di Negara tadi bisa lebih berguna di perusahaan lain atau membuka usaha sendiri. Banyak hal yang mungkin terjadi pada orang-orang yang di anggap pemerintah tidak bergna ini bisa terjadi.

Kalau dari pandangan seorang mahasiswa yang sering terpaksa menjadi petinggi sebuah organisasi, keputusan pemerintahan ini bukanlah keputusan yang baik. kalau kita gagal mengendalikan sampai begitu banyak orang, apakah begitu banyak orang itu yang salah. Misalakan ada seorang guru memberikan semua nilai muridnya antara nilai 10 sampai 20 dari 100 poin, itu berarti semua murid guru tersebut sudah gagal di pelajaran tersebut, maka semua murid itu harus tinggal kelas. Itu berarti sebenarnya yang terjadi adalah kegagalan pada menangemen sumberdaya manusianya, yang paling penting untuk sumber daya manusia adalah pimpinannya. Kalau sampai satu kelas gagal semua berarti guru tersebut sudah gagal menjadi guru karena tugas guru membuat murid jadi pintar. Sedangkan pemimpin tugasnya membuat mengatur agar bawahannya menjadi berguna.

Keputusan memecat juga adalah terakhir bisanya seorang pemimpin jika sama sekali tidak dapat mencari solusi untuk bawahannya. Tapi jika sampai banyak yang harus di pecat berarti kesalahan bukan dari bawahanya melainkan pimpinannya. Jika pimpinannya tidak berguna maka seluruh bawahannya juga tidak berguna. Jika pernah lihat film "Charlie and the Chocolate Factory", ayah charlie adalah serorang yang di PHK di pabrik pasta gigi karena kalah dengan teknologi robot pada awal film. Ayah Charlie memiliki tanggunagn banyak di rumahnya, bahkan Ayah dan Ibu kandungnya juga menjadi tanggungan di rumahnya. Namun di akhir film Ayah Charlie pun akhirnya bekerja kembali di pabrik tersebut menjadi mekanik robot tersebut. Contoh tersebut adalah contoh bagaimana management Sumber Daya Manusia. 

Seandainya setiap kegagalan dari manusia berujung pemecatan, maka perusahaan atau organisasi, atau pemerintahan saat ini akan kosong oleh manusia. Manusia adalah makhluk yang pasti ceroboh dan tidak sempurna. Robot dan teknologi lebih sempurna, namun mereka tidak bisa mengoperasionalkan diri mereka sendiri. Bagi diriku yang memiliki pengalam organisasi nonprofit, sumber daya manusia adalah sumber yang sangat berharga. Kehilangan satu sumber daya manusia kehilangan sebuah potensi menghidupkan organisasi.

Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments

Post a Comment

Powered by Blogger.