Aku Pernah mengenal seorang dokter yang sangat baik hati. Kebanyakan dokter di Indonesia memiliki harta yang berlimpah, begitujuga dokter ini. Beliau memiliki banyak rumah di berbagai kota. bahkan hartanya banyak juga di luar negeri hanya untuk di tabung.
Suatu saat beliau ingin memberikan adik kesayangannya sebuag kursi, karena adiknya tersebut belum memiliki kursi ruang tamu yang indah. Namun ia tidak ingin di ketahui oleh istrinya bahkan anaknya. Kemudian timbul lah ide untuk membuat seolah olah itu adalah jual beli. Sang dokter memberikan uang sebesar 2 juta rupiah kepada adiknya, kemudian uang tersebut seperti di tukarkan dengan kursi yang mau di berikannya tadi. Begitulah cara sangkin ingin menyembunyikan tangan kiri saat memberi tangan kanan.
Sang dokter memiliki Ibu yang sakit-sakitan, namun dikarenakan dokter ini bekerja di luarkota sebagai direktur rumah sakit, ia jadi jarang berjumpa dengan ibunya tersebut. Namun kedua adik perempuannya merawat sang ibu. Suatu hari karena ingin menebus rasa bersalahnya sang dokter akhirnya memberangkatkan Haji kedua adiknya terebut. Lagi-lagi tanpa embel-embel di beritahukan kepada siapapun.
Sang dokter selalu saja membantu seluruh keluarganya. Anak dari abang kandungnya yang sudah lama meninggal pernah mengalami masalah. Kemudian dengan cekatan beliau langsung membantunya. seringkali kejadian ia membantu tanpa ada cerita dari orang lain.
Sampai pada akhirnya di hari wafatnya dokter tersebut, seluruh keluarga yang ada di luar kota pun ikut memaksakan hadir ke pemakammannya. Kekayaan yang sebenarnya bukanlah seberapa banyak yang kita miliki melainkan seberapa banyak yang kita berikan.

0 comments
Post a Comment