Suatu hari, ada
sebuah hari di mana hari tersebut adalah hari penggumuman nilai semester
pertama ku. Di hari tersebut aku berdoa terus menerus agar
mendapatkan nilai tertinggi di jurusanku. Seketika aku hendak mandi
teringan sebuah hadis tentang muliakan lah rambut mu. Sepertinya
rambutku sudah lama tidak di sampo. Sehingga aku bertekat mana tau aku
menyampo rambutku nilaiku bisa menjadi nilai tertinggi di jurusanku. Masuk lah aku ke kamar mandi dengan menggunakan handuk dan baju masih
terpakai lengkap. Mulai kulepas semua baju yang melekat. Kemudian aku
langsungmembersihkan tubuhku dengan sabun, menyikat gigi, dan lain-lain. Saat mau keluar kamar mandi
dan menggantungkan hadukku untuk menutup aurat. Aku baru teringat belom
shampoan, kemudian aku kembali dan menaruh handuk kembali pada
tempatnya.
Aku mulai mengambil shampoo, terlihat ku ada shampoo bayi adek ku.
“Shampoo bayi gak ada diterjennya jadi rambut gak rontok bang !“ Alasan adek ku memakai sampoo bayi.
Langsung lah aku mengambil shampoo tersebut, selagi busa sampo memenuhin rambut ku aku teringat iklan shampoo ini yang gak pedih di mata. Kemudian ku coba taruh dimata, ku tuang langsing ke mata, pedis enggak yah ? ehhh ternyata enggak, setelah sadar, Betapa bodohnya diriku. Lama-lama aku pikir, halah gak papa lah itu sekalian nyampoin bulu mata, orang kan gak pernah nyompoin bulu mata.
Aku mulai mengambil shampoo, terlihat ku ada shampoo bayi adek ku.
“Shampoo bayi gak ada diterjennya jadi rambut gak rontok bang !“ Alasan adek ku memakai sampoo bayi.
Langsung lah aku mengambil shampoo tersebut, selagi busa sampo memenuhin rambut ku aku teringat iklan shampoo ini yang gak pedih di mata. Kemudian ku coba taruh dimata, ku tuang langsing ke mata, pedis enggak yah ? ehhh ternyata enggak, setelah sadar, Betapa bodohnya diriku. Lama-lama aku pikir, halah gak papa lah itu sekalian nyampoin bulu mata, orang kan gak pernah nyompoin bulu mata.

0 comments
Post a Comment