Mancis Penyemangat Belajar

No Comments
Pada hari itu hari rabu di bulan juni di 2011. Biasa semester dua pada, jam-jam 11 an waktunya pelajaran Ilmu Ukur Tanah, yah pelajaran yang menarik dan tidak begitu sulit, cuman tentang sudut-sudut dan prinsip beda tinggi anatar titik di suatu lapangan. Seperti biasa pada hari itu sebelum pelajar ilmu ukur tanah, kami masuk Lab terlebih dahulu, yaitu lab uji bahan. Biasa kalau udah masuk lab pasti lah capek setelah itu, badan ini dah lemas rasanya, pada hari itu entah kenapa pak bin lama keluar dari kelas kami, maklumlah biasanya anak D1 biasa pakai kelas kami dengan dosen pak bin kalau kami masuk lab uji bahan.
Ternyata mereka lagi ujian, kalau di pikir-pikir enak juga D1 ini. Saya masih baru masuk semester 2, ehh mereka dah mau wisuda aja, selamat yah buat wisudanya bentar lagi. Terpaksa lah kami mengalah mencari lokal lain di sebelah, yaitu di kelas 2B,  yaah walau kelas tersebut sudah pernah jadi kelas kami di semester 1 kemarin tetep aja terasa berbeda kalu dah lama gak masuk ke situ,  sewaktu aku mau masuk bangku depan sudah terisi penuh, tinggal bangku paling kanan di belakang yang kosong, yasudah lah, ehh teringat hari pertama masuk, saya juga memilih bangku tersebut.
Tepat di depan bangku ku tersebut lurus ke depan ada kaca, kadang-kadang bisa berkaca sikit. Lanjut, masuk lah dosen ilmu ukur tanah kami Mulai lah bapak tersebut menjelaskan berbagai macam hal, dari sudut-sudut, pemakaian alat, cara mengkoreksi perhitungan di lapangan yang salah , dan lain-lain. Lama kelamaan kok tumben tiba-tiba rasanya ngantuk yang sayngat dahsyat, mata mau terpejaam saya rasa saya, terkadang sedikit melamun, dan terkadang sambil sedikit-sedikit melihat jam, ngantukk sekali, tepat di sebelah ku duduk Bana.
Biasa kawan akrab kalau udah melakukan sesuatu kami lebih sering bersama. Karena suntuk dan ngantuk, si Bana bongkar-bongkar laci meja, Kemudian di menemukan rokok satu bungkus dan mancis nya. Timbul di otakku ahhh bisa di maenin ini mancis. Lalu aku meminjam mancis tersebut, masuk lah setan, mulai ku bakar-bakar tuh laci meja, tapi kok kantuk ini gak ilang-ilang, terkair nya jalan terampuh menghilangkan kantuk sewaktu kuliah adalah membakar jari. Mulai ku bakar tangan ku, wahhh jelas terang langsung apa-apa di sekitarku, nampak dunia itu. Bertambahlah pengalaman hidup ku, kalau ada mancis bisa tuh bakar tangan kalau ngantuk sekali. Tetep semangt kuliah teman-teman jangan kalah dengan keadaan.
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments

Post a Comment

Powered by Blogger.