Sebelahku duduk seorang om-om tua memiliki jengot dan kumis yang tebal. Inikah yang namanya wawancara kerja, membuat orang menunggu begitu lama. Aku pun mulai merasa sendirian, kenapa di perusahaan ini banyak yang melamar lebiyh dari umurku. aku merasa sendiri tidak punya teman tidak punya kenalan. lamakelamaan rasa bosan pun datang menyelimuti pikiranku. Seandainya om-om disebelahku ini menjadi siwon, pasti akan ku ajak ngobrol, kubelikan minum, dan ku jadiksan pacar.

Handphone yang biasa dapat menghiburku kini sudah tidak bisa memberikan jawaban atas hiburan ku siang hari ini. Semua aplikasi sudah dibuka dan tidak ada yang membuatku merasa tidak sendirian. 

Teringat seseorang yang kalau aku chatting denganya selalu membuatku tertawa. Adi namanya, entah darimana pemikirannya yang aneh banget selalu membuatku tertawa terbahak-bahak. Hanphone yang tadinya ssudah masuk ke dalam tas kini kembali aku bongkar-bongkar demi chatting dengan adi.

"Adiiiii"

"Adooooo"

"Adaaa"

"Ad"

"Di"
"Didi"

Banyak pesan spam terketuk agar adi cepat membalas chat.

"aku lagi wawancara kerja, lagi nunggu di panggil tapi aku sendirian, temenin aku cerita"

Adi membalas "Males, BAYAR!!!"

"Ish kau jahat di, ayok lah cerita apa aja"

"Kau dari planet mana sih, yang wawancara kerjakan biasanya nggak sendiri nunggu, pasti ada orang lain, cerita sana sama orang sebelah mu!!"

"Ada sih sebelah ku om-om"

"Yaudah ajak lah cerita"
"Nggak ah, nanti aku di kira tukang Hipnotis"

"Kebanyakan makam micin kau git, ngomong sama orang sebelah aja nggak berani"

Aku menahan tawa yang akan keluar, darimana hubungannya micin sama nggak berani ngomong. Adi adalah anak paling absurd yang penah aku kenal.
Read More
Cipratan air membasahi seluruh mukaku. Didalam sebuah bak plastik kecil berwarna merah jambu, aku sering di mandikan ummi (panggilan untuk ibuku). Kalaitu kami masih tinggal di rumah nyak (sebutan nenek untuk orang aceh). di sebuah kamarmandi berkeramik warna biru muda dengan atap seng dan ada bagian seng terdapat sebuah plastik membentuk seperti seng namun dapat menembuskan cahaya matahari. ehingga apabila di siang hari kamar mandi ini tidak perlu menghabiskan listrik yang terpakai untuk pencahayaan sebuah bola lampu.

Di dalam bak tersebut aku bermain air, ummi bisa memandikanku dengan adik ku si ojan. Kami sering bermain kapal-kapalan, bom air dan banyak lagi hayalan anak kecil lainya. Ada satu hal yang aku bingungkan dari zaman itu sampai saat ini, di dalam bak tersebut terdapat gambar sebuah rusa kecil yang sangat misterius. Gambar rusa itu layknya seperti gambar karton yang terkenal pada waktu itu contohnya lion king, cinderela dan kawan-kawannya. Namun tidak sama sekali aku pernah melihat film karton rusa kecil seperti pada bak itu. Apakah ilm kartun rusa ini kurang laku di Indonesia, ataukah memang aku saja yang tidak pernah melihatnya. Begitulah yang ada dipikiranku saat itu sampai beberpahari lalu.

Di siang hari yang terik, di dalam kamar ku yang sejuk aku sedang tidak punya kegiatan. bukan tidak punya tepatnya tapi tidak tahu harus melakukan apa. akhirnya kuputuskan untuk membuka laptopku dan mencari film untuk di download dan di tonton. Kebiasaan ku aku kalau mau menonton film harus sambil mendownload, sehingga saat filmnya habis aku bisa melanjutkan nonton film baru. Aku menonton film mermaid saat itu. sebuah ilm cina tentang ikan laut yang kalau tidak salah Directornya Steven Chow. Seorang aktor komedi cina terkenal, pasti filmnya juga lucu pikirku. Sebelum memutar film aku sudah mulai mencari film apa yang akan ku download.

Tanpa sengaja aku melihat sebuah film disney jaman dulu. Film yang gambar covernya tidak asing dalam ingatanku. Film disney tersebut ternyata di buat tahun 1942, bahkan Indonesia belum merdeka. Filme yang membuat aku terus selama ini. Bambi adalah film rusa kecil yang ada di bak plastik ku mandi sewaktu aku kecil.

Untuk menjawab sebuah pertanyaan film apakah itu aku hasrus memaksakan diri mendownloadnya, walaupun aku sedang tidak ingin nonto kartun jadul seperti itu. dan terjawab sudah ternyata ini adalah idola masa kecilku yang aku tidak tahu bagaimana ceritanya. Gambar yang membuat aku trus tertarik mandi di bak Itu dengan rasa gembira.
Read More
Sebelum membaca part 2 lebih baik membaca part 1 terlebih dahulu.

Lokasi Air Terjun terdapat di tengah pulau sabang sedikit keatas. Lokasi ini masuk melalui jalan kecil yang bertulikskan air terjun, namun tulisan tersebut hanya terbuat dari papan dan hanya bisa di lihat jika kita benar-benar memperhatikannya. Jika bertujuan mau ke tempat ini alangkah baiknya bertanya kepada penduduk sekitar jika kita ragu. Setelah masuk di dalam terdapat tempat parkir sepeda motor. dari tempat parkir sepedamotor tersebut kita harus berjalan kembali lebih kurang 2 kilometer. Jalan memasukin Air terjun ini adalah jalan hutan, jadi menurut  saya lebih baik  membawa balita atau orang tua yang sulit berjalan. Di Lokasi Air Terjun ini kita dapat berenang dengan air tawar. Jadi kalau bosen minum air asin lumayan lah minum air tawar di air terjun ini.

Danau terdapat di tengah-tengah pulau sabang. sebelum memasuki danau terdapat beberapa kolam pancing yang di gunakan khusus untuk memancing. Sayangnya sepertinya turis tidak bisa berenang di dalam danau. Selain airnya keruh aku juga melihat beberapa sampah plastik di pinggiran danau, sehingga kami memutuskan hanya melihat-lihat berfoto di danau tersebut. Seprtinya di danau tersebut terdapat juga penyewaan sampan kecil untuk keliling-keliling danau. Mami datang terlu pagi senigga belum ada penjaganya. 


Lokasi Vulcano terdapat di sekitar selatan pulau sabang. Memasuki Lokasi ini terdapat sedikit hutan namun memiliki jalan yang terbuat dai cornblok. Setelah lebih kurang 500 meter baru terdapat bebatuan vulcano. Kami berjalan sampai kira-kira 2 kilometer kemudian memutuskan kembali karena hanya melihat bebatuan yang sama. jalanan pada saat bebatuan vulcano tidak rata dan banyak batu-batu kecil jadi tidak aku rasankan untuk membawa anak kecil atau orang tua yang sudah susah berjalan.

Benteng Jepang adalah bangunan peninggalan jepan. Di Benteng jepang adalah tempat yang bagus untu mengambil potret gambar laut. Kita juga bisa naik keatas Benteng tersebut untuk berfoto dari atas ketinggian dengan background lautan biru. Terdapat banyak gua-guakecil di daerah tersebut.

Kilometer 0 adalah tempat yang sudah banyak orang tau dan tidak kesabang kalu tidak datang kesini. Ingat sebelum ke Lokasi ini bagi yang tidak makan tanpa nasi sangat di sarankan membeli nasi dahuulu di kota. Karena di kilometer 0 tidak terdapat orang yang menjual nasi. Tapi jika kuat hanya makan mie Aceh atau Indomie di sana terdapat penjualnya. Di Kilometer 0 ini terdapat orang yang bisa membuatkan sertifikat telah mengunjungi Kilometer 0 Indonesia. dengan sertifikat seharga 25 ribu rupiah. Untuk berfoto sangat susah kalau kita menginginkan tanpa orang lain. Karena kami datang pada masa liburan orang silih berganti berfoto di lokasi ini, walaupun cuaca sangat terik.  di sini terdapat juga tugu 0 kilometer, sayang pada saat saya ke situ tugu sedang di renovasi.


Tempat ter asik di sabang adalah pantai iboih dan pulau Rubiah. Iboih adalah pantai yang paling banyak pengunjungnya. Juga terdapat banyak penginapan di sekitaran pantai. Di pantai iboih terdapat orang yang memberikan paket diving. Paket diving ini termasuk di dalamnya menyebrang ke Pulau Rubiah, dimana Pulau Rubiah adalah lokasi diving yang memiliki banyak terumbu karang dan juga ikan. Kita juga dapat menawar kepada penyedia jasa diving, kami mendapatkan paket 500 ribu menyelam, menyebrang pulau, guide (lupa sebutannya apa orang yang ngantarin sampai lokasi menyelam yang bagus, dan bisa di suruh foto2 dalam air), kamera tahan air dan perlengkapan diving untuk 4 orang.

Untuk penginapan kalau bener-bener ingin biasaya murah carilah penginapan di kota. Tapi kalau untuk menikmati pantai lebih baik ke Iboih. Di tengah kota juga terdapat tempat makan terbuka (tidak pakai atap dan banyak jenis makanan dari banyak jenis pedangan makanan) pada malam hari. dan saya sangat sarankan Jangan lupa beli kopi di aceh.

Semoga blog ini dapat membantu untuk kalian yang ini jalan-jalan ke Pulau Sabang atau warga setempat lebih suka menyebutnya pulau weh. Kalau ada hal yang terlupa akan saya lanjutkan di part 3

---

NB : Perjalanan ini di lakukan 2015, mungkin harga sudah berubah ketika Pembaca ke sana.

Read More

Seorang cewe di depan ruang kelas mengatakan bahawa dia menyukaiku. Masa smp memang di mana masa awal pubertas, ada saja kisah cinta monyet di zaman itu. Aku adalah korban dari bencana alam pubertas seorang cewe yang baru pertama suka lawan jenisnya.

Sekolahku pada waktu itu baru saja dibuka, aku angkatan ke 3. Pemilihan Ketua Osis smp pertama kali dilaksanakan sewaktu aku kelas satu. Aku di jebak oleh teman-temanku mengikuti pemilihan ketua osis. Alhasil jadilah aku Ketua Osis smp pertama di sekolah itu. Bukan hanya satu tahun aku menjabat tapi sampai 3 tahun, karena adik kelasku di anggap kepala sekolah tidak mampu.

Sari adalah seorang cewe trendcenter di anggkatanku. Suatu pagi aku sedikit terlambat sampai sekolah pada hari itu. Sesampainya di kelas dengan serentak bagaikan paduan suara yang sudah di latih seratus tahun teman-teman sekelas berkata "cieeeee". Aku tidak paham sampai saat istirahat pagi salah seorang temen ku berkata apa yang terjadi. Di depan kelas di saksikan seluruh teman sekelas Sari berkata menyukaiku. Pada saat itu aku lebih milih main band, berantem dengan sekolah tetangga dan Jadi Ketua Osis kadarluarsa. Saat itu mungkin saja aku membalas cinta Sari, tapi aku memilih jomblo.

Sewaktu sma, aku malah jatuh hati sama seorang wanita cerdas berkacamata. Tapi dengan susah payah akhirnya aku tidak bisa mendapatkannya. Sedih sih, tapi itu mungkin cara Allah membuatku tetap Jomblo sampai saat ini. Ini mungkin yang di namakan jomblo itu nasib.

Masa kuliah pun datang, aku tanpa sadar jadi ketua organisasi di kampus. Hasilnya entah kenapa namanya ketua memiliki daya tarik yang lebih meski aku memiliki teman-teman yang jauh lebih tampan. Di antara banyak pilihan pengagum dan ilmu Agamaku yang mulai membaik aku memilih untuk menyimpan satu nama. Nama tersebut bukan untuk di jadikan pacar, tapi untuk di cari kembali saat aku sudah siap.

---
Sari adalah nama samaran 
Read More

Tiket bus Medan menuju sabang belum terbeli juga. Besok hari kami akan melaksanakan perjalanan liburan. Aku, ojan adik ku dan kedua sahabatku Bana dan Vicky. Sabang adalah pulau yang sudahlama aku ingin kunjungin, namun karena kurangnya dana dan waktu membuatku menunggu begitu lama untuk berangkat ke sana. Kami emrencanakan pergi ke Sabang secara tiba-tiba seminggu sebelum kami berangkat. Pada awalnya kami berniat untuk merental sebuah mobil untuk di bawa ke sabang. Tapi apa daya mobil tak kunjung dapat karena waktu yang mendesak dan musim liburan.

Kami berangkat pada libur Hari Raya Idul Fitri, jelas saja mobil rental banyak yang sudah penuh terpakai. Pada awalnya ada enam orang yang akan berangkat, tapi apa daya kesibukan tiba-tiba menghampiri kedua temanku yang lainnya.

Pagi itu jam 7 aku buru-buru kel.uar rumahku untuk mencek harga tiket medan Banda Aceh. Seblum menuju Pulau Sabang Kita harus ke Kota Banda Aceh dan menyeberang dari sana. Sebelumnya aku udah mendapat sebuah informasi dari teman yang orang Aceh nambun Bukan Banda aceh, dila namanya. Dila mengatakan harga tiket normal Medan ke Banda Aceh adalah 150 ribu, sehingga dia prediksi waktu liburan seperti ini sebesar 180 ribu. Tapi setelah saya cek, di hari mau berangkat, ternyata rata-rata tiket murah habis, dan kami terpaksa membeli tiket dengan harga 215 ribu. Dengan harga segitu kami mendapatkan satu kelas di atas tiket termurah di hari libur.


Perjalanan kamilakukan di malam hari sehingga sepanjang perjalanan kami hanya tidur saja. Kami tiba di Banda Aceh jam 9 pagi. Di Stasiun Banda Aceh sudah menunggu para tukang becak, rental taxi, dan calo-calonya. Mereka langsung memaksa untuk naik kendaraan dengan mereka. Pelajaran dari traveling sebelumnya, jangan pernah mau untuk mengambil keputusan terburu-buru. Kami mencoba membandingkan semua harga yang mereka tawarkan. Akhirnya kami memutuskan untuk naik taxi rental dengan harga 60 ribu, karena penawarasn pada waktu itu tukang becak menawarkan 30 ribu dan mereka ingin kami naik dua becak.

Sesampainya di pelabuhan Ulee Lheu (jujur nggak tau carabacanya gimana), kelaparan pun menghampiri kami. Di pelauhan terdapat orang yang berjaulan nasi di bungkus daun, dan kami tidak berani membelinya. kami lebih memilih memakan sebuah roti yang kami beli di Indoma*et malam sebelumnya.

Hari itu entah kami tidak tahu atau mungkin memang tidak ada penyebrangan kapal lambat di pagi hari. Kami melihat banyak yang antri di tiket kapal lambat, namun loket tetap tutup padahal sudah jadwalnya berangkat. Pada akhirnya kami memilih kapal cepat. Dengan harga tiket 80 ribu per orang sekali jalan, di dalam Kapal Cepat kami tetap harus desak-desakan. 

Sudah menjadi kebiasaaan di Indonesia sepertinya setiap kali kita turun dari sebuah kendaraan jarak jauh, pasti akan ada calo atau orang yang menawarkan kendaraan untuk mencapai tujuan. Belum apa-apa tukang becak menghampiriku untuk menanyakan mau kemana dan dia menawarkan paket jalan2 keliling sabang. Syukurnya Bana memiliki Sebuah Info kalau ke sabang cari dulu pusat Informasi untuk minta buku tur guide. Setelah medapat buku tersebut, kami baru berfikir untuk kendaraan. Tepat beberapa meter kami di tawari dengan rental sepedamotor. Karena kami ingin bebas memilih tempat yang mana kami mau dahulukan untuk di kunjungi kami memilih kendaraan ini. 100 ribu Perkendaraan 24 jam, dan 12 jam di hitung setengah hari. Ada juga rental mobil, tapi sepertinya untuk 4 orang kami lebih memilih sepedamotor.

Terdapat sebuah SPBU di dekat pelabuhan dan hanya satu-satunya di sabang. Jadi alangkah baiknya kita mengisi full bahan bakar kendaraan kita di situ. Pantai Sumur Tiga adalah tujuan awal kami. Subahannalah memang pantai di sabang ini sangat indah. Air yang berwarna biru muda, pasir putih dan matahasi yang cerah menunjukan seberapa besar ciptaan Allah.
Ada banyak pantai di pulau sabang ini, dan semuanya bebas di masuki tanpa di pungut biaya lagi, yah paling biasaya parkir. Karena pantai banyak kami melihat buku panduan wisata Sabang, kami memilih object wisata lain di Sabang terlebih dahulu baru ke pantai lagi. Terdapat air terjun, danau, Pegunanungan batu Volcano, Goa Jepang, kilometer 0 dan Hot Spring yang bisa di kunjungi dan jarang wisatawan ke tempat-tempat tersebut. Bahkan sepupu saya heran ada air terjun di sabang sedangkan dia kesana tidak tahu padahal dia orang aceh. Hot Spring mungkin satu-satunya tempat wisata di sana yang tidak kami kunjungi, tempatnya susah di temukan di selatan Pulau Sabang dan sedikit penduduk yang berlalulalang di daerah tersebut.

---

NB : Perjalanan ini di lakukan 2015, mungkin harga sudah berubah ketika Pembaca ke sana.
Read More
Lemak pada perut semakin melebar. sudah banyak cara aku lakukan untuk menghilangkan lemak-lemak ini. Tapi kebanyakan aku kalah dan berhenti di tengah jalan. Lemah mungkin kata-kata yang cocok untuk ku yang berusaha menghilangkan zat pembuat gemuk dalam tubuh ini. Tapi apa daya setiap makanan Lezat sering mundar mandir di hadapanku. Setiap waktu untuk berolahraga yang aku siapkan selalu terlewati dengan adanya kegiatan lain atau hanya sekedar malas kecapikan setelah melakukan kegiatan lain. Ada alasanku untuk tidak berolahraga.

Tiga kilometer adalah jarak yang aku ingin tempuh setiap hari dengan berlari. Tidak jauh dari rumahku, ada sebuah taman di dalam daerah kampus untuk berlari. Disana terdapat pepohonan rindang, rerumputan, cornblok untuk berlari dan bunga-bunya beraneka ragam. Tempat itu sangat cocok untuk melakukan olahraga lari. bahkan jika hujan turun tiba-tiba ada kanopi yang di buat khusus di tengah taman agar orang bisa berteduh.

Aku Memulai melakukan peregangan, dengan cara menarik kaki ku ke atas selama delapan hitungan. Menarik kaki ku ke belakang dan samping juga selama delapan hitungan. peregangan adalah hal yang wajib dilakukan sebelum berolahraga. Aku mengambil sebuah Mp3 dari kantong ku dan mulai menyetelnya agar dapat menemani dan menghiburku selama aku berolahraga. headset yang biasaku pagai sudah tercantol di dalam MP3 tersebut.

Aku memulai lari dengan mengucapkan Bissmilah. Di antara taman-taman aku memulai langkah pertamaku untuk berlari. Samping kiri dan kanan terdapat rerumputan dan pepohonan yang seolah memberikan nafas baru agar aku tetap semangat berlari. Sepatu yang aku gunakan pun melakukan kewajibanya untuk melakukan gaya elastis yang mempermudah langkahku berlari. Udara terik sore hari merupakan tantanganku hari ini. Keringatpun menetes tanpa henti bersamaan dengan hentakan langkah kaki ku.

3 kilometer adalah jarak yang aku targetkan hari ini. Tidak begitu jauh untuk seorang petualang yang melakukan perjalanan ribuan kilometer. dan sangat jauh jika dibandingkan dengan seekor semut untuk melakukan perjalanan dengan kaki-kaki mungilnya. 3 kilometer jarak yang cukup mudah untuk pelari profesional yang sehat melewatinya. dan akan sangat sulit untuk orang yang bahkan tidak bisa berjalan karena kelumpuhannya. 3 kilometer adalah cita-citaku hari ini. 3 kilometer akan ku lakukan setiap hari sepanjang Hidupku untuk kesehatanku. #kilometer minimal target selamanya. Pelari 3 kilometer adalah aku
Read More
Aku di tolak lagi untuk kesekian kalinya. Bagaikan Tukang Obat pinggir jalan yang menjajakan jualannya kepada orang yang lewat, namun tidak ada yang membeli. Rasanya rontok seluruh badanku ternyata Rani juga menolakku. Ini sudah kesekian kalinya aku di tolak wanita untuk menikah.

Alasan Rani Karena ragu jika kami membangun rumah tangga bersama hanya akan berakhir pertengkaran saja. Rani cukup lama bersamaku sewaktu masih di organisasi kampusku dulu. Saat rapat kami memang sering cekcok masalah teknis pelaksanaan sebuah kegiatan. Namun kami tidak pernah bertengkar di luar rapat. Atau memang diriku yang kurang menarik dimatanya. Sudahlah aku mulai putus asa di batas waktu ini.

Almarhum Ayahku Menikah pada umur 25 tahun, aku ingin sekali mencontoh beliau. Rasa penasaran yang tinggi terhadap apa yang dirasakan Ayahku sewaktu muda dulu yang membuatku bertindak seperti ini. Hampir semua teman wanita aku ajak menikah. Namun sampai saat ini aku masih belum menikah.

Kebanyakan dari wanita-wanita itu terkejut karena aku menanyakan kepada mereka secara tiba-tiba. Mereka kebanyakan beralasan kenapa aku terlalu terburu-buru. Jelas saja umurku saat ini sudah 24 tahun, kalau aku belum menemukan calon ibu dari anak-anakku maka menikah umur 25 tahun sepertinya sulit bagiku.

Aku memang tidak tampan seperti Vino G bastia, Nicholas Syahputra, dan lainnya, Tapi aku juga tidak jelek. Walaupun kulit hitam manis, dan tidak telalu tinggi, aku cukup tampan dari pada Narji, Mandra dan Budi Anduk. Aku juga sudah berpenghasilan tetap sebagai kariawan di Ibu Kota. Apakah aku memang orang yang buruk?

---

Aku membuka handphoneku lagi, sambil mencari-cari nama teman wanita yang aku miliki, sampai aku tertuju pada satu nama yaitu Putri. Putri adalah teman baru saja aku kenal di Ibu Kota ini. Belum terlalu lama aku mengenalnya. Putri juga memiliki satu kampung halaman yang sama denganku. Seingatku dia juga belum punya pacar. Harapanku kali ini tertuju sepenuhnya kepada Putri.

Malam itu kuberanikan diri dan kumantapkan hati untuk kesekian kalinya berbicara kepada wanita untuk mengajaknya menjalin hubungan sampai akhir hayat. Aku mulai menekan tombol Handphoneku untuk menelepon Putri.

"Assalamualaikum Putri apa kabar ?"

"waalaikumsalam, baik Yono. ada apa nih tumben nelepon?"

"Ahh, gak papa Put, aku lagi galau nih."

"Owh, hahaha. mau curhat Yon?  gak papah curhat aja, aku juga lagi nggak sibuk nih."

"Hahaha, tau aja. Gini Put dulu Almarhum Ayahku menikah umur 25 tahun"

"Terus, terus!" Putri penasaran

"Aku kepingin kali ngerasain apa yang dulu Ayahku rasain,  aku udah ngajak banyak cewek buat nikah, tapi nggak ada yang mau."

"Hahaha kamu ngajaknya tiba-tiba yah ?"

"Iya Put, aku kepaksa ngajak tiba-tiba, kamu kan tau aku tuh nggak pernah mau pacaran, dan sekarang Umurku udah hampir 25"

"Iya juga sih, jarang ada cewek mau di ajakin nikah tiba-tiba gitu."

"Jadi aku harus gimana sih Put?"

"coba aja lagi hahaha"

"Oke deh aku coba lagi" Tiba-tiba jantungku Mulai berdebar lagi. Inilah waktunya aku bertanya kepada Putri. Maukah dia menjadi teman berjuang di sisa umurku ini.

"Put mau nggak nikah sama aku?"

"Loh kok aku ? hahaha. Gimana ya yon, jadi galau aku nih"

"Owh kamu udah punya pacar Put ?"

"Belom sih, tapi kayaknya aku mikir dulu deh. Besok pagi aku kasih jawaban yah yon ?"

"Owh oke lah put"

"Assalamualaikum yono"

"Waalaikumsalam"

Pembicaraan kami pun terhenti di ujung Telepon. Setidaknya kali ini aku tidak langsung di tolak seperti biasanya.  Aku berharap ada Bidadari yang menjawab kegelisahanku besok pagi.

---

Sepulangku dari melaksanakan sholat subuh di Mesjid, aku melihat hape ku yang msih terbaring di meja coklat di samping tempat tidurku. terlihat gambar sepucuk surat kecil di layar monitor Handphone ku. Kubuka kunci layar hp ku dan dengan cepat ku tekan tombol untuk membaca pesan singkat itu. Pesan yang menentukan apakah aku masih harus berjuang atau ini akhir dari perjalanan cintaku.

Aku membaca dengan perlahan isi pesan singkat tersebut dengan seksama. Kutatap layar hape dengan serius dan penuh perhatian. isi pesan singkat tersebut tiba-tiba membuatku pindah ke sebuah tempat. Tempat yang amat indah yang belum pernah aku jumpai sebelumnya. Disana terdapat taman bunga yang cantik, yang memiliki beragam warna. Di ujung taman terdapat air terjun yang percikan airnya membentuk pelangi kecil.

"assalamualaikum yono, sebenernya aku tadi malam udah mau langsung jawab di telepon, tetapi rasa ragu masih menghinggapiku sampai mata terpejam. Kuputuskan untuk Sholat Istiqoroh terlebih dahulu. Di sepertiga malam seletah Sholat Tahajud aku lanjutkan Sholat Istiqoroh. Kali ini aku dengan yakin dan percaya kamu lah Imamku di masa depan, minggu depan ajak orang tuamu ke rumahku ya Putri"
Read More
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home
Powered by Blogger.