"Kirim gambar mobil itu lah via infrared!" kata irfan meminta sebuah gambar mobil dari handphone haris. Pada jaman itu, anak sd pada umumnya belom punya hp, tapi teman-teman ku sudah punya. Jaman dimana orang sholat di mesjid masih kedengran buyi pager, bukan sms.
Irfan adalah anak pengusaha batu alam untuk konstruksi rumah. Karena anak orang kaya, dia sering menghayal dan bertanya "gimana di kalau pesawat itu jatuh dari langit, dan mendarat di lapangan sekolah?" pertanyaan yang sering di tanyanya kepada siapa pun termasuk satpam sekolah.
"Ya pasti heboh lah fan"jawab ku setiap kali dia nanya. Mungkin itu pertanyaan keluar karena jaman orang belum banyak makan micin dia udah duluan makan micin banyak.

Setelah tamat sd dengan nilai UN yang tinggi, saya pun harus masuk smp. Orang tua saya sedikit berbeda dengan orang tu lain, maunya anaknya masuk ke sekolah islam, tapi nggak mau anaknnya masuk pesantren. Alhasil saya dan adik-adik saya masuk sekolah islam yang baru buka. Ankatan pertama, kedua, atau ketiga adalah hal biasa di rumah kami. Karena saya sukses sd di sekolah baru, akhirnya orang tua saya nyari lagi smp baru.

Anak tetangga namanya randi, juga adalah anak yang masuk sd yng baru buka. Randi berumur 2 tahun di bawahku, sebaya adekku. Kebetulan smp di sekolah randi mulai pembukaan ankatan ke 3, dan dengan label sama sekolah islam terpadu orang tua saya memasukan saya ke sana. Di tambah lagi ibunya randi memberikan label bagus ke sekolah tersebut, dan cerita ke ibu saya. Perckapan ibu-ibu selalu menjadi hal yang mudah diercaya sama ibu-ibu lain, sama kayak gossip di kompleks kami.

---

Hari pertama saya masuk sekolah baru, ternyat macet menghampiri sekolah kami. Terlambat, ud pasti, tapi tunggu dulu macet bukan dari sekolahku. Melainkan sekola tetangga yang lebih terkenal. Ada satu hal lagi yang aneh, ini sekolah baru kenapa gedungnya lama? Ada yang salah sepertinya.

Karena saya anak manis dan nurut aja apa kata orang tua, saya pun menghilangkan curiga tadi. Sesampainya di barisan terlambat, ada kata-kata legndaris, yang mungkin di turunkan turun menurun di kalangan orang medan "Karena hari pertama jadi saya bebaskan bla bla bla" kata seorang atasan guru, bahkan dosen kalau kelasalahan terjadi di hari pertama. Masalah selanjutnya datang
"Kamu Mts, atau smp?" tanya seorang guru membagi baris memisahkan smp da mts. Dengan begonya saya heran baju mts dan smp sama celana panjang biru, baju atasan putih. 5 detik otak ku brfikir keras, saya di daftarin sama org tua saya apa ? Mts atau smp? Kok nggak ada bilang ke saya !

Alhasil dengan filing dan keraguan yang tinggi saya bilang "Kayaknya Smp pak!"
Kata-kata mts baru pertama terdengar di gendang telinga, itu yang membuat pilihan jatuh ke smp. Sampai rumah ibu saya introgasi. Ternyata memang saya di masukan ke smp, bukan mts.

Saat ospek hari pertama, saya baru sadar ini sekolah sedikit kotor, beda jauh degan saat saya sd. Sebagai angkatan ke 3 teman sekelas dan seangkatan juga cuma sekitar 27 orang. Cewek cantik hampir nggak ada, berbeda dengan sewaktu sd. Saat pulang sekolah rata-rata teman pulang naik angkot, beda dengan sd teman pulang di jemput naik mobil pribadi, dan buat angkot 135 macet.

Seminggu setelah ospek saya sadar ini babak baru dalam hidup peralanan yang berbeda akan terasa di sekolah ini. Sampai akhirnya pada waktu pemilihn ketua osis smp kami untuk pertama kalinya.
Read More
"Ternyata Menikah Muda Ajarkan Diri Menghargai Hidup" adalah sebuah artikel dari www.ceritamedan.com yang tanpa sengaja di baca Hamdan. Hamdan masih 18 tahun dan baru saja tamat sekolah menengah atas (SMA). Akan tetapi dia sudah yakin ingin menikahi seorang teman sekolahnya bernama Halimah. 

Halimah berkulit hitam manis, berhijab syari dan selalu gembira dimana pun berada. Hamdan jatuh cinta saat pertama kali melihat halimah tidak membuka kaus kakinya saat belajar menanam sawah kegiatan study tour sekolah mereka. Sesekali hamdan jusa sering melihat halimah selalu menjaga wudhunnya. Ayah halimah adalah salah seorang pengusaha beras terhebat di desanya. Abangnya halimah mewarisi bakat ayahnya dan menjadi pengusaha sawit di kampung sebelah. Sedangkan ibunya dalah ibu rumah tangga.

Hamdan juga seorang yang taat. Ia selalu menjaga wudhunya, rajin sholat berjamaah ke mesjid, dan juga sering melakukan sunnah nabi. Perbedaan hamdan halimah yang sangat besar adalah ayah dari hamdan hanyalah seorang tukang becak yang bekerja di pajak peringgan.

Keberanian Hamdan Melamar

Hamdan siap melamar halimah hari itu, dengan baju terbaik yang ia pun mendatangi rumah Halimah. Sontak keluarga Halimah kaget dengan kedatangan Hamdan yang ingin melamar. Wajah ayah halimah memerah kesal dengan keberanian hamdan datang untuk melamar. Ayahnya pun menyerahkan keputusan awal pada anak bungsunya tersebut. Ternyata selama ini Halimah juga sangat mengagumi hamdan sehingga menyetujui lamaran tersebut. Sontak Ayah Halimah semakin kesal dan pada akhirnya memberikan syarat.

Syarat Pernikahan

Ayah Halimah memutar otak agar anaknya tidak menikah dengan orang tidak mampu. "Saya memberikan syarat kepadamu hamdan jika kamu tidak bisa sukses dalam 10 tahun maka kamu harus berani menceraikan Halimah"katanya. Dengan berani dan sedikit ragu akhirnya hamdan pun penyetujui syarat tersebut.

Pernikahan 

Becak kesayangan ayah hamdan di jual demi melakukan pernikahan hamdan dan untuk sewa rumahnya setelah menikah. Hanya cukup 3 bulan untuk menutup sewa rumah dari uang becak tersebut. "Beberapa Pertimbangan Sebelum memutuskan menjadi Pengusaha"  adalah artikel yang di baca oleh Hamdan dari cerita medan sehingga akhrinya untuk menghidupi keluarganya Ia memutuskan menadi pengusaha roti. 

Perjuangan 

Pada awalnya hamdan hanya  menjual  roti dari sebuah perusahaan untuk menutupi kebutuhan harian. Namanya juga usaha kadang lama kelamaan hari berganti akhirnya hamdan paham dan tahu cara membuat roti yang baik. Akhirnya hamdan memberanikan diri membuat roti dengan kreasinya sendiri. Roti hamdan terkenal lembut dan sangat enak dan pada akhirnya hamdan bisa membeli rumah dan membangun pabri roti sendiri hanya dalam waktu 5 tahun.

Pabrik Roti

Hamdan kini bisa membeli mobil mewah untuk keluarganya. Ayah Halimah pun mulai luluh kepada Hamdan. Terlebih lagi Hamdan dan Halimah sudah memberikan sepasang cucu untuk mereka. Hampir setiap weekend anak anak-anak Hamdan berkunjung ke rumah kakek mereka. dan ayah hamdan pun kini tinggal bersama Hamdan dan Halimah. 

Sehari Sebelum 10 Tahun

Malam sebelum sehari sebelum di tetapkannya waktu 10 tahun tiba-tiba pabrik hamdan yang berada tepat di samping rumahnya terbakar. Kebakaran Juga sampai pada rumah hamdan dan mengahncurkan segalanya termasuk mobil mahalnya. Seluruh keluarga hamdan selamat dari kebakaran kecuali ayahnya hamdan yang terjebak di dalam rumah.

Hari Perjanjian 10 Tahun Lalu

Dengan tertunduk lemas hamdan pun mendatangi rumah ayah Halimah. Pasrah yang terlihat di wajah hamdan, kini ia bukan menjadi orang yang sukses lagi. Dengan berat hati hamdan menceraikan Halimah. Keuda anak mereka di bawa oleh Halimah.

Hamdan Sendiri

Tanpa istrinya dan anak-anaknya yang sangat ia cintai hamdan hampir saja stress, Di tambah lagi ia juga baru saja kehilangan ayahnya. 6 bulan berlalu dalam kelarutan dan kesedihan mendalam. pada akhrinya kesendirian hamdan terobati dengan mengikuti banyak event medan. Setelah itu Hamdan kembali memulai usaha rotinya lagi mulai dari 0. 

Kabar Datang

Sore itu satu tahun setelah kejadian kebakaran, Seperti biasa Hamdan rajin membaca berita online cerita medan adalah referensi berita Hamdan Selama ini. Hamdan terkejut Melihat mantan abang iparnya tertangkap polisi, ternyata kebakaran pabriknya bukan terbakar melainkan di bakar oleh abang iparnya tersebut. 

Malam harinya Halimah dan Ayahnya datang ke rumah hamdan. Ayah halimah sangat menyesal kejadian 10 tahun lalu ternyata di akibatkan oleh abangnya Halimah. Pada akhirnya hamdan dan halimah pun menikah kembali dan bahagia selamanya. Hamdan juga mendatangi kantor cerita medan untuk berterimakasih karena selama ini menjadi sumber inspirasi hidupnya.

NB : cerita di atas hanya fiksi belaka 

Read More
Teknologi hari ini semakin maju, sehingga mempermudah kita untuk mengakses segala informasi dengan mudah. Terutama teknologi yang paling hits saat ini adalah smartphone. Banyak rupa dan jenis smartphone, mulai dari yang supercanggih hingga yang standart saja namun harga super murah. Biasanya harga barang dan spesifikasi smartphone berbanding lurus. Semakin mahalmaka akan semakin canggih spesifikasi smartphone tersebut.
Gengsi untuk memiliki smarthphone terhebat pun menjadi sebuah alasan untuk membeli. Sehingga kita pun terkadang mengusahakan hampir berbagai macam cara untuk bisa membelinya. Sampai akhirnya kita menemukan sebuah harga yang murah dengan merk yang mahal dan spesifikasi tinggi. Dan kebanyakan barang dengan harga seperti itu adalah barang black market (BM). Dalam tulisan ini saya akan memaparkan beberapa hal tentang barang BM tersebut.

Barang Illegal

Barang black market merupakan barang illegal, karena kebanyakan barang tersebut adalah barang yang lewat jalur tidak resmi hingga dapat melewatkan prosesi pembayaran pajak dan ongkos-ongkos resmi lainnya untuk masuk ke Indonesia. Memasukkan barang impor dari luar negeri memiliki banyak cara kalau di gunakan cara yang legal banyak memakan biaya, mulai dari pajak kapal yang masuk, pajak barang yang masuk, persyaratan standart yang harus di penuhi sehingga menambah ongkos perjalanan. Pada akhirnya penjual sering kali menggunakan jalur selundukan untuk menekan ongkos perjalanan dan membuat dagangannya cepat laku dan abis di beli pasar. 

Penjual dan Identitasnya

Kebanyakan penjual barang black market menjual daganganya hanya denggan orang di kenalnya saja, karena dapat meminimalisir terjadinya penangkapan penjualan barang illegal tersebut oleh polisi. tapi balakangan sering sekali terlihat di beberapa forum jual beli atapun wall facebook ada penjual barang balck market yang menjualnya secara terang terangan. Tetapi sering sekali si penjual barang black market menyembunyikan identitasnya. Banyak cara menyembunyikan identitas mulai dari memalsukan fb, membuat alamat yang bukan sebenarnya, sampai menghack fb orang lain dan menggunakannya sebagai akun untuk menjual barang tersebut. Hal tersebut dilakukan penjual karena kekhawatiran akan adanya pihak polisi yang bakalan mudah menemukannya. Dari di paslukannya identitas penjual barang black market  akan ada masalah baru yang mungkin bkalan kita temui, yaitu penipuan.

Dari pemaparan diatas jelas barang black market tidak seharusnya ada di perjual bekilan. Menurut saya kalau membeli barang black market lebih banyak merugikannya. pertama merugikan negara, kemudian juga merugikan diri sendiri kalau ternyata yang kita beli adalah barang yang berbeda, belum lagi ternyata penjual adalah penipu sehingga barang yang kita pesan tidak sesuai, ataupun tidak sampai ke rumah kita.
Read More

Selama bulan puasa kita selalu menahan amarah, hawa nafsu dan juga rasa lapar, namun begitu lebaran datang kita kebanjiran makanan untuk di habiskan. Mulai dari ketupat, lontong, rendang, roti jala dan masih banyak lainnya. Semua makanan tersebut sengaja atau tidak sengaja bisa masuk ke dalam perut yang sangan kecil ini. Kebanyakan dari kita sebenarnya hanya lapar mata dan juga penasaran dengan rasa makanan-makanan tersebut. Belum lagi disaat bertamu banyak di suguhi beraneka ragam kue kering dan yang paling sering terjadi saat sudah makan 5 kue kering si tuan rumah belum lihat dan berkata "dimakan lah kuenya". 

Efek kebanyakan makan selama lebaran adalah sepanjang hari merasa perut tidak enak dan yang paling parah adalah di mana berat badan yang tadinya sudah turun malah semakin meningkat. Belum lagi efek jangka panjang seperi sakit gula (terlalu banyak minum sirup) , kangker (kantung kering, terlalu banyak ngasih THR) dan lainnya.

Ada sebuah cara sederhanya mengatasi sementara rasa kekenyangan sepanjang hari saat sudah sampai di rumah. Cara ini sering saya peraktikkan saat lebaran dan lumanyan membantu. Begini lah caranya :
1. Siapkan air panas, dan juga teh bubuk atau teh celup.Apabila tidak ada yang penting teh yang bisa di seduh.

2. Masukan air panas ke dalam gelas yang bersih dari bakteri dan streil.

3. Lalu seduh teh yang sudah di siapkan tadi ke dalam air panas tanpa gula.

4. Duduk santai di bangku yang paling nyaman ada di sekitar kita.

5. Ambil teh tersebut dan minum.


Mudah mudahan dengan tips tersebut kita bisa mengurangi rasa kekenyangan yang telah di alami selama seharian penuh.

NB : Intinya minum teh pait hangat.
Read More
Badanku sudah mulai dekil berhari-hari lalu, baju ini juga sudah sangat lusuh. Beda sekali perlakuan mereka dengan salah satu temanku yang berbaju merah itu. Dia selalu mendapatkan tempat spesial di bandingkan denganku.

Kemarin aku dengar si baju merah bejalan-jalan ke mall, caffe, toko baju dan rumah makan mewah. Kemana-mana si baju merah bersama orang yang wangi dan selalu menjadi pusat perhatian orang banyak. Kalaupun si merah ditinggalkan di pinggir jalan, akan ada orang lain yang membawanya.

Sedangkan aku hanya bisa berjalan-jalan ke tempat parkir, warung dan pasar tradisional. Kemana pun aku lebih sering dengan orang yang bau dan selalu di abaikan oleh orang sekitar. Seandainya aku tertinggal di pinggir jalan maka akan ada 10 orang yang mengabaikan.

Walaupun begitu aku lebih sering singgah ke Mesjid, panti asuhan dan orang tidak mampu. Kebanggaan merah hanya saat dia bisa bersama orang hebat namun sedikit bermanfaat untuk orang lain.


Medan, 03 Juli 2016
Read More
Setiap orang di dunia pasti memiiki amanah dalam hidupnya. Mulai dari amanah orang tua untuk menyelesaikan kuliah, amanah dari dosen untuk menyelesaikan tugas dan mendapat nilai bagus bahkan terkadang amanah dari teman-teman satu organisasi atau komunitas. Dari seseorang di lahirkan ke muka bumi keidupan di penuhi amanah. 

Sering kali kita merasa Jenuh, bosan, kesal dan tidak sanggup menghadapi amanah yang di berikan oleh orang-orang sekitar kita. Sering kali kita ingin berlari jauh-jauh dari tanggung jawab yang muncul setelah amanah diberikan. Tetapi lari bukan lah hal yang terbaik yang harus kita hadapi. Saat kita lari akan ada hal lain yang akan mengejar kita jauh lebih dari sebelumnya.

Kalau lelah dalam sebuah amanah kita boleh istirahat, Bukan lari. Istirahat adalah dimana fase kita berhenti beberapa saat untuk melompat lebih tinggi. Dalam fase ini jangan terlalu terlarut di dalamnya. Yakinkan diri setelah fase ini kita mendapatkan inspirasi baru untuk menyelesaikan semua masalah yang datang dari amanah tersebut.

Lari adalah pilihan pengecut yang merusak segalanya. Kepercayaan orang akan mudah memudar jika kita lari, akan ada masalah baru dengan kesulitan yang sama, dan masih banyak hal yang tidak terduga lainya yang menanti dari pelarian itu. Masalah yang sebenarnya adalah sering kali orang yang tepat dan benar dalam sebuah amanah yang hanya cocok untuk dia lari, sehingga menyebabkan yang mengisi posisinya kurang maksimal. Banyak pihak yang di rugikan kalau sudah seperti ini.

Merasa diri tidak mampu merupakan hal yang sangat manusiawi, tapi lari bukanlah solusi. Cobalah untuk menghadapi semua hal yang perlu hadapi, kesampingkan rasa takut, yakinlah Tuhan tahu kita mampu menghadapinya. Cobalah berhenti menjadi pecundang yang hanya bisa lari, lari dan lari.

Tulisan ini juga tamaran untuk diri sendiri untuk menyelesaikan kuliah :D



Medan, 28 Juni 2016
Read More

Lanjutan Part 1

Entah mimpi apa kemarin malam kenapa perjalanan pulang pergi tempat duduk bangku pesawat selalu di ambil orang. kali ini bapak-bapak berbaju biru, barambut keriting di pangkas pendek. Dengan santainya seperti tidak merasa bersalah tu bapak-bapak main hape androidnya seperti tidak ada yang terjadi. Tapi yaudah lah ya toh ini tempat duduk di daerah pintu darurat, jadi jalan ke kursi selanjutnya aman. 

Selang beberapa menit berbalu pesawat pun mulai take off. Tepat beberapa detik mau take off bapak-bapak game android seleah mau pergi ke kamar kecil. Dia kuraang tau kalau lagi take off nggak boleh ke kamar kecil, atau ni orang pertama kali naik pesawat yah gitu aja nggak ngerti. Kemudian dia kembali sepertinya belom sempat buang air kecil sudah dilarang oleh pramugari. Mungkin ini namanya karma pak jangan main serobot-serobot aja tempat duduk orang. Akhirnya dia Buang air kecil setelah pesawat stabil. 

Sesaat sebelum terbang, pramugari menginstruksikan untuk membuka kartu keselamatan, terutama di bangku pintu darurat. Aku ambil kartu petunjuk keselamatan di depan bangku dan mulai membacanya. Makdekipe, kuntilanak bunting, kecoak beranak ni bapak-bapak malah ikut baca kartu yang aku baca. "Woiii itu punya elu ada di depan bangku baca sendiri" teriak dalam hati.

Setelah pesawat terbang dengan tenang, penumpang lain tertidur dengan pulasnya, aku muai merasakan ingin buang air kecil. Sepertinya aku punya ide supaya sedikit memijak, atau menyandungkan diri ke kaki ni orang. Tapi apa daya mungkin ni orang bisa baca pikiran kali yah, dia narik kakinya dalam-dalam sewaktu aku buka mulai sabuk pengaman. 

"Para penumpang diharap memakai sabuk pengaman , menaikkan sandaran meja, dan membuka jendela pesawat karena sebentar lagi pesawat akan mendarat." Suara mbak-mbak pramugari di sepeaker menandakan kami sudah mau mendarat. Si gorila bunting sebelahku ini kayak pertama naik pesawat heboh lihat jendela sehingga mukanya yang berminyak dan banyak lobang jerawat tepat di hadapanku. Kalau mau lihat pemandangan kenapa nggak dari tadi duduk deket jendela, kenapa bangku aku yang di serobot, ampu deh.

Akhirnya pun pesawat pudah mendarat, kalau naik pesawat maskalai ini sampai tujuan di Medan sudah bisa di pastikan pesawat belom berhenti penumpang udah heboh buka kabin pesawat. Dan si Gorila ini juga salah satunya. Selain heboh buka duluan dia juga serobot-serobot orang di depan biar cepat keluar. Kasihan juga lihat ibu-ibu di sikut sama dia.

Berhubung dekat pintu darurat, dan banyak bawa tas koper, aku dan si Baim santai-santai aja turunnya toh juga nuggu bagasi lagi. Sembari jalan turun dan nunggu  bagasi, aku certita kejadian selama di pesawat tadi dengan dia. Dia pun hanya ketawa ringan dengar certa ini.

Kami pulang naik damri yang menuju Plaza Medan Fair. Sepertinya kami penumpang terkahir di dampri tersebut, kami naik dan damri langsung jalan. Sebelum jalan si supir mengisyaratkan kalau tas di bawa  ke atas bus saja, ada tempat khusus koper dan tas besar ada di dalam. Enaknya penumpang terakhir damri, tas terletak paling atas tumpukan, dan nggak nunggu penumpang-penumpang lain lagi, alias langsung jalan. Aku dan Baim duduk terpisah lagi, si Baim lebih milih duduk di sebelah mbak-mbak india ketimbang duduk di sebelahku di bangku paling belakang. Dari kejauhan tampak orang yang sepertinya aku kenal. Ternyata si gorila bunting naik damri yang sama dengan kami. Mau cepat-cepat juga turun dari pesawat toh akhirnya pulangnya sama juga, dasar-dasar. Kebeneran dia turun duluan, ternyata tas dia di bagian paling bawah tumpukan tas yang membuat dia terpaksa membongkar tumpukan tas di atasnya. Mungkin ini karma part 2 dia gara-gara sikut-skut orang sembarangan di pesawat.

Banyak yang bisa renungkan dari kejadian ini, semakin kita berusaha semau kita, tapi dengan cara merugikan orang lain sama semuanya akan terasa sia-sia karena Tuhan Maha Adil.
Read More
"Ini Bintang kecil, warna orange" Celoteh lila.

"Ini warna merah" lanjutnya sambil menunjuk bagian bantal berwarna merah.

"Kalau ini lila?" aku menggambil boneka dan menunjuk ke arah bagian boneka tersebut.

"Hidung"

"Kalau ini ?" Menunjuk ke arah mata boneka.

"Mata!"

"Kalau ini? " menunjuk ke arah kuping.

Lila terdiam, munkin dia berfikir apa yah kemarin yang umi bilang, lila lupa deh.

---

Tiga puluh detik berlalu lila masih berfikir apa nama bagian tubuh tersebut. Muncul sebuah ide, karena uminya lila sering heran kenapa lila terkadang ngomong bahasa minang, padahal lila tinggal di Jakarta akhirnya pale'nya memberikan kosa kata minang baru buat lila.

"Talingo!" memberikan contoh.

"Talingo!" kemudian umi lila lewat depan kamar.

"Apa nak? talingo ?!!" sambil masuk kamar umi lila ngmong dengan nanda histeris.

"Kok bisalah nak ngomong bahasa minang?"

lila terdiam, pakle'nya ketawa sampai sakit perut. Maafkan pakle' ya lila dan uminya :D  




Medan, 25 Juni 2016
Read More
Fakri adalah salah satu temanku yang paling aneh di sekolah, hari ini kami sedang melaksanakan buka puasa bersama. Raja dan Fakri adalah teman dekat, mereka berdua selalu jalan bersama-sama, NgeBand bareng, Nongkrong bareng, bahkan boker malem mereka juga bareng.

Seperti biasa setelah makan kebiasaan mereka adala merokok bareng. Mereka keluar ruangan dan duduk di pinggir jalan memproduksi asap rokok bersama.
"Ri, tadi kau lihat nggak acara Tv mater limbat berdiri di atas ketinggian 20 meter selama 20 jam? seram juga yah?" Raja bertanya dengan sanga antusias.

"Iya lah wak, capek juga ah itu kalau puasa-puasa berdiri 20 jam" jawabnya Fakri.

"iya ya wak, kayak mana lah dia buka puasanya di atas sana?"

"Gampang lah, kan buka puasa harus di segerakan, Cakap kotor aja dia di atas sana" Fakri tertawa terkekeh.

"Eh ko****, ambilin minum gw cepat, aus ni" gaya fakri menirukan Limbat berbicara kotor.

"iya ya wak" Pada akhirnya mereka berdua tertawa bersama-sama.

----

Nb : Kata "wak" di ambil dari kata uwak (paman) , namun entah kenapa kelama-lamaan sering anak medan pasaran menjadikanya kata untuk temen dekat.

Medan, 24-06-20016
Read More
Sebuah pagi di kejutkan dengan serba Rp . 13.330 harga buku di playstore. Belakangan saya sering beli ebook di playstore, karena selain lebih murah dari pada beli ditoko buku, juga kita menghemat kertas untuk program Go-Green. Tapi kan sulit membaca di layar hape android ? Memang bener sih, tapi beberapa hari lalu saya nggak sengaja buka-buka toko online, dan nemu sebuah tablet seharga sekitaran 700 ribu merk Evercross. Karena penasaran dan isi tabungan sedikit berlebih akhirnya saya coba beli. Alhasil sampailah tablet baru berukuran 7 Inci di rumah. Barangnya sangat memuaskan dengan budget mini. Bahkan sekarang saya nulis blog ini via tab baru ini. 

Dengan adanya tablet baru, saya coba beli buku gratis dulu di playstore. Selain buku gratis, saya juga coba baca contoh buku. Ternyata tidak seperti yang di bayangkan, baca buku di ebook juga sama menyenangkannya dengan buku asli. 

Beberapa hari setelah itu, saya coba beli pulsa Telkomset sebesar 100 ribu, dan saya beli buku yang saya sudah lihat contohnnya tempo hari. Jujur aja kecepatan saya membaca lebih dari biasanya ketika saya membaca di tablet ini, mungkin berasa orang kaya kali ya.  Kemudian saya mulai mencari-cari buku yang saya mau, pada akhirnya saya beli 4 buku dengan tambahan pulsa lagi.

Sampai tiba pagi ini, pulsa telkomsel sudah terisi 100 ribu. Ada berapa buku yang ingin saya beli, namun dengan budget segitu, paling hanya satu atau dua buku yang bisa saya beli. Jari mulai melihat lihat kembali buku yang kemarin sudah saya targetkan beli. Dan tidak sengaja ada tulisan serba Rp 13.330. 

Isi promosi buku tersebut bukan sembangan, mungkin kemarin saya sering buka-buka dan sempat baca contoh buku tersebut, karena mahal saya urungkan niat membeli. Saya lebih mencari buku yang saya perlu dulu. Dan ternyata buku tersebut masuk ke dalam diskon, kemungkinan diskon berdasarkan sistem. Pada akhirnya saya beli 5 buku dengan harga sekitar 14 ribuan per buku. Sekedar bagi info,mungkin ada yang gemar membaca namn lowbudget seperti saya.  Semoga tulisan ini bermanfaaat.

Ahmad Salim, Medan 23 Juni 2016.
Read More
Aku Pernah mengenal seorang dokter yang sangat baik hati. Kebanyakan dokter di Indonesia memiliki harta yang berlimpah, begitujuga dokter ini. Beliau memiliki banyak rumah di berbagai kota. bahkan hartanya banyak juga di luar negeri hanya untuk di tabung. 

Suatu saat beliau ingin memberikan adik kesayangannya sebuag kursi, karena adiknya tersebut belum memiliki kursi ruang tamu yang indah. Namun ia tidak ingin di ketahui oleh istrinya bahkan anaknya. Kemudian timbul lah ide untuk membuat seolah olah itu adalah jual beli. Sang dokter memberikan uang sebesar 2 juta rupiah kepada adiknya, kemudian uang tersebut seperti di tukarkan dengan kursi yang mau di berikannya tadi. Begitulah cara sangkin ingin menyembunyikan tangan kiri saat memberi tangan kanan.

Sang dokter memiliki Ibu yang sakit-sakitan, namun dikarenakan  dokter ini bekerja di luarkota sebagai direktur rumah sakit, ia jadi jarang berjumpa dengan ibunya tersebut. Namun kedua adik perempuannya merawat sang ibu. Suatu hari karena ingin menebus rasa bersalahnya sang dokter akhirnya memberangkatkan Haji kedua adiknya terebut. Lagi-lagi tanpa embel-embel di beritahukan kepada siapapun. 

Sang dokter selalu saja membantu seluruh keluarganya. Anak dari abang kandungnya yang sudah lama meninggal pernah mengalami masalah. Kemudian dengan cekatan beliau langsung membantunya. seringkali kejadian ia membantu tanpa ada cerita dari orang lain.

Sampai pada akhirnya di hari wafatnya dokter tersebut, seluruh keluarga yang ada di luar kota pun ikut memaksakan hadir ke pemakammannya. Kekayaan yang sebenarnya bukanlah seberapa banyak yang kita miliki melainkan seberapa banyak yang kita berikan.




Read More

"Yasudah lah di, kalau kamu tidak lulus UN nanti kita pindah sekolah lain saja, ngulang lagi satu tahun!" Kata-kata seorang ibu yang pesimis dengan anaknya. UN atau kepanjangan dari Ujian Nasional adalah syarat kelulusan siswa seklah dasar pada tahun ini. Sialnya kenapa mesti aku dan anggkatanku yang pertama merasakan ini. 

Tahun ini adalah tahun di mana pertamakali UN dilaksanakan di tingkat SD, walau pun standar UN pertama sekali waktu itu adalah nilai rata-rata 4,0 jelas saja itu cukup meresahkan hati. Ditambah lagi nilai try out yang menunjukan nilai rata-rataku tidak sampai 4. Kepala sekolah yang terus menakut-nakuti semua siswa dan orang tua membuat Ummy juga stress. Sebagai anak SD yang selalu ranking 10-15, sering terfikir masa iya aku tidak bisa lulus UN. Jika angka siswa SD yang tidak lulus UN adalah 50% jelas aku masih aman. 

Owh iya perkenalkan namaku Adi anak pertama dari 3 bersaudara. Aku bersekolah di sebuah SD swasta Islam yang baru buka. Aku angkatan pertama di SD tersebut. Karena angkatan pertama jelas tidak ada yang namanya abang kelas, yang ada hanya adik kelas. Namun angkatan pertama dengan UN yang pertama juga merupakan dilema yang sangat dalam. 

---


Sehari setelah selesai try out untuk pertama kalinya, kami anggkatan pertama yang kece ini di kumpulkan di ruang guru oleh kepala sekolah. ruangan yang biasanya hidup lampu dan penuh penerangan saat itu di buat tanpa cahaya listrik. Hanya cahaya matahari yang masuk dari sela-sela jendela yang tertutup gorden transparan. Sontak tiba-tiba sang bapak kepala sekolah  pak sadar yang terkadang kami juluki bang sad, marah yang sangat hebat. Beliau marah karen nilai Try Out kami hampir semua tidak lulus, hanya ranking satu dan dua kelas saja yang lulus.

Kemudian kami diberikan masing-masing sebuah bungkusan daun pisang yang di tusuk oleh lidi kecil sebagai pengikatnya. Bungkusan tersebut persis seperti bungkusan tape pulut hitam. Sembari menasihati dengan nanda yang perlahan mulai melemah dan cenderung semakin sedih, kami di suruh membuka bingkisan tersebut. Ternyata isinya sebuah tanah, sambil marah-marah pak sadar mengatakan "Kalau hasil Try Out ini menunjukan hasil nilai UN kalian, maka saya telah gagal menjadi kepala sekolah, dan kalian juga gagal menjadi murid, Lebih baik kita makan saja tanah yang ada di hadapan kita masing-masing"

Sontak semua teman terdiam dan mulai mengeluarkan air mata, terutama anaknya pak sadar yang juga satu angkatan denganku. beberapa saat kemudian pak sadar berkata kembali "Kalau kalian tidak mau makan, biar saya saja yang makan." 
Husni anaknya pak sadar dan Rana berlari menuju pak sadar untuk mengehntikan kegiatan aneh pak sadar hari ini. Semua teman seangkatan menangis kecuali diriku. Sebenarnya aku penasaran gimana jadinya kalau husni dan Rana tidak menghentikan pak sadar. Mungkinkah pak sadar melanjutkan aksinya makan tanah, lebih bagus seeprtinya makan beling sekalian di depan umum untuk di tonton, sambil ngutip sumbangan, lumayan hasilnya bisa buat beli jajan.

---

Tiga minggu kemudian, Try Out (TO)pun kembali diadakan. Kali ini sepertinya semua teman-teman tampak serius belajar sebelum memulai TO tersebut. aku masih penasaran kalau saja kepala sekolah makan tanah. eh ?

Satu hari setelah pengumuman nilai TO kami kembali di panggil ke kantor guru. bungkusan yang sama seperti waktu itu kembali di berikan masing-masing kepada kami. Kali ini bungkusannya sedikit lebih gembung dari yang lalu. Mungkin saja volume tanahnya lebih banyak karena sebagian besar dari kami masih tidak lulus UN versi TO. Pak sadar pun memulai kembali ceramahnya degan nada sedih. 
"Kali ini kita akan benar-benar makan di dalam bungkusan itu, ini semua gara-gara kalian!!!" 

"Buka bungkusan itu sekarang!" Perintah pak kepala sekolah. Pelan-pelan kami semua membuka bungkusan tersebut. Ternyata kali ini isnya adalah apel. 

"Terima kasih, buat kalian persentase peningkatan jumlah yang lulus pada TO terakhir meningkat, masih ada 6 bulan lagi sebelum UN mudah mudahan dengan penigkatan terus menerus maka kalian semua lulus 100 %" Pak Sadar ceramah sambil tersenyum.

"Silahkan di makan apelnya ini adalah hadiah dari saya!"

---

Saatnya Pengumuman UN yang sebenarnya, seluruh siswa dan orang tua siswa di dudukan di bawah tenda di lapangan basket sekolah kami. Pengumuman resmi akan di umumkan jam 3 siang ini. Namun nilai sudah sampai kepada kepala sekolah dari jam 9 pagi. dengan cemah pak kepalasekolah kali ini berkata "Siswa kita sekitar 30% tidak lulus"

Jantung berdebar kencang mendengar kata-kata pembunuh semangat itu. Kemudian pak sadar membacakan satu persatu nilai kami. Ternyata nilai-nilai itu sungguh mengejutkan, sangking mengejutkannya jangkrik juga diam mendengarkannya. Semua nilai kami lulus jauh di atas rata-rata, bahkan nilai terrendah teman kami hanya nilai 7. Ada juga teman yang nilainya 10 semua kecuali satu matapelajaran dengan nilai 9 di mata pelakaran matematika. Nilai matematika, IPA, dan bahasa Indonesiaku juga 10. Memang sewaktu mengerjakan UN jauh lebih mudah ketimbang TO, Namun Nilai ini bagaikan iklan tv yang sampai tumpeh-tumpeh.

Nilai Ujan Nasionalku saat itu mampu untuk masuk SMP favorit di kota medan ini. Namun ada keputusan lain di rumah sehingga aku masuk ke sekolah swasta lainnya.  
Read More

"Bang aliiim, ini tante nong mau ngomong!"
sebuah telepon dari salah satu tante favoritku.


"Ya ada apa tante?"
"Tanggal 3 nanti sampai tanggal 5 alem nggak ada acarakan? Ikut sama tente yuk ke Pekanbaru"
"Nggak ada tante, ok salim ikut"
"Nanti kita pergi sama Baim juga"
"Siap Tante"
...

Pagi ini aku akan naik pesawatke kota yang nggak pernah jadi lama yaitu Pekanbaru, karena namanya selalu baru. Seperti kebanyakan orang kami memilih pesawat denga budget terrendah hari itu. Ya, tentu saja dengan maskapai yang udah pasti delay dan akan aneh jika tidak dilay. Tidak usah di jelaskan maskapai apa, setiap orang Indonesia pasti kenal maskapai ini. 

Sudah menjadi hal yang di maklumi untuk fasilitas maskapai ini, tapi kali ini bukan hanya maskapainya yang menyebalkan penumpangnya juga. Jam terbang yang tinggi oleh tante nong membuat kami di letakan di tengah atau di depan. Jam terbang maksudnya benar-benar jam terbang di pesawat udara. Saat check in tante nong sudah memastikan kami tidak duduk di belakang, namun kami dapat bangku yang sedikit terpisah oleh jalan orang di dalam kabin pesawat. Saat itu bangku pesawa dalam satu baris ada 6 dan di tandai oleh huruf A,B, C, D, E, F. Kami mendapatkan bangku C, D, E, dan naasnya aku dapet bangku C. 

Siang hari yang cukup terik untuk naik ke kabin pesawat setelah turun dari bus yang juga pendnginya tidak terasa. kami menaiki pesawat dan mulai mencari nomor bangku. sam[ai lah ke bangku nomor 23, nomor bangku kami. Aku melihat ke sebalah kanan dua bangku kosong pada posisi D dan E. Kemudaian Hal yang terjadi di bangku C sudah ada orang. Mungkin orang yang duduk di bangku C ini nggak pandai baca. Aku danteante terdiam beberapa saat, sembari di dalam hati semoga tante menegur orang tersebut agar pindah. Namun yang di harapkan tidak terjadi.

Untuk penumpang pesawat baru duduk dekat Jendela adalah hal yang menyenangkan, tapi tidak kalau sudah tau kalau duduk dekat jendela dengan pesawat ekomomi susah untuk ke kamar kecil. Dan anehnya penumpang yang sudah salah duduk ini sepertinya sedikit ketakutan untuk di tegur. Beberapa saat aku menunggu dia sadar dan malu tapi dia tetap bersikeras mau duduk di situ. Akhirnya aku pun menaruh tasku ke atas kemudian siap menerobos kaki-kaki penumpang pencuri tempat duduk ini.

Dengan kecewa aku mulai menghadap depan pesawat dan menerobos kaki-kaki besar ini. Aku menerobos kaki-kaki mereka tidak dengan menghadap mereka, melainkan membelakangi mereka. Smebari berjuang sempit-sempitan tanpa sengaja ternyata aku sudah membelakangi mereka dengan bagian pant*t pas di depan muka mereka. Terasa sedikit lega di dalam hati bisa membalas walau tak sempurna. Awalnya ingin cepat-cepat masuk melewati mereka dan duduk dengan tenang, namun karena Kebaikanku aku perlamat masuk agar mereka merasakan pemandangan indah lebih lama, Opsss.



Read More

Entah memang benar aku bisa memimpin orang lain dengan baik atau tidak, tapi sering kali setiap organisasi yang diikuti aku di minta jadi ketua, wakil ketua, atau sekertaris. Tempat tempat dimana keutusan besar harus di ambil. Kebanyakan oragnisasi yang terikuti adalah organisasi nonprofit alias tidak memikirkan keuntungan. jadi bekerja di organisasi nonprofit adalah kegiatan yang bergerak dari idiologi diri yang benar-benar tidak mengharapkan imbalan uang. Dari pengalaman banyak organisasi yang diikuti, banyak ilmu memanagement orang agar dari tidak berguna dalam organisasi menjadi berguna. 

Tadi siang aku mendengar ada sebuah kabar berita tentang keputusan pemerinta untuk memangkas satu juta PNS. Dengan alasan Jika orang kalah dengan teknolog mama lebih baik di rumahkan, alasan yang cukup masuk akal. Jika memang tidak berguna lebih baik rumahkan saja. cara ini juga merupakan cara yang paling cepat untuk memangkas anggaran negara. Miliyaran uang negara terselamatkan dari keputusan ini.

Efek sampingnya paling tidak hanya satu juta orang yang tidak berguna menjadi pengganguran. Hanya satu juta orang yang mungkin akan menambah jumlah kemiskinan di Indonesia. Mungkin saja orang yang tidak berguna di Negara tadi bisa lebih berguna di perusahaan lain atau membuka usaha sendiri. Banyak hal yang mungkin terjadi pada orang-orang yang di anggap pemerintah tidak bergna ini bisa terjadi.

Kalau dari pandangan seorang mahasiswa yang sering terpaksa menjadi petinggi sebuah organisasi, keputusan pemerintahan ini bukanlah keputusan yang baik. kalau kita gagal mengendalikan sampai begitu banyak orang, apakah begitu banyak orang itu yang salah. Misalakan ada seorang guru memberikan semua nilai muridnya antara nilai 10 sampai 20 dari 100 poin, itu berarti semua murid guru tersebut sudah gagal di pelajaran tersebut, maka semua murid itu harus tinggal kelas. Itu berarti sebenarnya yang terjadi adalah kegagalan pada menangemen sumberdaya manusianya, yang paling penting untuk sumber daya manusia adalah pimpinannya. Kalau sampai satu kelas gagal semua berarti guru tersebut sudah gagal menjadi guru karena tugas guru membuat murid jadi pintar. Sedangkan pemimpin tugasnya membuat mengatur agar bawahannya menjadi berguna.

Keputusan memecat juga adalah terakhir bisanya seorang pemimpin jika sama sekali tidak dapat mencari solusi untuk bawahannya. Tapi jika sampai banyak yang harus di pecat berarti kesalahan bukan dari bawahanya melainkan pimpinannya. Jika pimpinannya tidak berguna maka seluruh bawahannya juga tidak berguna. Jika pernah lihat film "Charlie and the Chocolate Factory", ayah charlie adalah serorang yang di PHK di pabrik pasta gigi karena kalah dengan teknologi robot pada awal film. Ayah Charlie memiliki tanggunagn banyak di rumahnya, bahkan Ayah dan Ibu kandungnya juga menjadi tanggungan di rumahnya. Namun di akhir film Ayah Charlie pun akhirnya bekerja kembali di pabrik tersebut menjadi mekanik robot tersebut. Contoh tersebut adalah contoh bagaimana management Sumber Daya Manusia. 

Seandainya setiap kegagalan dari manusia berujung pemecatan, maka perusahaan atau organisasi, atau pemerintahan saat ini akan kosong oleh manusia. Manusia adalah makhluk yang pasti ceroboh dan tidak sempurna. Robot dan teknologi lebih sempurna, namun mereka tidak bisa mengoperasionalkan diri mereka sendiri. Bagi diriku yang memiliki pengalam organisasi nonprofit, sumber daya manusia adalah sumber yang sangat berharga. Kehilangan satu sumber daya manusia kehilangan sebuah potensi menghidupkan organisasi.

Read More
Sebelahku duduk seorang om-om tua memiliki jengot dan kumis yang tebal. Inikah yang namanya wawancara kerja, membuat orang menunggu begitu lama. Aku pun mulai merasa sendirian, kenapa di perusahaan ini banyak yang melamar lebiyh dari umurku. aku merasa sendiri tidak punya teman tidak punya kenalan. lamakelamaan rasa bosan pun datang menyelimuti pikiranku. Seandainya om-om disebelahku ini menjadi siwon, pasti akan ku ajak ngobrol, kubelikan minum, dan ku jadiksan pacar.

Handphone yang biasa dapat menghiburku kini sudah tidak bisa memberikan jawaban atas hiburan ku siang hari ini. Semua aplikasi sudah dibuka dan tidak ada yang membuatku merasa tidak sendirian. 

Teringat seseorang yang kalau aku chatting denganya selalu membuatku tertawa. Adi namanya, entah darimana pemikirannya yang aneh banget selalu membuatku tertawa terbahak-bahak. Hanphone yang tadinya ssudah masuk ke dalam tas kini kembali aku bongkar-bongkar demi chatting dengan adi.

"Adiiiii"

"Adooooo"

"Adaaa"

"Ad"

"Di"
"Didi"

Banyak pesan spam terketuk agar adi cepat membalas chat.

"aku lagi wawancara kerja, lagi nunggu di panggil tapi aku sendirian, temenin aku cerita"

Adi membalas "Males, BAYAR!!!"

"Ish kau jahat di, ayok lah cerita apa aja"

"Kau dari planet mana sih, yang wawancara kerjakan biasanya nggak sendiri nunggu, pasti ada orang lain, cerita sana sama orang sebelah mu!!"

"Ada sih sebelah ku om-om"

"Yaudah ajak lah cerita"
"Nggak ah, nanti aku di kira tukang Hipnotis"

"Kebanyakan makam micin kau git, ngomong sama orang sebelah aja nggak berani"

Aku menahan tawa yang akan keluar, darimana hubungannya micin sama nggak berani ngomong. Adi adalah anak paling absurd yang penah aku kenal.
Read More
Cipratan air membasahi seluruh mukaku. Didalam sebuah bak plastik kecil berwarna merah jambu, aku sering di mandikan ummi (panggilan untuk ibuku). Kalaitu kami masih tinggal di rumah nyak (sebutan nenek untuk orang aceh). di sebuah kamarmandi berkeramik warna biru muda dengan atap seng dan ada bagian seng terdapat sebuah plastik membentuk seperti seng namun dapat menembuskan cahaya matahari. ehingga apabila di siang hari kamar mandi ini tidak perlu menghabiskan listrik yang terpakai untuk pencahayaan sebuah bola lampu.

Di dalam bak tersebut aku bermain air, ummi bisa memandikanku dengan adik ku si ojan. Kami sering bermain kapal-kapalan, bom air dan banyak lagi hayalan anak kecil lainya. Ada satu hal yang aku bingungkan dari zaman itu sampai saat ini, di dalam bak tersebut terdapat gambar sebuah rusa kecil yang sangat misterius. Gambar rusa itu layknya seperti gambar karton yang terkenal pada waktu itu contohnya lion king, cinderela dan kawan-kawannya. Namun tidak sama sekali aku pernah melihat film karton rusa kecil seperti pada bak itu. Apakah ilm kartun rusa ini kurang laku di Indonesia, ataukah memang aku saja yang tidak pernah melihatnya. Begitulah yang ada dipikiranku saat itu sampai beberpahari lalu.

Di siang hari yang terik, di dalam kamar ku yang sejuk aku sedang tidak punya kegiatan. bukan tidak punya tepatnya tapi tidak tahu harus melakukan apa. akhirnya kuputuskan untuk membuka laptopku dan mencari film untuk di download dan di tonton. Kebiasaan ku aku kalau mau menonton film harus sambil mendownload, sehingga saat filmnya habis aku bisa melanjutkan nonton film baru. Aku menonton film mermaid saat itu. sebuah ilm cina tentang ikan laut yang kalau tidak salah Directornya Steven Chow. Seorang aktor komedi cina terkenal, pasti filmnya juga lucu pikirku. Sebelum memutar film aku sudah mulai mencari film apa yang akan ku download.

Tanpa sengaja aku melihat sebuah film disney jaman dulu. Film yang gambar covernya tidak asing dalam ingatanku. Film disney tersebut ternyata di buat tahun 1942, bahkan Indonesia belum merdeka. Filme yang membuat aku terus selama ini. Bambi adalah film rusa kecil yang ada di bak plastik ku mandi sewaktu aku kecil.

Untuk menjawab sebuah pertanyaan film apakah itu aku hasrus memaksakan diri mendownloadnya, walaupun aku sedang tidak ingin nonto kartun jadul seperti itu. dan terjawab sudah ternyata ini adalah idola masa kecilku yang aku tidak tahu bagaimana ceritanya. Gambar yang membuat aku trus tertarik mandi di bak Itu dengan rasa gembira.
Read More
Sebelum membaca part 2 lebih baik membaca part 1 terlebih dahulu.

Lokasi Air Terjun terdapat di tengah pulau sabang sedikit keatas. Lokasi ini masuk melalui jalan kecil yang bertulikskan air terjun, namun tulisan tersebut hanya terbuat dari papan dan hanya bisa di lihat jika kita benar-benar memperhatikannya. Jika bertujuan mau ke tempat ini alangkah baiknya bertanya kepada penduduk sekitar jika kita ragu. Setelah masuk di dalam terdapat tempat parkir sepeda motor. dari tempat parkir sepedamotor tersebut kita harus berjalan kembali lebih kurang 2 kilometer. Jalan memasukin Air terjun ini adalah jalan hutan, jadi menurut  saya lebih baik  membawa balita atau orang tua yang sulit berjalan. Di Lokasi Air Terjun ini kita dapat berenang dengan air tawar. Jadi kalau bosen minum air asin lumayan lah minum air tawar di air terjun ini.

Danau terdapat di tengah-tengah pulau sabang. sebelum memasuki danau terdapat beberapa kolam pancing yang di gunakan khusus untuk memancing. Sayangnya sepertinya turis tidak bisa berenang di dalam danau. Selain airnya keruh aku juga melihat beberapa sampah plastik di pinggiran danau, sehingga kami memutuskan hanya melihat-lihat berfoto di danau tersebut. Seprtinya di danau tersebut terdapat juga penyewaan sampan kecil untuk keliling-keliling danau. Mami datang terlu pagi senigga belum ada penjaganya. 


Lokasi Vulcano terdapat di sekitar selatan pulau sabang. Memasuki Lokasi ini terdapat sedikit hutan namun memiliki jalan yang terbuat dai cornblok. Setelah lebih kurang 500 meter baru terdapat bebatuan vulcano. Kami berjalan sampai kira-kira 2 kilometer kemudian memutuskan kembali karena hanya melihat bebatuan yang sama. jalanan pada saat bebatuan vulcano tidak rata dan banyak batu-batu kecil jadi tidak aku rasankan untuk membawa anak kecil atau orang tua yang sudah susah berjalan.

Benteng Jepang adalah bangunan peninggalan jepan. Di Benteng jepang adalah tempat yang bagus untu mengambil potret gambar laut. Kita juga bisa naik keatas Benteng tersebut untuk berfoto dari atas ketinggian dengan background lautan biru. Terdapat banyak gua-guakecil di daerah tersebut.

Kilometer 0 adalah tempat yang sudah banyak orang tau dan tidak kesabang kalu tidak datang kesini. Ingat sebelum ke Lokasi ini bagi yang tidak makan tanpa nasi sangat di sarankan membeli nasi dahuulu di kota. Karena di kilometer 0 tidak terdapat orang yang menjual nasi. Tapi jika kuat hanya makan mie Aceh atau Indomie di sana terdapat penjualnya. Di Kilometer 0 ini terdapat orang yang bisa membuatkan sertifikat telah mengunjungi Kilometer 0 Indonesia. dengan sertifikat seharga 25 ribu rupiah. Untuk berfoto sangat susah kalau kita menginginkan tanpa orang lain. Karena kami datang pada masa liburan orang silih berganti berfoto di lokasi ini, walaupun cuaca sangat terik.  di sini terdapat juga tugu 0 kilometer, sayang pada saat saya ke situ tugu sedang di renovasi.


Tempat ter asik di sabang adalah pantai iboih dan pulau Rubiah. Iboih adalah pantai yang paling banyak pengunjungnya. Juga terdapat banyak penginapan di sekitaran pantai. Di pantai iboih terdapat orang yang memberikan paket diving. Paket diving ini termasuk di dalamnya menyebrang ke Pulau Rubiah, dimana Pulau Rubiah adalah lokasi diving yang memiliki banyak terumbu karang dan juga ikan. Kita juga dapat menawar kepada penyedia jasa diving, kami mendapatkan paket 500 ribu menyelam, menyebrang pulau, guide (lupa sebutannya apa orang yang ngantarin sampai lokasi menyelam yang bagus, dan bisa di suruh foto2 dalam air), kamera tahan air dan perlengkapan diving untuk 4 orang.

Untuk penginapan kalau bener-bener ingin biasaya murah carilah penginapan di kota. Tapi kalau untuk menikmati pantai lebih baik ke Iboih. Di tengah kota juga terdapat tempat makan terbuka (tidak pakai atap dan banyak jenis makanan dari banyak jenis pedangan makanan) pada malam hari. dan saya sangat sarankan Jangan lupa beli kopi di aceh.

Semoga blog ini dapat membantu untuk kalian yang ini jalan-jalan ke Pulau Sabang atau warga setempat lebih suka menyebutnya pulau weh. Kalau ada hal yang terlupa akan saya lanjutkan di part 3

---

NB : Perjalanan ini di lakukan 2015, mungkin harga sudah berubah ketika Pembaca ke sana.

Read More

Seorang cewe di depan ruang kelas mengatakan bahawa dia menyukaiku. Masa smp memang di mana masa awal pubertas, ada saja kisah cinta monyet di zaman itu. Aku adalah korban dari bencana alam pubertas seorang cewe yang baru pertama suka lawan jenisnya.

Sekolahku pada waktu itu baru saja dibuka, aku angkatan ke 3. Pemilihan Ketua Osis smp pertama kali dilaksanakan sewaktu aku kelas satu. Aku di jebak oleh teman-temanku mengikuti pemilihan ketua osis. Alhasil jadilah aku Ketua Osis smp pertama di sekolah itu. Bukan hanya satu tahun aku menjabat tapi sampai 3 tahun, karena adik kelasku di anggap kepala sekolah tidak mampu.

Sari adalah seorang cewe trendcenter di anggkatanku. Suatu pagi aku sedikit terlambat sampai sekolah pada hari itu. Sesampainya di kelas dengan serentak bagaikan paduan suara yang sudah di latih seratus tahun teman-teman sekelas berkata "cieeeee". Aku tidak paham sampai saat istirahat pagi salah seorang temen ku berkata apa yang terjadi. Di depan kelas di saksikan seluruh teman sekelas Sari berkata menyukaiku. Pada saat itu aku lebih milih main band, berantem dengan sekolah tetangga dan Jadi Ketua Osis kadarluarsa. Saat itu mungkin saja aku membalas cinta Sari, tapi aku memilih jomblo.

Sewaktu sma, aku malah jatuh hati sama seorang wanita cerdas berkacamata. Tapi dengan susah payah akhirnya aku tidak bisa mendapatkannya. Sedih sih, tapi itu mungkin cara Allah membuatku tetap Jomblo sampai saat ini. Ini mungkin yang di namakan jomblo itu nasib.

Masa kuliah pun datang, aku tanpa sadar jadi ketua organisasi di kampus. Hasilnya entah kenapa namanya ketua memiliki daya tarik yang lebih meski aku memiliki teman-teman yang jauh lebih tampan. Di antara banyak pilihan pengagum dan ilmu Agamaku yang mulai membaik aku memilih untuk menyimpan satu nama. Nama tersebut bukan untuk di jadikan pacar, tapi untuk di cari kembali saat aku sudah siap.

---
Sari adalah nama samaran 
Read More

Tiket bus Medan menuju sabang belum terbeli juga. Besok hari kami akan melaksanakan perjalanan liburan. Aku, ojan adik ku dan kedua sahabatku Bana dan Vicky. Sabang adalah pulau yang sudahlama aku ingin kunjungin, namun karena kurangnya dana dan waktu membuatku menunggu begitu lama untuk berangkat ke sana. Kami emrencanakan pergi ke Sabang secara tiba-tiba seminggu sebelum kami berangkat. Pada awalnya kami berniat untuk merental sebuah mobil untuk di bawa ke sabang. Tapi apa daya mobil tak kunjung dapat karena waktu yang mendesak dan musim liburan.

Kami berangkat pada libur Hari Raya Idul Fitri, jelas saja mobil rental banyak yang sudah penuh terpakai. Pada awalnya ada enam orang yang akan berangkat, tapi apa daya kesibukan tiba-tiba menghampiri kedua temanku yang lainnya.

Pagi itu jam 7 aku buru-buru kel.uar rumahku untuk mencek harga tiket medan Banda Aceh. Seblum menuju Pulau Sabang Kita harus ke Kota Banda Aceh dan menyeberang dari sana. Sebelumnya aku udah mendapat sebuah informasi dari teman yang orang Aceh nambun Bukan Banda aceh, dila namanya. Dila mengatakan harga tiket normal Medan ke Banda Aceh adalah 150 ribu, sehingga dia prediksi waktu liburan seperti ini sebesar 180 ribu. Tapi setelah saya cek, di hari mau berangkat, ternyata rata-rata tiket murah habis, dan kami terpaksa membeli tiket dengan harga 215 ribu. Dengan harga segitu kami mendapatkan satu kelas di atas tiket termurah di hari libur.


Perjalanan kamilakukan di malam hari sehingga sepanjang perjalanan kami hanya tidur saja. Kami tiba di Banda Aceh jam 9 pagi. Di Stasiun Banda Aceh sudah menunggu para tukang becak, rental taxi, dan calo-calonya. Mereka langsung memaksa untuk naik kendaraan dengan mereka. Pelajaran dari traveling sebelumnya, jangan pernah mau untuk mengambil keputusan terburu-buru. Kami mencoba membandingkan semua harga yang mereka tawarkan. Akhirnya kami memutuskan untuk naik taxi rental dengan harga 60 ribu, karena penawarasn pada waktu itu tukang becak menawarkan 30 ribu dan mereka ingin kami naik dua becak.

Sesampainya di pelabuhan Ulee Lheu (jujur nggak tau carabacanya gimana), kelaparan pun menghampiri kami. Di pelauhan terdapat orang yang berjaulan nasi di bungkus daun, dan kami tidak berani membelinya. kami lebih memilih memakan sebuah roti yang kami beli di Indoma*et malam sebelumnya.

Hari itu entah kami tidak tahu atau mungkin memang tidak ada penyebrangan kapal lambat di pagi hari. Kami melihat banyak yang antri di tiket kapal lambat, namun loket tetap tutup padahal sudah jadwalnya berangkat. Pada akhirnya kami memilih kapal cepat. Dengan harga tiket 80 ribu per orang sekali jalan, di dalam Kapal Cepat kami tetap harus desak-desakan. 

Sudah menjadi kebiasaaan di Indonesia sepertinya setiap kali kita turun dari sebuah kendaraan jarak jauh, pasti akan ada calo atau orang yang menawarkan kendaraan untuk mencapai tujuan. Belum apa-apa tukang becak menghampiriku untuk menanyakan mau kemana dan dia menawarkan paket jalan2 keliling sabang. Syukurnya Bana memiliki Sebuah Info kalau ke sabang cari dulu pusat Informasi untuk minta buku tur guide. Setelah medapat buku tersebut, kami baru berfikir untuk kendaraan. Tepat beberapa meter kami di tawari dengan rental sepedamotor. Karena kami ingin bebas memilih tempat yang mana kami mau dahulukan untuk di kunjungi kami memilih kendaraan ini. 100 ribu Perkendaraan 24 jam, dan 12 jam di hitung setengah hari. Ada juga rental mobil, tapi sepertinya untuk 4 orang kami lebih memilih sepedamotor.

Terdapat sebuah SPBU di dekat pelabuhan dan hanya satu-satunya di sabang. Jadi alangkah baiknya kita mengisi full bahan bakar kendaraan kita di situ. Pantai Sumur Tiga adalah tujuan awal kami. Subahannalah memang pantai di sabang ini sangat indah. Air yang berwarna biru muda, pasir putih dan matahasi yang cerah menunjukan seberapa besar ciptaan Allah.
Ada banyak pantai di pulau sabang ini, dan semuanya bebas di masuki tanpa di pungut biaya lagi, yah paling biasaya parkir. Karena pantai banyak kami melihat buku panduan wisata Sabang, kami memilih object wisata lain di Sabang terlebih dahulu baru ke pantai lagi. Terdapat air terjun, danau, Pegunanungan batu Volcano, Goa Jepang, kilometer 0 dan Hot Spring yang bisa di kunjungi dan jarang wisatawan ke tempat-tempat tersebut. Bahkan sepupu saya heran ada air terjun di sabang sedangkan dia kesana tidak tahu padahal dia orang aceh. Hot Spring mungkin satu-satunya tempat wisata di sana yang tidak kami kunjungi, tempatnya susah di temukan di selatan Pulau Sabang dan sedikit penduduk yang berlalulalang di daerah tersebut.

---

NB : Perjalanan ini di lakukan 2015, mungkin harga sudah berubah ketika Pembaca ke sana.
Read More
Lemak pada perut semakin melebar. sudah banyak cara aku lakukan untuk menghilangkan lemak-lemak ini. Tapi kebanyakan aku kalah dan berhenti di tengah jalan. Lemah mungkin kata-kata yang cocok untuk ku yang berusaha menghilangkan zat pembuat gemuk dalam tubuh ini. Tapi apa daya setiap makanan Lezat sering mundar mandir di hadapanku. Setiap waktu untuk berolahraga yang aku siapkan selalu terlewati dengan adanya kegiatan lain atau hanya sekedar malas kecapikan setelah melakukan kegiatan lain. Ada alasanku untuk tidak berolahraga.

Tiga kilometer adalah jarak yang aku ingin tempuh setiap hari dengan berlari. Tidak jauh dari rumahku, ada sebuah taman di dalam daerah kampus untuk berlari. Disana terdapat pepohonan rindang, rerumputan, cornblok untuk berlari dan bunga-bunya beraneka ragam. Tempat itu sangat cocok untuk melakukan olahraga lari. bahkan jika hujan turun tiba-tiba ada kanopi yang di buat khusus di tengah taman agar orang bisa berteduh.

Aku Memulai melakukan peregangan, dengan cara menarik kaki ku ke atas selama delapan hitungan. Menarik kaki ku ke belakang dan samping juga selama delapan hitungan. peregangan adalah hal yang wajib dilakukan sebelum berolahraga. Aku mengambil sebuah Mp3 dari kantong ku dan mulai menyetelnya agar dapat menemani dan menghiburku selama aku berolahraga. headset yang biasaku pagai sudah tercantol di dalam MP3 tersebut.

Aku memulai lari dengan mengucapkan Bissmilah. Di antara taman-taman aku memulai langkah pertamaku untuk berlari. Samping kiri dan kanan terdapat rerumputan dan pepohonan yang seolah memberikan nafas baru agar aku tetap semangat berlari. Sepatu yang aku gunakan pun melakukan kewajibanya untuk melakukan gaya elastis yang mempermudah langkahku berlari. Udara terik sore hari merupakan tantanganku hari ini. Keringatpun menetes tanpa henti bersamaan dengan hentakan langkah kaki ku.

3 kilometer adalah jarak yang aku targetkan hari ini. Tidak begitu jauh untuk seorang petualang yang melakukan perjalanan ribuan kilometer. dan sangat jauh jika dibandingkan dengan seekor semut untuk melakukan perjalanan dengan kaki-kaki mungilnya. 3 kilometer jarak yang cukup mudah untuk pelari profesional yang sehat melewatinya. dan akan sangat sulit untuk orang yang bahkan tidak bisa berjalan karena kelumpuhannya. 3 kilometer adalah cita-citaku hari ini. 3 kilometer akan ku lakukan setiap hari sepanjang Hidupku untuk kesehatanku. #kilometer minimal target selamanya. Pelari 3 kilometer adalah aku
Read More
Aku di tolak lagi untuk kesekian kalinya. Bagaikan Tukang Obat pinggir jalan yang menjajakan jualannya kepada orang yang lewat, namun tidak ada yang membeli. Rasanya rontok seluruh badanku ternyata Rani juga menolakku. Ini sudah kesekian kalinya aku di tolak wanita untuk menikah.

Alasan Rani Karena ragu jika kami membangun rumah tangga bersama hanya akan berakhir pertengkaran saja. Rani cukup lama bersamaku sewaktu masih di organisasi kampusku dulu. Saat rapat kami memang sering cekcok masalah teknis pelaksanaan sebuah kegiatan. Namun kami tidak pernah bertengkar di luar rapat. Atau memang diriku yang kurang menarik dimatanya. Sudahlah aku mulai putus asa di batas waktu ini.

Almarhum Ayahku Menikah pada umur 25 tahun, aku ingin sekali mencontoh beliau. Rasa penasaran yang tinggi terhadap apa yang dirasakan Ayahku sewaktu muda dulu yang membuatku bertindak seperti ini. Hampir semua teman wanita aku ajak menikah. Namun sampai saat ini aku masih belum menikah.

Kebanyakan dari wanita-wanita itu terkejut karena aku menanyakan kepada mereka secara tiba-tiba. Mereka kebanyakan beralasan kenapa aku terlalu terburu-buru. Jelas saja umurku saat ini sudah 24 tahun, kalau aku belum menemukan calon ibu dari anak-anakku maka menikah umur 25 tahun sepertinya sulit bagiku.

Aku memang tidak tampan seperti Vino G bastia, Nicholas Syahputra, dan lainnya, Tapi aku juga tidak jelek. Walaupun kulit hitam manis, dan tidak telalu tinggi, aku cukup tampan dari pada Narji, Mandra dan Budi Anduk. Aku juga sudah berpenghasilan tetap sebagai kariawan di Ibu Kota. Apakah aku memang orang yang buruk?

---

Aku membuka handphoneku lagi, sambil mencari-cari nama teman wanita yang aku miliki, sampai aku tertuju pada satu nama yaitu Putri. Putri adalah teman baru saja aku kenal di Ibu Kota ini. Belum terlalu lama aku mengenalnya. Putri juga memiliki satu kampung halaman yang sama denganku. Seingatku dia juga belum punya pacar. Harapanku kali ini tertuju sepenuhnya kepada Putri.

Malam itu kuberanikan diri dan kumantapkan hati untuk kesekian kalinya berbicara kepada wanita untuk mengajaknya menjalin hubungan sampai akhir hayat. Aku mulai menekan tombol Handphoneku untuk menelepon Putri.

"Assalamualaikum Putri apa kabar ?"

"waalaikumsalam, baik Yono. ada apa nih tumben nelepon?"

"Ahh, gak papa Put, aku lagi galau nih."

"Owh, hahaha. mau curhat Yon?  gak papah curhat aja, aku juga lagi nggak sibuk nih."

"Hahaha, tau aja. Gini Put dulu Almarhum Ayahku menikah umur 25 tahun"

"Terus, terus!" Putri penasaran

"Aku kepingin kali ngerasain apa yang dulu Ayahku rasain,  aku udah ngajak banyak cewek buat nikah, tapi nggak ada yang mau."

"Hahaha kamu ngajaknya tiba-tiba yah ?"

"Iya Put, aku kepaksa ngajak tiba-tiba, kamu kan tau aku tuh nggak pernah mau pacaran, dan sekarang Umurku udah hampir 25"

"Iya juga sih, jarang ada cewek mau di ajakin nikah tiba-tiba gitu."

"Jadi aku harus gimana sih Put?"

"coba aja lagi hahaha"

"Oke deh aku coba lagi" Tiba-tiba jantungku Mulai berdebar lagi. Inilah waktunya aku bertanya kepada Putri. Maukah dia menjadi teman berjuang di sisa umurku ini.

"Put mau nggak nikah sama aku?"

"Loh kok aku ? hahaha. Gimana ya yon, jadi galau aku nih"

"Owh kamu udah punya pacar Put ?"

"Belom sih, tapi kayaknya aku mikir dulu deh. Besok pagi aku kasih jawaban yah yon ?"

"Owh oke lah put"

"Assalamualaikum yono"

"Waalaikumsalam"

Pembicaraan kami pun terhenti di ujung Telepon. Setidaknya kali ini aku tidak langsung di tolak seperti biasanya.  Aku berharap ada Bidadari yang menjawab kegelisahanku besok pagi.

---

Sepulangku dari melaksanakan sholat subuh di Mesjid, aku melihat hape ku yang msih terbaring di meja coklat di samping tempat tidurku. terlihat gambar sepucuk surat kecil di layar monitor Handphone ku. Kubuka kunci layar hp ku dan dengan cepat ku tekan tombol untuk membaca pesan singkat itu. Pesan yang menentukan apakah aku masih harus berjuang atau ini akhir dari perjalanan cintaku.

Aku membaca dengan perlahan isi pesan singkat tersebut dengan seksama. Kutatap layar hape dengan serius dan penuh perhatian. isi pesan singkat tersebut tiba-tiba membuatku pindah ke sebuah tempat. Tempat yang amat indah yang belum pernah aku jumpai sebelumnya. Disana terdapat taman bunga yang cantik, yang memiliki beragam warna. Di ujung taman terdapat air terjun yang percikan airnya membentuk pelangi kecil.

"assalamualaikum yono, sebenernya aku tadi malam udah mau langsung jawab di telepon, tetapi rasa ragu masih menghinggapiku sampai mata terpejam. Kuputuskan untuk Sholat Istiqoroh terlebih dahulu. Di sepertiga malam seletah Sholat Tahajud aku lanjutkan Sholat Istiqoroh. Kali ini aku dengan yakin dan percaya kamu lah Imamku di masa depan, minggu depan ajak orang tuamu ke rumahku ya Putri"
Read More
"Assalamualaikum..." Ayah pulang dari kantor membawa bungkusan plastik.

"Waalaikumsalam, eh ayah pulang bawa apa nih?"
Dari dapur mamak jalan perlahan kedepan, melewati ruang keluarga dan ruang tamu yang berkeramik orange. Tiga langkah di depan ayah ibu sudah menjulurkan tangannya untuk salim kepada ayah.


"Ini ayah bawakan mentega dan tepung buat kamu masak." 

Ayah memberikan bungkusan plastik hitam itu kepada mamak. Ayah adalah seorang suami yang selalu pengertian, beliau sering membelikan tepung dan mentega sembari jalan oulang kerumah. Walau bukan membawa bunga atau cicin seperti orang masa kini kebanyakan, tapi cinta ayah kepada keluarganya melebihi apapun di dunia ini.


Sepasang sepatu dan kaus kaki aya telah dicopotnya, ayah masuk ke ruang keluarga meletakkan tasnya di tempat biasanya kemudian masuk kamar. Ayah melepaskan bajunya dan di gantung di samping pintu kemudian menggambil sarung berwarna coklat bermotif kota-kotak dan memakainya. Dari dalam pintu kamar coklat ayah keluar dan beranjak ke arah rak buku. Ayah memilih buku agama kesayangannya untuk di baca. Ayah keluar rumah dan duduk di teras sambil membaca bukunya tersebut. Seperti biasa setiap sore aku dan saudara-saudara ku bermain-main di teras rumah dekat ayah membaca bukunya.

----
NB : ayah adalah Kakek saya, dan aku adalah ibu saya
Lanjut Part 3
Read More
"Woi melamun aja !" Tegur Ari teman sebangkuku. Kuliah hari ini seperti kuliah biasanya, dengan dosen yang lebih banyak cerita ngelantur ketimbang pelajarannya. Dari 2 jam waktu yang di gunakan untuk kuliah, 15 menit di gunakan untuk mengajar dan sisanya ceramah di kelas yang tidak jelas arah pembicaraaanya. Pak Tomy adalah dosen Matakuliah Bangunan Air, yang notabene seharusnya pelajaran yang banyak hitungannya. Di tanagan Pak Tomy mata kuliah ini full ceramah. Pak Tomy Ini beragama Kristen dan saya Muslim, wajar saja agak males mendengarkan ceramah dari beliau.
Kampus ku adalah salah satu kampus Negeri di kotaku. Sering orang-orang mengatakan kalau masuk kampus ini kalian melanjutkan SMA kelas 4. Sistem murid maksimal 1 kelas 30 orang, teman sekelas tetap sama dari awal sampai tamat, rangking per semester adalah yang menyebabkan kampus ini di juluki SMA 4. Fulan adalah langganan ranking terakhir di kelasku. Masuk kampus jam 8 pagi pulang jam 1 siang persisi seperti anak SMA.
Di saat hayalanku semakin jauh ke negeri antah berantah tiba-tiba Pak Tomy teriak kepada Fulan.

"Fulan, coba Jelaskan apa perbedaan Bendung dengan bendungan?"

"Hmmm,,, anu pak." Fulan kaget dan terdiam.

"Makanya kamu belajar yang benar!"

Kemudian karena ketidak tahuan Fulan Pak Tomy berceramah lagi panjang lebar kesana kemari, aku pun melanjutkan hayalanku. Sampai pada satu kalimat yang tidak sengaja aku mendengarnya samar-samar di balik hayalanku.

"Makanya Fulan, kamu harus rajin Sholat! Biasanya orang rajin Sholat itu berfikir lebih banyak untuk kepentingan umum, bukan untuk diri sendiri!"

Bagaikan guntur menyambar, tiba-tiba aku berhenti menghayal. Pak Tomy adalah seorang Kristen bisa berbicara seperti itu. Aku sudah masuk Islam dari lahir hampir tidak pernah berfikir seperti itu. Aku pun berfikir keras dengan kata-kata yang di sampai kan Pak Tomy tadi. Ada benarnya juga pemikiran Pak Dosen ini, terkadang aku harus medengarkan kata orang lain juga. Walaupun yang di sampaikan belum tentu semuanya benar, tetapi tetap saja ada beberapa hal yang harus aku jadikan pelajaran dalam hidup ini.
---
NB : ini kisah nyata dengan bumbu-bumbu karangan, dan nama yang di samarkan
Semoga tidak sara
Read More
Aku dilahirkan ke dunia ini tanpa memiliki kakek kandung. Maksudnya sewaktu aku lahir kedua kakek ku sudah meninggal. Namun aku masih memiliki dua nenek kandung utuh pada saat  di lahirkan, walaupun sekrang ini mereka berdua juga sudah menyusul san kekasih hati mereka. 

Semua kisah tentang kakek Ishaq kudapat dari buya (ayah). Walaupun sosoknya tidak pernah langsung berjumpa tapi cerita beliau sungguh banyak manfaatnya. Kakek adalah sorang pemain bola Persatuan Sepak Bola Deli Serdang, beliau juga merupakan seorang perawat di salah satu rumah sakit negeri di kota Tebing Tinggi. 

Karena tinggkat loyalitas yang tinggi, totalitas dalam bekerja kakek di angkat menjadi seorang kepala perawat di rumah sakit tersebut. Sebagai kepala perawat kakek mendapat faisilitas ruah dinas di area rumah sakit. Kakek selalu dengan tangkas membantu semua pasien dengan sepenuh hati. Sering kali kakek berpapasan dengan orang lain mendapatkan senyuman, padahal kakek tidak ingat siapa orang tersebut. Mungkin orang yang memberikan senyuman tersebut adalah salah satu pasien rumah sakit yang dulu pernah di rawatnya. 

Suatu ketika soreang keturunan tionghoa datang ebrobat kerumah sakit. Ketika itu adalah jadwal kakek untuk jaga. Kakek tidak pandang bulu, namanya orang sakit harus dirawat dengan sepenuh hati. Dan pasien keturunan Tionghoa itu pun merasa puas dengan perawatan yang di berikan kakek tersebut. 
Beberapa bulan setelah itu orang tionghoa ini mampir ke rumah kakek. Kakek mempersilahkan tamunya tersebut dan masuk dalam rumah.


"Silahkan duduk pak, Maaf rumah saya sedikit berantakan, Mau minum apa pak?" kakek menjamu tamu 


"Ah , tidak  papa pak, tidak usah repot-repot. Begini pak saya berterimakasih sudah merawat saya beberapa bulan lalu di rumah sakit" dia mengeluarkan bungkus plastik berisikan kue

"Ya , sama-sama pak, aduh nggak usah repot-repot bawa kue pak" kakek mengambil bungkusan tersebut.

"Gimana sekarang sudah sehat kan ?" Tanya kekak.

"Sudah  pak, tapi ini anak saya lagi demam sedikit demam dan pilek."

"loh kenapa nggak di bawa ke rumah sakit ?"

"Ah tidak usah pak palng besok juga sudah sembuh minum obat" 

"Coba saya periksa sedikit ya pak ?" kakek mencoba melihat anak bapak tersebut dan mengananlisi dengan pengalamannya selama di rumah sakit.

"Ah anak bapak emang terkena demam biasa' saya anjurin minum obat ini aja pak." Anjuran kakek

"Owh, begitu ya pak Ishaq, kalau obat yang biasa saya berikan itu kenapa pak "

"Itu bagus juga cuman itu lebih cocok buat orang dewasa" 

"Owh begitu pak, baiklah pak terimakasih banyak sebelumnya, Kami izin pulang dulu ya pak Ishaq"
"ya pak silahkan. Terimakasih lagi loh pak kue nya"

Kemudian tamu keturunan tionghoa itu pulang. Setelah hari itu, setiap ada keluarga atau teman orang tionghoa tersebut terkena penyakit demam atau pilek, Dia hanya membawanya ke rumah kakek. Setiap kali kakek ditanya biaya berobat, kekek bilang dia nggak mengutip biaya. Walaupun begitu sering kali orang yang berobat memaksa memberikan uang. Sampai-sampai orang datang ke rumah kepala perawat rumah sakit untuk berobat, bukan datang ke rumah sakitnya.

Beberapa Dokter pun mengeluhkan pasien yang datang Berobat ke rumah kakeku ku itu. Pada akhirnya kekek kena tegur pihak rumah sakit agar tidak menerima pasien. Pada dasarnya kakek memang tidak menerima pasien, Namun Ketidak sengajaanya menyembuhkan orang tadi membuat pasien datang ke rumanya. Pada akhirnya kakek sama sekali tidak menerima kehadiran pasien ke rumahnya, walaupun dalam hatinya menolong orang itu tidak salah.

Semoga tulisan ini jadi amal zariah Almarhum kakek Ishaq 



Read More
"Bayangkan saat sampai  di rumah kedua orang tua kalian sudah meninggal!" Teriak seorang pemateri Muhasabah.

"Huaaaahhh!" Suara tangisan pun semakin keras di telinga.

Adi yang ikut dalam ruangan tersebut pun ikut menangis. Terbayangkan olehnya kejadian yang di ucapkan pemateri itu benar-benar terjadi, air matanya jatuh tiada terhenti. Muhasabah itu benar-benar curang, selalu memaksa seseorang untuk menangis dengan membawa-bawa orang tua. Nenek-nenek pemakan lolipop juga nangis kalau ingat orang tuanya.

"Kau tadi nangis paling keras yah 'di?" Gabe bertanya dengan logat bataknya.

"Ah enggak kok, aku tadi cuman pilek banyak debu di karpet situ." Alasan Adi.

"Jadi ini kok basah karpet tempat ko duduk tadi ? emh bauk pesing lagi!" Sambil mencium karpet tempat duduk Adi.

"Ah masa ?" Adi pun pergi , dan tidak selalu pura-pura tidak kenal Gabe lagi seumur hidupnya.

Beberapa tahun setelah itu, Adi sudah cukup terkenal di organisasi kampusnya. Adi juga sudah cukup sering menjadi pemateri di acara kampus. Kemudian Fakultas Suka Maju (FSM) membuat sebuah training buat anggota baru di organisasi fakultasnya. Karena Adi sudah sering mengisi materi di sana-sini maka adi yang dari Fakultas Salah Urus (FSU) di tunjuk jadi salah satu pemateri. selain ada ada juga Rudi dari FSU di tunjuk menjadi emateri Muhasabah. Muahasabah itu hampir sama dengan ESQ, ya buat anak orang mewek, dengan cara baca-bawa orang tua. Saat hari H training ternyata Rudi nggak bisa datang. Kebetulan Gabe adalah salah satu panitia yang bertanggung jawab atas kehadiran Rudi di acara tersebut.

"Aduh gimana nih? si Rudi nggak bisa datang lagi ?" Ucap Gabe.

" Udah ganti si Adi aja gak papa tuh!" Jawab Yuyun si Ketua Panitia.

"Apa pulak, Dulu dia aja ikut muhasabah nangis sampai kencing di celana," Gabe ngomong dengan logat batak.

"Di coba aja dulu deh siapa tau dia bisa, kalau nggak ada yang nangis yaudah kita ikhlasin aja!" jawabnya santai. Tiba-tiba tanduk juga keluar dari kepala Yuyun. 

Ketika Adi sampai di lokasi Yuyun pun menghampirinya dengan wajah senyum-senyum.

"Di kau jadi pemateri muhasabah juga yah ? si Rudi nggak bisa dateng nih," suara memelas Yuyun sampai di telinga Adi.

"Cakap kotor ni ketua panitia. nggak !" tolak Adi.

"Plis dii, kau harapan ku, yang lain nggak bisa, nanti jatah makan acara ini ku kasih double. hehe," Yuyun cengengesan manja.

"Yaudah deh!" berat bagi Adi menolak tatah makan lebih.

Acara mahasabah Adi mulai setelah Sholat Subuh. Malamnya adi berfikir keras bagai mana muhasaba besok pagi.  Adi mulai membuka HP nya dan mengotak atik lagu sedih untuk muhasabah. "Aduh nggak ada lagi lagu sedih!" sambil menggaruk kepala Adi terus berfikir. Dengan cepat dia melihat sisa kuota internet dan berfikir lagi. "Asssikk cukup!" Teiak Adi Membuat orang sekitarnya terbangun dan memberikan tatapan kesal. adi mendownload sebuah lagu sedih dengan kuota internel seadanya. Pagi pun tiba adi mulai mempersiapkan diri dan HP nya untuk memulai acara itu.

Lagu sedih pun di putar Adi, senyap sepi seketika di sekitar ruangan acara. Adi menyuruh peserta acara untuk memejamkan mata, dengan persiapan minim malam harinya adi memulai muhasabah. Adi mulai mengarang cerita dengan imajinasinya.

"Bayangkan saat sampai ke rumah kedua orang tua kalian sudah meninggal!" Teriak Adi.

Hanya ada satu orang perempuan yang menangis. Seharusnya itu bagian kelimaks dimana semua eserta nangis.

"Di, nggak ada yang nagis di." Bisik Yuyun.

"Masa Yun? ada tuh satu." Balas Adi dengan berbisik juga.

"owh yaudah lanjut deh sampai kelar Di!" perintah Yuyun.

Acara pun selesai, adi melihat hasilnya. 80 % dari peserta ternyata ketiduran, 1 orang nangis, dan sisinya cekikikan setelah acara.

"Thanks ya Di, udah mau bantu kita-kita~" Yuyun berterimakasih.

"Ya nggak masalah Yun!"

"Walaupun gagal ya lumayan lah buat ngisis acara. Btw di lo kok ikut nangis?" Yuyun melihat mata Adi sembab abis nangis.

"Nggak ah, ini tadi kelilipan!"
"Eh, ini kok celana mu basah ? kau kok bau pesing?" Yuyun tak sengaja mencium sesuatu.

"Eh Yun aku pulang duluan yah!" Samber Adi langsung buru-buru pergi.

Kemudian dari kejauhan Adi teriak " Ini semua mungkin karena hatiku terlalu lembut Yun!"

http://nyunyu.com

Read More
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home
Powered by Blogger.